Jul 042018
 

 KAL Suluh Pari I.6-60 dan Sea Rider, serta 2 tim Marinir dari Lantamal VI bertolak DWA 16.39 dari Dermaga Mako Lantamal VI juga membantu melakukan pencarian korban meninggal dunia dari data terakhir berjumlah 29 orang dari 139 penumpang.

Surabaya, Jakartagreater.com – Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju yang mengangkut 139 penumpang dan 48 unit kendaraan bermotor pada tanggal 03 Juli 2018 pukul 10.00 WITA, yang berangkat dari pelabuhan Bira Kab. Bulukumba dengan tujuan Pelabuhan Pamatata Kab. Selayar karam pada Rabu 4 Juli 2018 di perairan Selayar, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Melalui jajaran Koarmada II yaitu Lantamal VI Makassar bertindak cepat melaksanakan koordinasi dengan Staf Operasi (Sops) Koarmada II dan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II untuk menggerakkan KRI terdekat diantaranya KRI Madidihang-855, KRI Layang-635, dan KAL Sulupari.

Kapal Motor Penumpang (KMP). Lestari Maju yang dinahkodai Agus Susanto mengalami kecelakaan akibat adanya kebocoran di lambung kiri kapal, selanjutnya pada pukul 13.40 WITA mengalami masalah (air masuk ke Dek lantai bawah) saat ditengah laut sehingga Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju merapat ke pantai Pabbadilan desa Bungaya Kecamatan, Bontomatene Kabupaten Kepulauan, Selayar, kapal dikandaskan jarak 1 Nm dari Darat.

KRI Madidihang posisi yang sedang melaksanakan operasi pengamanan VIP langsung bergerak dari Pare-Pare ke Selayar kurang lebih 7 jam, Posmat TNI AL Selayar dan Posmat Bulukumba beserta kapal Basarnas KM. Antasena dan instansi maritim setempat berhasil mengevakuasi sekitar 108 penumpang KMP Lestari Maju yang tenggelam dan kandas di perairan Selayar, Sulsel.

Selain itu, KAL Suluh Pari I.6-60 dan Sea Rider, serta 2 tim Marinir dari Lantamal VI bertolak DWA 16.39 dari Dermaga Mako Lantamal VI juga membantu melakukan pencarian korban meninggal dunia dari data terakhir berjumlah 29 orang dari 139 penumpang.

Korban yang meninggal umumnya karena panik dan melompat ke laut tanpa mengenakan swim vest atau pelampung yang diketahui saat itu ombak cukup besar.

Selanjutnya korban selamat, saat ini sebanyak 17 orang dirawat di RSU KH Hayyung, Selayar. Kemudian 32 lainnya dirawat di Puskesmas Batangmata dan sisanya 35 orang di Puskesmas Parangia. (Dispen Koarmada II).

  13 Responses to “Koarmada II Bantu Evakuasi Korban Kapal Lestari Maju”

  1.  

    Ini kecelakaan yg keberapa ya dlm wkt 1 bln ini?

  2.  

    Manajemen buruk pd departemen perhubungan.

    •  

      Dulu pak jonan dikambing hitamkan saat terjadi musibah mudik maut….lha ini musibah terjadi dekat dg kampung halaman JK, kenapa dia ga suruh menhubnya mundur?

      •  

        Zaman pak Jonan beliau byk membuat perbaikan2 , bahkan PT.KAI menjadi sgt baik kinerjanya dibawah pimpinannya. Gak bs 100% disalahkan menterinya walau tetap harus bertanggung jawab atas kinerja buruk SDM didepartemen yg dipimpinnya!he3

        •  

          Kalo gitu gak fair juga dong, waktu itu Pak Jonan dipaksa mundur….

          Ketua komisi V mana suaranya…kenapa sekarang lemah jemboet?

        •  

          Bang andre, utk keselamatan transportasi dulu pak jonan stel kencing…!!!

          Tiap kapal yg akan berlayar hrs mendapat ijin dr syahbandar, sebaliknya syahbandar juga harus memperhatikan&mematuhi saran dr “bmkg” perihal tinggi gelombang yg membahayakan pelayaran.

          Gue ingat persis, gak lama stlh pak jonan dicopot, syahbandar salah satu pelabuhan di sulawesi selatan melepas kapal tujuan NTT dlm kondisi cuaca buruk….dan kapal itu mati mesin ditengah laut, hgg terombang-ambing ditengah laut selama 2 hari

  3.  

    Kita doakan semua proses evakuasi berjalan lancar

 Leave a Reply