Alutsista Baru Denarhanud Rudal 001, Kodam IM

pangdam-im
Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo, di lapangan Arhanud, Aceh Utara, (29/1/2014)

Lhokseumawe. Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Rudal 001, Dewantara, Aceh Utara, menerima alutsista terintegrasi TD 2000 B, dalam upacara yang dipimpin Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo, di lapangan Arhanud, Aceh Utara, Rabu (29/1/2014). TD 2000 B merupakan senjata pertahanan udara gabungan antara rudal dan meriam buatan China.

Pangdam IM menambahkan 30 unit persenjataan andalan terbaru alutsista terintegrasi TD 2000 B meliputi, radar, FCDV-1 (alat kendali tembak), simulator, Meriam otomatis 57mm/AA jarak tembak efektif 6 km, kenderaal peluncur rudal, FFC kenderaan missile target tembak untuk memperkuat Artileri pertahanan/pengamanan udara di Aceh.

Komposisi sistem persenjataan satu unit radar SR-74 dengan jarak tangkap sasaran hingga 60 km, empat unit FCDV alat kendali tembak dilengkapi pengarah optik dengan jarak jangkau 14 km, delapan unit FCV-1 dilengkapi rudal QW-3 dan mampu menembak sasaran secara efektif dalam jarak 7 km, serta simulator.

td200b-3
Radar TD 2000 B

Alutsista ini dilengkapi 12 pucuk meriam 57 mm/AA yang dapat dioperasikan baik otomatis maupun manual dengan jarak tembak efektif 6 km, serta satu unit FCC kendaraan yang dipergunakan untuk memeriksa misil yang akan ditembakkan dalam penugasan maupun latihan penembakan.

Mayjen Pandu Wibowo dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran alutsista baru ini merupakan perkuatan TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai Undang-Undang (UU) No 34/2004 tentang TNI, yakni menegakkan kedaulatan, melindungi dan mempertahankan NKRI.

Alutsista terintegrasi TD 2000 B merupakan persenjataan andalan terbaru yang dimiliki Detasemen Arhanud Rudal-001 Kodam IM, menggantikan Rapier System. Alusista ini menjadi kunci bagi TNI AD dalam melaksanakan pertahanan negara dan dukungan operasional bagi Arhanud dalam menyelenggarakan pertahanan udara aktif terhadap objek vital nasional dengan menghancurkan dan meniadakan daya serangan musuh melalui pesawat terbang, rudal maupun balistik dalam mendukung tugas pokok Kodam IM.

td2000b-5

Bukan “tebar pesona”
Menurut Mayjen Pandu Wibowo kehadiran senjata ini bukan untuk tujuan pasang aksi dan tebar pesona, tetapi menjadi pengobat dahaga bagi Detasemen Arhanud yang telah lama mendambakan kehadiran alutsista baru untuk menggantikan senjata lama yang telah dipensiunkan.

“Saya berharap dengan penambahan perlengkapan ini akan semakin meningkatkan pengamanan wilayah di jajaran Kodam IM sehingga kinerja pengamanan akan semakin maksimal,” ujarnya. Diakuinya, saat ini banyak alutsista di jajaran Kodam IM sudah tua dan membutuhkan pembaruan dan perbaikan. Namun, dopastikannya bahwa pasukan TNI selalu siaga menjaga tiap jengkal wilayah NKRI.

Sesuai arahan KSAD, lanjutnya, alutsista yang tiba harus segera disalurkan untuk mengisi satuan utama di jajaran TNI AD agar dapat digerakkan sewaktu-waktu.

aceh-arhanud
Alutsista baru Denarhanud 001 Kodam IM

“Hari ini kita menerima persenjataan baru terintegrasi yang merupakan dukungan dari pusat untuk melaksanakan pertahanan udara aktif guna melindungi objek vital nasional maupun titik rawan lainnya di Aceh,” sebutnya.

Saat ditanya wartawan, Pangdam IM mengungkapkan, kehadiran alutsista TD 2000-B untuk menggantikan rudal lama yang sudah berumur 30 tahun. Akurasi senjata ini mencapai 98 persen dan cukup baik dioperasikan di daerah tropis, ujarnya seraya mengharapkan penambahan satu detasemen di Banda Aceh untuk melindungi kota ini dari serangan musuh.

Penerimaan sekaligus peusijuk ini dihadiri Wadan Pusat Senjata Arhanud, Kolonel ARH Fahrudin; Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Hipdizah, Bupati Aceh Utara, M Thaib, Dandim 0103/Aceh Utara, Dan Arhanud 001, Mayor ARH Hari Purnomo; dan jajaran pejabat sipil dan militer lainnya.

Acara diakhiri dengan atraksi pemanfaatan alusista tersebut oleh prajurit TNI Detasemen Arhanud 001 ketika menghadapi serangan musuh dari udara.(analisadaily.com)

TERPOPULER

Tinggalkan komentar