Feb 142014
 
pangdam-im

Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo, di lapangan Arhanud, Aceh Utara, (29/1/2014)

Lhokseumawe. Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Rudal 001, Dewantara, Aceh Utara, menerima alutsista terintegrasi TD 2000 B, dalam upacara yang dipimpin Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo, di lapangan Arhanud, Aceh Utara, Rabu (29/1/2014). TD 2000 B merupakan senjata pertahanan udara gabungan antara rudal dan meriam buatan China.

Pangdam IM menambahkan 30 unit persenjataan andalan terbaru alutsista terintegrasi TD 2000 B meliputi, radar, FCDV-1 (alat kendali tembak), simulator, Meriam otomatis 57mm/AA jarak tembak efektif 6 km, kenderaal peluncur rudal, FFC kenderaan missile target tembak untuk memperkuat Artileri pertahanan/pengamanan udara di Aceh.

Komposisi sistem persenjataan satu unit radar SR-74 dengan jarak tangkap sasaran hingga 60 km, empat unit FCDV alat kendali tembak dilengkapi pengarah optik dengan jarak jangkau 14 km, delapan unit FCV-1 dilengkapi rudal QW-3 dan mampu menembak sasaran secara efektif dalam jarak 7 km, serta simulator.

td200b-3

Radar TD 2000 B

Alutsista ini dilengkapi 12 pucuk meriam 57 mm/AA yang dapat dioperasikan baik otomatis maupun manual dengan jarak tembak efektif 6 km, serta satu unit FCC kendaraan yang dipergunakan untuk memeriksa misil yang akan ditembakkan dalam penugasan maupun latihan penembakan.

Mayjen Pandu Wibowo dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran alutsista baru ini merupakan perkuatan TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai Undang-Undang (UU) No 34/2004 tentang TNI, yakni menegakkan kedaulatan, melindungi dan mempertahankan NKRI.

Alutsista terintegrasi TD 2000 B merupakan persenjataan andalan terbaru yang dimiliki Detasemen Arhanud Rudal-001 Kodam IM, menggantikan Rapier System. Alusista ini menjadi kunci bagi TNI AD dalam melaksanakan pertahanan negara dan dukungan operasional bagi Arhanud dalam menyelenggarakan pertahanan udara aktif terhadap objek vital nasional dengan menghancurkan dan meniadakan daya serangan musuh melalui pesawat terbang, rudal maupun balistik dalam mendukung tugas pokok Kodam IM.

td2000b-5

Bukan “tebar pesona”
Menurut Mayjen Pandu Wibowo kehadiran senjata ini bukan untuk tujuan pasang aksi dan tebar pesona, tetapi menjadi pengobat dahaga bagi Detasemen Arhanud yang telah lama mendambakan kehadiran alutsista baru untuk menggantikan senjata lama yang telah dipensiunkan.

“Saya berharap dengan penambahan perlengkapan ini akan semakin meningkatkan pengamanan wilayah di jajaran Kodam IM sehingga kinerja pengamanan akan semakin maksimal,” ujarnya. Diakuinya, saat ini banyak alutsista di jajaran Kodam IM sudah tua dan membutuhkan pembaruan dan perbaikan. Namun, dopastikannya bahwa pasukan TNI selalu siaga menjaga tiap jengkal wilayah NKRI.

Sesuai arahan KSAD, lanjutnya, alutsista yang tiba harus segera disalurkan untuk mengisi satuan utama di jajaran TNI AD agar dapat digerakkan sewaktu-waktu.

aceh-arhanud

Alutsista baru Denarhanud 001 Kodam IM

“Hari ini kita menerima persenjataan baru terintegrasi yang merupakan dukungan dari pusat untuk melaksanakan pertahanan udara aktif guna melindungi objek vital nasional maupun titik rawan lainnya di Aceh,” sebutnya.

Saat ditanya wartawan, Pangdam IM mengungkapkan, kehadiran alutsista TD 2000-B untuk menggantikan rudal lama yang sudah berumur 30 tahun. Akurasi senjata ini mencapai 98 persen dan cukup baik dioperasikan di daerah tropis, ujarnya seraya mengharapkan penambahan satu detasemen di Banda Aceh untuk melindungi kota ini dari serangan musuh.

Penerimaan sekaligus peusijuk ini dihadiri Wadan Pusat Senjata Arhanud, Kolonel ARH Fahrudin; Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Hipdizah, Bupati Aceh Utara, M Thaib, Dandim 0103/Aceh Utara, Dan Arhanud 001, Mayor ARH Hari Purnomo; dan jajaran pejabat sipil dan militer lainnya.

Acara diakhiri dengan atraksi pemanfaatan alusista tersebut oleh prajurit TNI Detasemen Arhanud 001 ketika menghadapi serangan musuh dari udara.(analisadaily.com)

  29 Responses to “Alutsista Baru Denarhanud Rudal 001, Kodam IM”

  1. 7 km… hmm yah… mw gmna lagi :/

    • ya namanya juga baru buka puasa.minum dulu , makan kurma, baru deh makan nasi.

    • “..dilengkapi rudal QW-3 dan mampu menembak sasaran secara efektif dalam jarak 7 km..
      …Alutsista ini dilengkapi 12 pucuk meriam 57 mm/AA yang dapat dioperasikan baik otomatis maupun manual dengan jarak tembak efektif 6 km..”
      ———–
      Kadang gue merasa ANEH jika membaca spec menurut artikel, apa ini spec aslinya atau bukan…
      atau lebih jauhnya salah beli barang apa tidak jika menakar peruntukannya.

      spec diatas sasarannya paling banter buat menghandle Helichopter serbu musuh…
      yaaah berharap z sonora/sonotan menyerang dgn serbuan Helichopter z.. 😀
      HARE GENE… 6-7 km … xixixi

  2. pasti ada yg nanyain s 300 /s400 kmn?? knp.????

  3. ya itu kan jarak efektif yang biasanya vertikal… jadi bisa lebih apalagi kalau kemiringannya kecil atau horizontal …tapi bisa ke tetangga sebelah

    • Judulnya aja utk angkatan darat. jd TNI AD skrg msh memakai strategi defensif. bertahan jk diserang.. klw utk opensif atwpn freentif TNI AD msh kekurangan ranpur baik itu utk tank, ifv, panser, rantis, reo utk mobilisasi tujuan penyerbuan besar2an. yg ada selama ini kan AD mobilisasi dlm unit kecil dan terbatas krn kekurangan ranpur2 tsb. jd mau gak mau ya, disesuaikan jg dgn alutsista pertahanan sprt meriam penangkis dan canon dan alutsista penyerang sprt howitzer 105 mm dan meriam gunung 76 mm dgn jarak jangkau pendek dan baru2 ini mendapatkan howitzer caisar nexter 155 mm dan MLRS astros yg berkategori berat dan jangkauan lbh baik dan jauh. kedepan jk ranpur kita sdh ckp banyak baru kemungkinan alutsista arhanud kita lbh ditingkatkan jangkauanya. semuanya hrs dikaji dan disesuai dgn alutsista yg sdh ada. dan jk semua ranpur pendukung sdh mencukupi pastilah petinggi militer kita mengusahakan alutsista berdaya jangkau luas dan jauh. tentara mana sih yg gak mau punya senjata yg gahar dan berdaya jangkau jauh ? pada saatnya nanti jg arhanud kita jg punya alutsista jarak jauh.

  4. banyakin aj rudal pnggul perseoranan buat indonesiaz … ntu lebih efisien dan lebih memtikan… kalo kenderaan sebesar itu gampng di cium satelit musuh..

    coba lhat suriah kebanyakan pesawat yang rontok kena rudal yg kecil2 uda gtu ga bsa di tebak arah dtgnya.. tau2 alaram msle bunyii.. kalo uda terlampw dekat ya mw ga mw lompt dr pespur pke tu terjun pyung,, abs itu brondong saat lg melayang layang.. kan gerakan lambat tuh..

  5. kalo ane jadi menhan,, pskhas ni akan sya bkin prasit yan menempel di AD AL ,, setiap batalion infantri psti ada pskhas yg jaga udaranya,, tp tetap satu kantor,,,

    bayangin coba jika google (mta2 usa) udah tau semua posisi smua yonif nya indonesia,, mereka hanya butuh 93 x 3 rudal untuk menghancurkan musuh sebelum gndrag prang berbunyi,, klo udah kaya gtu,, se militan appun TNI ga bakalan berguna

    93 yonif msg komp A B C udah

    93 x 3 = pokoknya banyak dah ,,

    nah untuk konsolidasi psukan dan mengumpulkan psukan yg tersisa butuh wktu lm,, mw ngasih senjata sm rakyat senjata udah pd rusak kena bom,, kembali pertahanan sipil pke bambu runcing,, untung sya sempt bli katana kemrn buat siap2,, klo ga mlu bawa2 b bambu.. ntar di kira mw rebutan layang2 :/

    • Bung TC…ketiga matra kita itu punya pasukan khususnya semua. Dan sepengetahuan saya yang awam ini yang namanya pasukan khusus itu punya kemampuan SEAL semua, hanya saja karakteristiknya ya disesuaikan dengan kebutuhan masing2 angkatan. Jadi ya tak perlu ada yang namanya pasukan khusus suatu matra di-inject ke matra lain.

  6. kira- kira kapan TNI di kasih mainan yg lebih gahar dari yg ini, ya minimal jarak sedang dlu gtu….

  7. katanya modernisasi alutsista kok keliatan jadul gitu, ampun dah…

  8. Ternyata kurang mematikan, bisa di hajar musuh… 🙁

  9. dr warung sblah sdh ada list utk pemblian S-300 di mef 2……?
    hoax kah atau memang ….?

  10. BETUL yang dikatakan bung pedro bareta ini yang dibahas arhanud angkatan darat yang memang konsentrasi dalam pengawakan (operator) pertahanan titik..jarak dekat.

    Kalau ngomonin rudal pertahanan udara jarak menegah dan jarak jauh buk M..S300 atawa S 400 itu LAIN CERITA
    karena yang akan mengoperatori adalah TNI AU,
    Imho

  11. kapan MOU buat belinya.. kok tiba2 udah datang baru niih alusista??

  12. Sengaja pake yang biasa, ntar klo perang bisa direbut musuh trus disabotase….

  13. Itu alusista utk peperangan infantri darat. Kalau ada infantri maupun kavaleri musuh berhasil mendarat di pulau kita itu lah gunanya alusista selain utk melindungi kota.

    • saya masih newbie di forum ini saya hanya ingin menanyakan bisa apa tidak kita hujani singapura dengan segala macam arteleri kita….kita jejerkan yang banyak trus hajar pelabuhan,bandara,dan fasilitas penting mereka mengingat jarak sumatra ataupun batam ke singapura sangat dekat….saya kurang paham perangkat2 militer semisal kita hujani dengan arteleri selama 1 jam terus menerus kira2 singapura masi ada sisa gk itu???tolong di bantu kasih jawaban..saya penasaran..trimakasih sebelumnya

      • gak perlu pake artileri, ndan. kumpulkan aja semua orang batam di tepi laut yang berhadapan langsung dgn singapura, trus dikepolok-kplokin tuh air lautnya, langsung terjadi tsunami di singapura.. 😀

        *maaf saya newbie

      • gak perlu pake artileri, Ndan. kumpulkan aja semua orang batam di tepi laut yang berhadapan langsung dgn singapura, trus dikepolok-kplokin tuh air lautnya, langsung terjadi tsunami di singapura.. 😀

        *maaf saya newbie

  14. banyakin personil GRUP 3 (M)
    tanam dilahan ‘sebelah’..

  15. Tidak meyakinkan Sama sekali….
    Disimpan saja….
    Buat Punya punya an….
    Kalau ada yang tanyakan…bilang saja tidak ada dan tidak pernah Punya…(bikin malu)…

  16. msh syukur kita punya snjata, drpd g pny gan….itu aja negara msh kredit belinya. siapa yg g mau pny alut sista yg canggih…..

  17. sebenarnya alutsista udah bagus yang terpenting itu harus nambah pasokan bbm juga percuma beli alutsista canggih kalo bahan bakarnya kagak ada, ntar mo nembak bensin abis matilah tu tank leopart

 Leave a Reply