Nov 172014
 

Kohanudnas TNI sangat perlukan pesawat buru sergap

Satu dari dua Sukhoi Su-30MKI yang menyergap pesawat terbang nomor registrasi VH terbang di belakang obyek pelanggar wilayah udara nasional itu. Su-30MKI itu dari Skuadron Udara 11 TNI AU yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. (Dinas Penerangan TNI AU)

 

… penanganan pelanggaran ruang udara nasional mengandalkan pesawat tempur Sukhoi… “

Biak, Papua (ANTARA News) – Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI sangat memerlukan penambahan pesawat buru sergap lengkap dengan sistem persenjataannya untuk memastikan kedaulatan ruang udara nasional.

“Pangkalan TNI AU di Medan, Jakarta, Surabaya, Pontianak, dan Makassar perlu dilengkapi tiga pesawat buru sergap sehingga dapat cepat menangkap pelaku pelanggaran wilayah udara nasional,” tegas Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional, Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmadja, di Biak, Senin.

Dia ada di Biak untuk menyerahterimakan jabatan panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV, dari Marsekal Pertama TNI Asnam Muhidir kepada Kolonel Penerbang Fachri Adamy.

Sebagai komando utama pertahanan udara nasional, Komando Pertahanan Udara Nasional TNI tidak memiliki armada pesawat tempur sendiri. Pada masa Orde Lama, komando ini memiliki “satuan udara pantjar gas” sendiri, yang bisa langsung dikomando panglimanya setelah mendapat perintah dari panglima tertinggi TNI.

Setelah Orde Baru berkuasa hingga kini, yang memiliki jajaran pesawat tempur itu adalah Markas Besar TNI AU, yang terbagi ke dalam dua komando operasi, yaitu Komando Operasi Udara I TNI AU (wilayah barat) dan Komando Operasi Udara II TNI AU (wilayah timur).

Yang dimiliki “secara pribadi” Komando Pertahanan Udara Nasional TNI  adalah satuan-satuan radar, yang hingga saat ini berjumlah 20 satuan radar. 12 satuan radar dioperasikan di wilayah barat Indonesia dan delapan di wilayah timur.

Pada sisi lain, dia mengakui bahwa pengadaan pesawat tempur dan sistem arsenal aktif dan pasifnya memerlukan biaya negara yang tidak sedikit dan waktu cukup panjang untuk memproses hingga hadir di Tanah Air.

“Saat ini penanganan pelanggaran ruang udara nasional mengandalkan pesawat tempur Sukhoi. Ya jika jenis pesawat buru sergap kita punya akan sangat membantu percepatan pengejaran pesawat asing melintas secara tidak berizin,” kata Sumintaatmadja.

Dari sisi biaya operasionalisasi, pengerahan Sukhoi Su-27/30MKI dari Skuadron Udara 11 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar, sangat tinggi.

Sekitar Rp400 juta diperlukan untuk menerbangkan satu unit Su-27/30MKI Flanker itu, sedangkan operasi pengejaran dan pemaksaan mendarat atau patroli udara selalu dilakukan dalam flight berkekuatan dua unit pesawat tempur. (www.antaranews.com)

Bagikan :
 Posted by on November 17, 2014

  41 Responses to “Kohanudnas TNI sangat perlukan pesawat buru sergap”

  1.  

    Bisa jd harus bersyukur atas kejadian semacam ini.

  2.  

    tambah pesawat busernya yg banyak…

  3.  

    memang seharusnya ada pesawat tersendiri biar cepat ditindak lanjuti jika ada pelanggaran udara

  4.  

    tugasnya gripen neeh tuk Buser pesawat asing yg masuk wil udara kita…

    •  

      Gripen itu workhorse bung, jadi lebih cucok bwt patroli harian

      Kalo ngejar black flight ya yang gahar sekalian… 🙂

    •  

      Mending F16 C/D 52 kalee..!
      Lha, Gripen mah Pesawat Sepantar sama TA-50 , Tenaganya Juga lbh Kuatan TA-50../F5
      Ketemu musuh spt Su30MK2 atau F18 Growler aza udah terkencing2 pilotnya …!
      Flying coffin mahal…! “thumb Down” !

      •  

        hahaha..Gimana Pilot Gripen NgeBentak F18/F15/F16 suruh turun/Force down ya??? Pasti dia kagak PD bangetzz…

        Klo pakai Su/F15..kan dia Bisa Teriak..”Turun Lo, Gw Bakar Nih! ”
        Klo Pke Gripen :” Mass ,Tlg Turuuuun Duoonk, Pleaaseeee..!, mas cucok deyy”

        hahahahhaha !

      •  

        gak salah tuh bandingin f-16 sm gripen, kl gw sih pastinya megang gripen dibanding f-16 kecuali yg versi block 60 yah, kl yg itu blm tau deh.

        •  

          Bandingin Spek mesin aza, gedean powernya F16 lah(2x), Buat Buser/Pengejaran, Acelerasi sangat penting, Krn jet itu Sangat lama kalau beracelerasi hingga 1 mach , apalagi kalau sudah tembus ke 1 mach lebih, naiknya lebih lama lagi… , jgn dilihat Top speednya walau rata2 max sama 2 mach, Kalau lelet Bisa gagal Mengejar Fighter kelas kakap.
          Air patrol itu nggak perlu ngebut, Anggap aza Radar yg jalan2 di angkasa, mungkin cocok buat kerjaan gripen, padahal fungsi itu bisa di Ganti sama Tucano sih 🙂

  5.  

    ngumpulin pesawat tempur berbagai jenis, tapi buat nyergap pesawat asing yg melanggar batas negara bingung harus pakai yang mana,..
    #sedih+bingung

    •  

      TNI-AU lebih ngerti kok, mereka nggak bingung, Makanya Mereka Menggunakan yg Saat ini di Tunjukkan ke kita.
      Masih Bingung? 😛

      Buser dan air patrol itu beda…
      Buser bisa diartikan Siap FIGHT kalau tiba2 Lawannya Fighter kelas Berat sekalipun.
      klo air patrol lihat2 dulu lawannya lewat radar, kalau bukan kelasnya, kabur trus Ngadu Ke tim Buser, Makanya Tiap2 pesawat yg kita pnya beda2 juga Fungsinya.
      Sama aza kan dg prajurit2 kita yg jaga Perbatasan

  6.  

    Harus punya pesawat buru sergap…

  7.  

    Gagal pertamak lg huhh

  8.  

    Kan masih dibantu radar2 yg ada di KRI 2 juga. Sambil tambah terus radar dan pespur buser. Step by step lah yg penting on the track mef.

  9.  

    Su35 lah yg cocok

  10.  

    nyimak.

  11.  

    Hadeuhhh pada seneng Jail Ke indonesia -_-
    Ntar kena Tembak S-1000 Indonesia Baru Nyaho loh 😀

  12.  

    F16 kita pada kemana ya dengan FA50 kita , kan bisa untuk sementara pake itu untuk buru sergap ?! Oh iya ngomong2 di List Mef II nya bung Nar ga’ di singgung PAK-FA dan tukang sapu hanya menjelaskan TOT FLanker family aja , hmmm apakah itu SU47 , Atau Mig39 jadi mari sambut SU47 dan MIG39 he he :mrgreen:

  13.  

    Gripen NG pilihan paling tepat

    •  

      Di Renstra 2015-2019 Sebaiknya Gripen C/D disewa untuk KOHANUDNAS satu atau dua skadron sebagai perjanjian ToT kepada IFX.Sambil menunggu siapnya Gripen E/F untuk mengakuisis dua skadron penuh.
      Dan biarlah satu skadron SU35 tetap diakuisis oleh TNI AU.Gripen C/D disebar di pangkalan sebelah luar untuk intercept black flight dan SU35/SU30/SU27 tetap di pangkalan Makassar sbg pemotong Pesawat tempur musuh.
      F16/T50i/ bisa dipakai menutupi gap yang berlobang.
      Bila SU35 dan Gripen E/F diakusis maka akan menjadi gandingan mematikan di langit nusantara.
      No Hoax

    •  

      dan yang paling masuk akal mengingat keterbatasan anggaran biaya operasional sprt BBM. gripen solusi tepat utk pesawat interceptor, tinggal buat landasan kecil di setiap pulau2 terluar berikut tangki timbun yg sekalian bisa di pasok/bawa oleh kapal laut kita yg jg melakukan patroli. utk pesawat intercep saya setuju dgn bung reaper hunter gripen adalah solusi pesawat patroli dan intercep yg paling tepat. 😉

  14.  

    setuju..klo buat buru sergap cocok lah gripen ng si mungil namun ampuh senjata nya plus hemat biaya oprsional nya..klo su 35 buat fight aja..senjata rahasia itu mah jgn trllu di publish..

  15.  

    yang ngejar si su, siapa yg berani ngelawan pespur ini pasti dikirim ke alam baka. Indonesia banget gitu loh..

  16.  

    Ngga ngerti saya susahnya dimana, Sekarang kan zaman bbm whatsup, di PING aza pilot yg jaga piket meski beda tempat lagian kenapa ngga pesan pespur pemburu pas SBY jadi panglima tertinggi?! AD aja dikasih leo dan apache masa kohudnas request ngga dikasih..heron saya

  17.  

    Pake jaring laba laba aja.. Hehe be
    canda

  18.  

    Perlu tiga buah atau tiga skadron nih?
    Baiklah, berapapun yg sebenarnya itu tdk perlu dipermasalahkan.
    Bagi sy yg terpenting pemerintah hrs sanggup memenuhinya. Berapapun harganya, sbb itu utk keamanan negara.
    Dan keamanan negara itu tdk ternilai harganya, karena berkaitan dgn ketenteraman. kenyamanan, dan harga diri bangsa.
    Oleh karenanya hrs dinomor satukan.
    Jayalah sll negeriku!
    Amin!

  19.  

    semoga segera beroperasi skadron-skadron buru sergap dibawah Kohanudnas di empat penjuru mata angin…..(berharap.com)….semoga sesuai dengan apa yang barusan dipublis Bung Nara…

  20.  

    Sejak kapan ya kita punya Su 27/30 MKI..?

  21.  

    Ya nggak nganggur bung, pesawat latih tuh selalu sibuk.
    Kalo pertanyaannya kenapa nggak si elang emas, mirip ama pertanyaan kenapa gak pake falcon atau hawk.

  22.  

    Tu F-5 tiger mending siagakan di NTT

  23.  

    kalau buat buru sergap, saya sarankan ambil ep-16 bekas dari amerika sana ………..

  24.  

    Subsidi BBM buat beli Pakfa dan SU 35, tambahin lagi denda Blck flight dan tambahin lagi Stok BBM buat alutsista, baru deh ane rela BBM naek….

  25.  

    yah kalo bisa indonesia segera borong S300/S400 dengan TOT nya… kan gini akibatnya ngomong pesawat asing masih bisa dikejar dengan pemburu tapi ujung-ujungnya ngeluh kurang BBM.

 Leave a Reply