Des 262018
 

Konsep integrasi rudal anti-kapal jarak jauh LRASM untuk Angkatan Laut AS © Lockheed Martin

Komandan Angkatan Laut Rusia, Laksamana Vladimir Korolev, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah meningkatkan jumlah sistem presisi tinggi non-nuklir strategisnya di perairan laut di sekitar Rusia. Hal itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan harian Krasnaya Zvezda pada hari Rabu.

Korolev menjelaskan bahwa Angkatan Laut Rusia akan mempertahankan kehadirannya di perairan internasional pada 2019 dengan latar belakang peningkatan tajam dalam intensitas operasi dan persiapan tempur oleh AS dan NATO di dekat perbatasan Federasi Rusia, penyebaran rudal berbasis laut elemen perisai, sistem non-nuklir persenjataan presisi tinggi, dan infrastruktur militer di perairan laut yang berdekatan dengan wilayah Rusia.

Komandan Angkatan Laut Rusia menyatakan kehadiran militer Rusia tahun depan akan memungkinkan untuk mengesampingkan semua ancaman datang dari laut.

Saat ini, “sekitar 100 kapal perang dan kapal lainnya dari Angkatan Laut Rusia” sedang melakukan tugas mereka di laut.

Menurut laporan sebelumnya, Amerika Serikat telah merancang konsep yang disebut serangan global prompt konvensional, yang membayangkan serangan udara konvensional yang dipandu dengan presisi di fasilitas militer utama musuh, termasuk pusat komando, markas militer dan, peluncur rudal balistik antarbenua. Selama Prompt Global Strike (PGS), AS berencana untuk menggunakan rudal jelajah berbasis kapal selam dan kapal, serta rudal balistik berbasis kapal selam dengan hulu ledak konvensional.

Sumber: TASS

  2 Responses to “Komandan AL Rusia: AS Kerahkan Senjata Presisi Tinggi di Perbatasan”

  1.  

    Gak perlu khawatir, kan sdh ada arhanud S-500 lalu S-400 kemudian dicover dng Buk-Me dan lapis terakhir Pantsir serta Tunguska. Aman terkendali pastinya.