Komandan: Iran Akan Tambah Jangkauan Rudal Pertahanan Pantai

1912
Uji peluncuran rudal pertahanan pesisir buatan Iran © Erfan Kouchari via Tasnim News Agency

JakartaGreater.com – Seorang komandan Angkatan Darat Iran mengumumkan rencana untuk meningkatkan jangkauan rudal pertahanan pantai negara, agar melampaui 300 kilometer, seperti dilansir dari laman Tasnim News Agency.

Berbicara kepada wartawan di Teheran pada hari Rabu, letnan komandan dari Angkatan Darat untuk operasi, Laksamana Mousavi, mengatakan sistem rudal pertahanan pantai Iran sekarang dapat mengenai sasarannya dalam jarak 300 kilometer.

Jangkauan rudal pertahanan pantai Iran akan diperpanjang dalam waktu dekat, tambahnya.

Sang komandan itu juga menyoroti kehadiran kuat Angkatan Laut Iran di Teluk Persia dan perairan internasional, dengan mengatakan kemajuan dalam industri kapal selam dan juga kemampuan rudal telah sangat meningkatkan kekuatan pencegah negara Iran.

Kapal Selam Baru Iran Akan Bertugas di Laut Oman © IRNA

Dalam komentar pada bulan November 2018, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei mendesak Angkatan Bersenjata Iran agar berlanjut meningkatkan kemampuan militer dan kesiap-siagaan mereka sedemikian rupa hingga musuh tidak akan pernah berani berpikir untuk mengancam negara itu.

Panglima Angkatan Bersenjata Iran juga memuji kemajuan yang pasukan militer Iran sebagai “hebat dan luar biasa”, khususnya yang telah dilakukan Angkatan Laut sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979.

Menurutnya keberhasilan Angkatan Laut dalam membawa kapal-kapal domestik yang beroperasi sendiri seperti kapal perusak Sahand atau kapal selam Fateh dan Qadir menunjukkan kemajuan yang lebih besar dari hari ke hari.

Ayatollah Khamenei menekankan bahwa dari kesiap-siagaan militer Iran yang ditingkatkan ini akan menakuti musuh dan menjadi pencegah terhadap musuh, menggarisbawahi, “Republik Islam tidak bermaksud memulai perang melawan siapa pun, tetapi Anda (pasukan militer Iran) harus meningkatkan kemampuan Anda sedemikian rupa sebagai cara yang tidak hanya musuh akan takut namun juga takut menyerang Iran, juga berkat solidaritas, kekuatan, dan kehadiran efektif Angkatan Bersenjata, membuat momok ancaman terhadap bangsa Iran akan tersapu.

2 KOMENTAR

  1. Beberapa waktu lalu saya sempat membahas mengenai proyek di Pertamina dengan bung @Agato 😀 Eh, skrg muncul beritanya 😀

    JAKARTA – Pada Hari Kamis 17 Januari 2019, PT Pertamina menerima kapal tanker pengangkut minyak mentah type General Purpose 17.500 LTDW yang bernama Papandayan.

    Kapal Tanker ini sendiri dikerjakan pleh PT Daya Radar Utama (PT DRU).

    Menurut catatan Center for Budget Analysis (CBA), PT Daya Radar Utama sebenarnya ditugaskan PT Pertamina untuk mengerjakan tiga kapal tanker dengan rincian:

    1. MT Panderman Perjanjian Kontrak 1 Oktober 2013 dengan nilai kontrak sebesar USD22.995.000

    2. MT Papandayan, perjanjian kontrak 7 Mei 2014 nilai kontrak sebesar USD22.695.000

    3. MT Pangalengan 7 November 2014 nilai kontrak USD22.595.000.

    Namun, proyek tiga kapal di atas dalam pelaksanaannya tidak berjalan sesuai perjanjian kontrak alias mangkrak. Hal iini diungkapkan, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA, Jajang Nurjaman, Kamis (07/2/2019) melalui siaran persnya.

    “Untuk mensiasati kondisi ini PT Pertamina bersama pemenang proyek melakukan beberapa kali perubahan perjanjian kontrak, hal ini menurut kami sangat mencurigakan,” ujarnya.
    Center for Budget Analysis (CBA) juga memiliki beberapa catatan yang mencurigan. Pertama, sejak proses lelang, sudah ditemukan indikasi permainan.