JakartaGreater.com - Forum Militer
Jan 172014
 
linud kostrad

Linud Kostrad

Jakarta. Kementerian Pertahanan telah menyusun struktur baru untuk membangun pertahanan Indonesia yang lebih kuat. Struktur baru itu dinamakan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang pimpinannya akan dijabat oleh jenderal bintang tiga. Struktur baru ini tinggal menunggu Keputusan Presiden.

Rencana ini disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Hotel Sultan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, 9/1/2014. Hadir juga dalam acara ini Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, para dirjen, dan para pejabat Kemhan.

Menurut Menteri Pertahanan, struktur baru ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi operasi TNI dalam mempertahankan wilayah Indonesia. Rencana struktur baru ini sudah didiskusikan sejak lama. Saat ini sudah difinalisasi, namun belum ditentukan berapa jumlah Kogabwilhan yang akan dibentuk.

“Ada beberapa alternatif, bisa empat, tiga, atau dua Kogab. Kalau empat Kogab, maka akan ada Timur, Tengah, Barat, dan Pulau Jawa. Tapi keputusan ada di tangan Presiden. Dalam waktu dekat akan diputuskan oleh Presiden,” kata Purnomo. Dibentuknya Kogabwilhan ini sangat penting dalam pelaksanaan operasi, mengingat luasnya wilayah Indonesia. Pembentukan struktur baru ini juga sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi TNI.

Penambahan struktur baru ini, kata Purnomo, tidak akan menambah jumlah anggota TNI. Kebijakan Kemhan untuk tahun 2014 terkait sumber daya manusia (SDM) adalah tidak ada pertumbuhan (zero growth). “Kebijakan SDM zero growth. Kami hanya mengganti personel-personel yang pensiun. Kalau tahun ini pensiun ada 13.000 personel, ya kami akan rekrut 13.000 orang,” kata Purnomo. Jumlah anggota TNI ini saat ini sudah cukup besar, sekitar 500 ribu.

Purnomo membantah bahwa pembentukan Kogabwilhan ini terkait ‘inflasi’ jenderal di tubuh TNI. Menurut dia, bila dibandingkan dengan Polri, jumlah bintang tiga di TNI masih lebih sedikit. Yang jelas, pembentukan Kogabwilhan ini memang sesuai dengan kebutuhan operasi. Purnomo juga menegaskan tugas Kogabwilhan tidak akan tumpang tindih dengan komando-komando utama di TNI AD, TNI AL dan di TNI AU. (detik.com)

Berbagi

  37 Responses to “Komando Gabungan Wilayah Pertahanan”

  1.  

    Sperti rencana semula, tetap memanfaatkan jumlah personil tni, tidak menambah ataupun mengurangi jumlah personil, agar dana anggaran MEF dpt diserap dg baik untuk kemakmuran personil TNI( yg gajinya ga jauh beda sm UMR DkI) skaligus untuk kemandirian alutsista TNI yg tentunya bertujuan menjaga kedaulatan NKRI.

    •  

      Kembali kekonsep dulu lagi sebelum pembubaran Kowilhan dan penciutan KODAM…mungkin krn situasi politik dan militer di LCS dan Samudra Hindia yg mulai menghangat…dan Aussie yg skr sangat ‘pede’ berambisi menjadi Deputi Amrik di Hindia dan Pasific…Perlu penambahan pasukan cadangan dari rakyat terlatih..shg kalo ada konflik terbuka dan ‘terpaksa’ memilih satu front…maka Indonesia siap memobilasi rakyatnya dgn cepat…krn Singapura bisa saja jadi “Israel” thd Indonesia ….Indonesia yg siap tempur adalah syarat perdamaian di ASEAN, dimana bbrp negara tetangga masih mencari kesempatan utk balkanisasi Indonesia…jujur saja Aussie memiliki agenda spt itu…Walau kecewa Timor Leste(negara bentukan Aussie) malah berpaling ke Indonesia..sebagai sekutu nominal…daripada menetek di Aussie krn bantuan China yg massif ke Timor Leste…dan Indonesia skr adalah sekutu nominal dari Rusia dan China…

  2.  

    efisiensi pasukan dan operasional di perbatasan Darat dan Laut. Langkah selanjutnya Pemerintah membuat UU Perbatasan laut.

  3.  

    * Postur TNI stlh program MEF (keinginan gue z) *

    Kogabwil Pertahanan dlm Ide pemikiran gue sbb :
    adalah terdiri 4-5 Kodam, Kodam sendiri mari kita
    redefinisi sbb :
    Setiap Kodam memiliki Unsur Laut-Darat-Udara dimana
    mampu melakukan Operasi Bertahan dan Menyerang
    secara mandiri dalam peperangan modern maupun
    perang berlarut, ringkasnya Setiap Kodam memiliki
    Power setara/sebanding dgn 1 Negara Medium atau
    setara Ranking 10-20 Global Fire Rank atau setara
    Indonesia sendiri saat ini 2013-2014.

    Kodam yg eksis berjumlah 13, kita dorong menjadi 15
    kodam.

    STRUKTUR :
    Panglima TNI (Bintang 4)
    – Kasal, Kasau, Kasad (Bintang 4)
    – Pangarmabar, Pangarmateng, Pangarmatim (Kogabwil,
    bintang 3)
    – Pangdam (Bintang 2)

    Adapun per Kodam (Komando Daerah Militer) maka
    memiliki asset sbb :

    Laut :
    – 1 Main Naval Base + 2-5 second Base
    – 1 Armada KS (6-8 unit).
    – 5-10 Destro
    – 20-30 Real Fregate
    – 50-100 KCR 60


    – Alutsista/Infrastruktur lainnya
    (Silahkan ditambahkan)

    Udara :
    – 1-3 Lanud Utama + 2-5 Lanud bantu.
    – 1-2 Skuad Air Superiority (saat ini parameter nya mungkin Pak Fa atau F-22)
    – 2-3 Skuad Multi Role Fighter
    – 2-3 Skuad Multi Role single engine
    – 1 skuad UAV/UCAV
    – 1 Skuad Heli Serang
    – 1 Skuad Heli Serbu
    – 1 Skuad Heli Transport
    – 1-5 Batera Arhanud Jarak Menengah/Jauh.
    – 1 Skuad Fixed wing tansport
    – 3-5 Awacs



    – Alutsista/Infrastruktur lainnya
    (Silahkan ditambahkan)

    Darat :
    – 1 Div.MBT
    – 1 Div. Light tank
    – 1 Div. Howtzer 155″
    – 1 Div. Howtzer 105″
    – 1 skuad UAV/UCAV
    – 1 Skuad Heli Serang
    – 1 Skuad Heli Serbu
    – 1 Skuad Heli Transport
    – 5-10 Beterei arhanud pendek/menengah




    – Alutsista/Infrastruktur lainnya
    (Silahkan ditambahkan)

    Per Kogabwil Pertahanan memiliki asset
    tambahan sbb :

    – 1-3 Kapal Induk
    – 1-3 satelite Militer
    – 1 Div.Marine Corps Mandiri Lengkap (arsenal udara-laut-darat)
    – KoGabWilPertahanan terdiri dari 4-6 Kodam (optional)
    – Fasilitas Pendidikan,Trainning Center, Bengkel Perbaikan dan pemeliharaan
    – Pabrikan senjata
    – Fasilitas R&D
    – Cyber Army


    – Alutsista/Infrastruktur lainnya
    (Silahkan ditambahkan)
    =======================================
    Jelasnya,kekuatan Perang NKRI setara dgn kekuatan
    15 Negara Medium, artinya Kita harus menaikan
    kekuatan sampe 15x lipat dari skrg.
    =======================================
    Realistis atau tidak, itu tergantung kondisi,
    alutsista hari jika di programkan di Tahun 2000-an pastinya ga realistis juga,
    semboyan kita..”semoga, mudah2an” 🙂

  4.  

    Mau komen apa ya wong nggak baca kajian akademik-nya. Kalau ada yg punya mohon di-share. Juga berapa ya jumlah jenderal di masing2 angkatan.

  5.  

    jumlah TNI ini saat ini sudah cukup besar, sekitar Rp 500 ribu

    ?
    ?
    ?
    ?

    Rp 500 ribu ANEH

  6.  

    Pembagian tugas panglima kogabwil dengan kastaf gimana ya?

    •  

      Kepala Staf kayaknya lebih ke fungsi kordinasi dengan Panglima, termasuk unit unit mana yang disertakan dalam kogabwilhan, pembinaan pasukan dan sebagainya. Sementara Kogabwilhan lebih ke unsur pergerakan / operasional dari yang sudah disusun para kepala staff. Struktur komando kogabwilhan akan berada di bawah Panglima TNI. Berarti Komandan Kogabwilhan bergelar Panglima. Panglima Kogabwilhan. just my opinion

      •  

        Tanya lagi (sorry), keluarnya konsep kogabwil itu karena apa/berdasar latar belakang apa si? (mungkin ada yang punya info ttg permasalahan yang memang terjadi di lapangan)

  7.  

    Sehubungan dengan persiapan awal Renstra II yang meliputi alutsista, sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana dan kelembagaan tersebut,
    Menhan menyebutkan terdapat beberapa produk strategis pertahanan yang perlu dipersiapkan.
    Diantaranya yaitu Strategic Defence Review (SDR) yang telah dilakukan sejak Tahun 2012
    Apa aja ISI SDR diatas karena saya orang awam bukan orang kemenhan maka hanya bisa menerka dan menganalisanya ,

    Merujuk SDR yang dilakukan oleh Inggris pd thn 1997 yaitu ada dua kebijakan alutsista yaitu berkaitan dengan kapal selam kelas Trident dan pespur Euro Fighter
    Kesimpulan strategis secara keseluruhan adalah bahwa Angkatan Bersenjata Inggris harus mampu merespon krisis internasional utama yang mungkin memerlukan upaya militer dan operasi tempur dari skala yang sama dan durasi untuk Operasi Granby selama Perang Teluk .
    Hal ini juga harus mampu melakukan penyebaran lebih luas di luar negeri pada skala yang lebih kecil ( seperti di Bosnia ) sementara tetap mempertahankan kemampuan untuk mount a second substantial deploymentme- yang mungkin melibatkan brigade tempur dan pasukan angkatan laut dan udara yang tepat – jika ini diperlukan by a second crisis(seperti dalam Operasi Veritas di Afghanistan ) .
    It would not, however, expect both deployments to involve warfighting or to maintain them simultaneously selama enam bulan .
    Angkatan Bersenjata juga harus mempertahankan kemampuan , dalam waktu lebih lama , untuk membangun kembali kekuatan yang lebih besar ( pre-Options for Change )
    The next wholesale review of the British Armed Forces was the Strategic Defence and Security Review in 2010

    Bagaimana di Indonesia? ISi SDR mencakup
    , Konsep kebijakan penanganan konflik sosial,
    – Pedoman strahan nir militer,
    – Grand Desigen Cyber Defence,
    – Postur pertahanan militer,
    – Pengintegrasian komponen Pertahanan negara, serta pemberdayaan wilayah pertahanan dan pengamanan objek vital nasional (revisi Perpres no.63 tahun 2004)

    Produk dari SDR itu salah satunya yang kita bahas diartikel ini ,
    Kita coba uraikan pencapaian target pembentukan Kelembagaan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) Pembentukan Kogabwilhan adalah bentuk implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi TNI.

    Struktur baru ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi operasi TNI dalam MEMPERTAHANKAN wilayah Indonesia. komando gabungan wilayah pertahanan yang bertugas mengoordinasikan operasi gabungan antarmatra.
    Sebagai awalan, komando akan bertempat di Ibukota dan memiliki jangkauan operasi di seluruh Indonesia.”Satu dulu di wilayah barat, di Ibukota, di Jakarta. Lokasinya di Mabes TNI. Nanti bertahap dibentuk di wilayah timur dan tengah,”

    ALASAN pembentukan komando gabungan karena kegiatan operasional TNI selama ini tanggung jawabnya di tangan Panglima TNI.
    Panglima TNI memerlukan salah satu komando wilayah pertahanan untuk memonitor kegiatan operasi,” Panglima TNI selama ini juga melakukan kewenangan pembinaan.
    Bila komando gabungan terbentuk, maka kewenangan pembinaan akan dilimpahkan ke kepala staf angkatan masing masing,
    Untuk operasi,akan ada satu Panglima yang mengendalikan seluruh operasi.
    -Operasi teritorial akan dikendalikan oleh Pangdam
    -Operasi perbatasan dan operasi militer mabes TNI dikendalikan oleh panglima gabungan,.
    Komando gabungan urgen karena bisa bereaksi cepat terhadap situasi di daerah.
    Wacana pembentukan struktur baru TNI ini mencuat sejak 2008 saat latihan gabungan antarmatra digelar.

    Kogabwilhan ditinjau disisi akademis adalah organisasi gabungan, penindak awal, dan penanganan terintegrasi antar angkatan. Ketiga kata kunci tersebut dianggap sama dengan terminologi joint force command, early/rapid response, dan joint operations.
    Untuk mewujudkan tiga terminologi kunci tersebut, secara akademik ada tiga pokok persoalan yang harus dipecahkan, yaitu komando pengendalian, gelar pasukan, serta dukungan logistik dan anggaran.
    Doktrin operasi gabungan diarahkan untuk menjamin adanya integrasi operasional antara tiga angkatan yang diukur dari kemampuan integratif sistem pertahanan, satuan-satuan tempur, fungsi dukungan tempur, dan intelijen tiga angkatan UNTUK menggelar operasi militer bersama secara EFEKTIF.
    Integrasi operasional ini akan sangat ditentukan oleh suatu komando tugas gabungan yang akan mengembangkan kemampuan taktikal gabungan yang akan digelar dalam suatu kampanye /operasi militer.

    Just my IMHO Mungkin bisa menjelaskan semua pertanyaan di artikel ini
    Warjager bisa menambahklan dan menguraikan apa saja pengaplikasian dari isi isi SDR diatas
    monngo

  8.  

    KOGABWILHAN dan KODAHAN
    Sumber Andi Widjajanto, bertolak dari Sistem Pertahanan Nasional, mempostulasikan postur Kodahan (Komando Daerah Pertahanan)
    Wilayah Indonesia terlalu luas untuk dikelola dalam satu zona pertahanan.
    Ada prioritas yang berbeda dalam setiap kompartemen pertahanan.
    KODAHAN ditata dalam suatu struktur komando tempur terpadu yang melibatkan gabungan satuan satuan tempur Angkatan.
    o Satuan tempur tingkat Divisi Angkatan Darat
    o satuan tempur tingkat Skuadron Angkatan Udara
    o satuan tempur tingkat Armada Angkatan Laut
    Struktur KODAHAN
    Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang Ditetapkan oleh hokum internasional membagi
    Indonesia menjadi empat kompartemen strategis.
    o Kompartemen I: Sumatera
    o Kompartemen II: Jawa-Kalimantan
    o Kompartemen III: Sulawesi, Bali, NTT, NTB
    o Kompartemen IV: Maluku dan Papua
    Ancaman eksternal akan dating dari tiga arah :
    o Ancaman dari Asia Timur dan Tenggara:
    o Ancaman dari Asia Selatan:
    o Ancaman dari Pasifik Selatan dan Oceania
    Postur KODAHAN sangat mirip dengan KOGABWILHAN.
    Kalau benar maka saya sangat setuju.
    Tetapi yg dikuatirkan oleh sementara kalangan adalah bahwa postur KOGABWILHAN akan menjadi administrative command, tidak membawahi combat command/ tidak punya pasukan di bawahnya, sehingga akan:
    o Top heavy dengan perwira menengah-tinggi
    o Menambah satu lapis dalam struktur komando berlawanan dengan teori
    o Menambah biaya yg tidak perlu

    •  

      Kalau benar demikian, akan jadi rancu juga Kogabwilhan ini. Katakanlah kalau terjadi perang di daeah kogabwilhan itu, lalu siapa yg menggerakkan pasukan ?. Balik lagi ke Panglima TNI. Ujung ujungnya Panglima TNI akan menunjuk bintang 3, krn harus di atas Pangdam yg bintang 2. Atau fungsi combat command kogabwillhan bersifat ad hoc, ketika negara dalam darurat militer atau perang ?

      •  

        Betul sekali ces pleng Bung Diego, sifatnya permanen atau ad hoc/theater command?. Kalau perang melibatkan lebih dari satu wilayah, nanti berebut jadi komandan?. Walhasil jangan buru2 deh dimatangkan lagi dengan melibatkan akademisi.
        Dulu waktu perebutan Irian kita menetapkan theater command.

        •  

          kalo inisiatif saya bagus kagobwil memakai inti kepulauan untuk semua mantra
          mulai pulau jawa sebagai sentral wilayah kemudian sumatra, kalimantan,sulawesi, irian jaya ,maluku dan untuk kepulauan kecil digabungkan jadi satu seperti bali lombok dan ntt kebutuhan pasukan dilihat dari besar wilayah serta prioritas perbatasan yg sangat rentan……

    •  

      Lha kok masih bingung sih
      Di Komando wilayah gabungan pertahanan Pangkowilgabhan akan membawahi beberapa PangKOTAMA yaitu :
      – Para Panglima Kodam (TNI AD)
      – Panglima Divisi kostrad.(TNI AD)
      – Dan Jen Kopasus )TNI AD)
      – Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (TNI AU)
      – Panglima Komando Pertahan Udara Nasional (TNI AU)
      – Para Komandan Pangkalan Angkatan udara/Danlanud (TNI AU)
      – Dankorpaskhas (TNI AU)
      – Panglima Armada (TNI AL)
      – Para Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut/ (DanLantamal TNI AU)
      – Panglima Komando Lintas Laut Militer,(TNI AL)
      – Komandan Korps Marinir (TNI AL)
      – Dan Pasmar (TNI AL)

      Pangkowilhan bertugas Mengendalikan gabungan Operasi tiga matra dalam Operasi tempur dan Operasi Pengamanan perbatasan

      Panglima kodam – betugas mengendalikan Operasi Teritorial
      Para Kepala Staff – akan mengambil tugas Panglima TNI dalam hal Kewenangan Pembinaan

      contoh:
      MIsal di Kowilgabhan Barat di letakkan di aceh bila tidak ada operasi tempur ,Pangkowilgabhan 1 (Barat) bertanggung jawab akan jalannya operasi pengamanan perbatasan TERPADU yang mengawasi selat malaka yang rawan akan tindak kejahatan Laut,
      Di Kowilgabhan Tengah misalkan ada invasi diperbatasan darat kalimantan utara maka Pangkowilgabhan2 ( tengah ) akan mengkordinasi operasi tempur terpadu 3 matra mengusir pasukan sonora yang menduduki wilayah kedaulatan Indonesia, bagian Tengah

      Dengan Adanya KowilgabHan sampai 3 yaitu Barat Tengah dan Timur maka TNI akan meningkatkan kekuatannya bertempur dalam 3 spot pertempuran dalam skala besar. dan dalam jangka waktu yang lama. demikian juga dengan operasi pengaman perbatasan
      Bila pangkowigablhan 2 sibuk menumpas invasi negara sonora di kowigabhan 2 maka Pangkowilgabhan 3 (Timur) mengkordinasikan pengamanan perbatasan yang tercangkup dalam wilayah komado pertahan gabungan 3 timur agar tidak terjadi invasi dari pihak sonotan dan mempersiapkan medan pertempuran bila sonotan siap menginvasi wilayah timur,

      Maka dari itu ada pemekaran pasukan marinir menjadi 3 Pasmar dan pemekaran 3 divisi kostrad 3 Armada Laut ,3 Kohanudnas dan pembentukan kodam kodam baru dalam batalyon batalyon baru,lantamal baru .dan Lanud baru diperbatasan dan dipenjuru Indonesia adalah untuk mengakomodasi setiap ancaman kedaulatan Indonesia dari tiga wilayah pertahan tersebut

      Kalau Dulu ada organisasi Komando wilayah Pertahanan dipimpin Pangkowilhan dan sudah dibubarkan saat restrukturisasi ABRI.,

      Just my IMHO
      semoga dimengerti

      •  

        Ralat singkatan yang benar
        Kogabwilhan =Komando gabungan wilayah pertahana
        Pangkogabwilhan = Panglima Komando Gabungan wilayah Pertahanan

        maaf nulisnya kesimpret simpret da pagi dan ngantuk soalnya

      •  

        @Satrio, permintaan pencerahan lebih detail lagi dlm tema Kogabwilhan

        Dari deskripsi bung Satrio gue sependapat, tapi tidak menyiratkan PENINGKATAN kemampuan dlm Combat Wilayah, Jika hanya Menghadirkan Jabatan command Pangkogabwilhan thok, kalo tidak salah gue menangkap isi deskripsi bung Satrio sendiri, Maka Jabatan Pangkogabwilhan HANYA membantu tugas Panglima TNI dlm Koordinasi Pertahanan wilayah.
        Gue sedikit berbeda patokan dasarnya disini yg merekomendasikan (Koment No.3), Kalo dulu Pangdam lebih kental aromanya dgn kekuatan AD saja, maka pemikiran gue mari hal itu kita definisikan ulang, dgn mendorong jabatan Pangdam pun sudah mampu mengkoordinasi dari 3 Matra + Cyber untuk defence juga Offensive, disini jelas akan ada Peningkatan Alutsista besar2an sebagai implikasi nya.Sementara Jabatan Komando Pangkogabwilhan sendiri adalah gabungan dari beberapa Kodam (4-6 kodam) dgn dasar patokan Luas Area yg dikawalnya.

        Konsep Alutsista yg Massive serta beragam dgn Hi-tech terkini yg diawaki personel hi-skill yg massive pula tentu lah postur yg paling ideal.

        trimakasih.

        •  

          COBA kita Jabarkan apa aja penambahan alutsista dan pemekaran pasukan sehingga diperlukan PANGKOGABWILHAN

          Restrukturisasi Kotama (Kodam) nantinya tidak hanya bicara soal jumlah saja,. Melainkan juga REPOSISI fungsi utama, yang dulunya dominan pembinaan wilayah/teritorial, menjadi komando tempur.
          Makanya, staf organik di Kodim, Korem, Kodam yang ada saat ini dikurangi dan dialihkan menjadi batalyon organik.
          Penambahan jumlah tetap penting, dengan pertimbangan mengurangi span of control .

          Perkuatan marinir dan kostrad, itu dalam konteks yang berbeda, dan saat ini pun sudah dan terus berjalan.
          Pasmar akan mekar setidaknya 2 satuan lagi (menyesuaikan dengan penambahan Komando Armada di TNI AL).
          Dalam konteks jenis dan kuantitas alutsista yang dimiliki Kormar akan bertambah sangat signifikan. Medium tank jelas akan masuk, plus arhanud rudal short range maupun medium range, heli serbu,dll

          Kostrad,juga akan dimekarkan dalam kuantitas dan kualitas yang signifikan. Organisasi eksisting memang akan dimekarkan minimum 4 divisi dan 3 brigade komposit mandiri.
          Satuan Raiders akan jadi “vanguard” atau ujung tombak satuan pemukul, dengan multikualifikasi.
          Belum lagi satuan lapis baja berat, artileri medan gerak sendiri (swagerak) dan sebagainya (maaf tidak bisa detail ngasih infonya)

          Combatant force utntuk kotama Kodam “tier 1” lazimnya terdiri dari
          2 yonif raiders, 4-5 yonif kostrad, 3 yonif reguler, 1 yonkavser, 2-3 yon armed, 1 yon arhanudri/se, detasemen markas1.
          Kodam beserta satuan organik didalamnya bertanggungjawab untuk melakukan containment terhadap OPFOR (opposing force).

          Bila Kondisi memungkinkan si opfor bisa dihajar habis oleh satpur kodam yang bersangkutan. Tapi kalau terjadi eskalasi dalam level diluar kemampuan Kodam tersebut, maka satuan QRF/RRF (pprc) akan siap on call membantu kodam tersebut
          (Disini akan terlihat peran pangkogabwilhan sangat menentukan bagaimana mengatasi langkah pertama menghambat opfor dan mengkordinasi kotama /kodam lain membantu kodam yang di invasi)
          Tanpa ada penambahan kodam, maka kita akan kesulitan dalam melakukan containment pada Opfor yg melakukan agresi pada teritori yg sulit terjangkau oleh satuan organik di bawah kendali kodam tersebut.

          Dalam war scenario kita, sama sekali TIDAK DITOLERIR agresor bisa memperoleh TITIK PIJAKAN dalam wilayah NKRI.
          Pokoknya, dimana musuh landing, langsung hajar

          Untuk Kekuatan Angkatan Laut
          Kita tetap merencanakan tiga Komando Armada di bawah Komando Pertahanan Laut,
          Ditiap Armada membawahi Guspurla dan Guskamla.
          Sedangkan Lantamal yang akan dikembangkan menjadi 14 di bawah kendali langsung Kohanla RI.
          Untuk proyeksi kekuatan ke darat, akan dikembangkan 3 Divisi Marinir, 3 Satlinlamil dan 3 Wing Udara,”

          Menuju kekuatan Green Water Navy akan ada banyak penambahan kapal kapal combatan sampai dengan akhir MEF 2 akan mencakup:
          1. Real fregat, sudah ada dua kandidat (masih rahasia) jumlah akan mencapai 8 unit. Fokus role dari real fregat ini adalah sebagai AAW fregat.
          2. Ocean going corvette: nambah 10 unit baru (diluar armada baru yg saat ini sudah/akan datang yang terdiri dari Sigma class dan NR class) kombinasi PKR 10514 dan korvet dari papa bear,
          3. Littoral corvette/fast attack craft alias KCR akan mencapai > 30 unit, dengan berbagai varian, sebagian besar akan terdiri dari tipe 625 mutant..upss
          – SEBENARNYA, masih ada lagi yaitu yang bakal jadi flagship atau kapal bendera kebanggan armada timur, nyang kelasnya diatas real fregat, tapi untuk yang satu ini dikeep dulu,informasinya 😀

          Note: Untuk besaran kuantitas, masih bisa berubah tergantung kajian eskalasi potential threat. Yang jelas, jumlah diatas adalah jumlah minimum, ga boleh kurang dari itu.

          Untuk pola deployment dan apa saja alutsistanya nanti saya infokan di artikel
          Indonesia kirim 2 kri diperbatasan sekalian menjawab pertanyaan warjager lainnya

          oh yaa warjager bisa melengkapi apa aja yang akan ditambahkan dan strateginya di TNI AU

          •  

            Saat ini minimum 1 kogabwilhan akan dibentuk maksimalnya 3 kogabwilhan dan itu tergantung keputusan Presiden,

            Bila nanti MEF tahap 3 sudah kelar maka pembentukan Kogabwilhan akan dimekarkan menjadi 4 analisanya akan ditempatkan dibarat (mungkin Aceh) ditengah (mungkin natuna) Jawa (Jakarta) dan Timur (sorong)

            Barat akan mengawal perbatasan laut dan selat malaka
            Setelah MEF 2 natuna akan difungsikan sebagai pangkalan militer yang memotong jalur distribusi sonora ke kalimantan.
            Natuna setelah MEF 3 akan menjadi Pangkalan militer lengkap baik kekuatan darat ,laut dan udara,
            Selain untuk menghadang agresor juga untuk mengamankan parameter terluar kedaulatan NKRI menghadapi kemungkinan konflik di LCS.
            Jawa akan melindungi pulau jawa dari berbagai ancaman baik dari selatan maupun utara
            sedangkan timur aklan melindungi ancaman dari samudra hindia(selatan) dan samudara Pasific

            Tetapi semua itu hanya analisa awam saya saja

          •  

            Semoga di MEF II hitung2annya bisa lebih cermat sehingga ketersediaan BBM bagi armada jadi jauh lebih tinggi…

          •  

            Cukup bagus dan menarik sekali ulasan Bung Satrio, ini analisa atau bocoran? Kayak bocoran nih … Moon pencerahannya:
            – Katanya Kohanla, yg akan membawahi 3 armada AL, akan dipegang bintang 3. Bagaimana pembagian wewenang dengan pangkogabwilhan yang akan berbintang 3 juga tapi membawahi 3 matra AD, AL, AU?
            – AAW fregat dan flag ship super apakah dari Inggris dan ada hubungannya dengan pamer kedatangan AAW destroyer HMS Darling + KSAL Inggris saat ini?

          •  

            “kelasnya diatas real fregat” untuk Armatim? bukankah lebih pas jika untuk Armabar atau Armateng?

          •  

            @bung wh
            oalah bung WH rakyat jelata seperti saya ini mana punya bocoran
            menurut saya bung WH
            Panglima Kohanla,Panglima kohanud (mungkin nanti panglimanya juga ditingkatkan menjadi bintang 3) dan Panglima Kostrad ,DanKomar, Dan Paskhas,Dan jen Kopassus juga Kepala staff akan mendampingi Panglima TNI di Jakarta mengatur strategi dan taktik pertempuran dan menghasilkan perintah dan kordinasi untuk dilaksanakan kepada tiga pangkogabwilhan yang bertanggung jawab dipertempuran 3-4 front tsb

            Mungkin nanti 3 -4 Pangkogab wilhan diisi dari bintang 3 dari masing masing matra..
            pangkogabwilhan 1 barat bisa dari Marsekal madya
            Pangkogabwilhan 2 Tengah bisa dari Letnan Jendral marinir atau TNI AD
            Pangkogabwilhan 3 Timur bisa dari Laksamana madya
            Pangkogabwilhan 4 Jawa bisa dari Letnan Jendral TNI AD

            AAW fregat konon sampai 8 biji jadi analisa saya bremen class dan Talwar class
            untuk Flagg shipnya makai apaa yaa ??? ada usul bung wh > Darin class itu MAHAL
            hehehehe..

          •  

            CUkup bagus dan menarik sekali ulasan Bung Satrio, ini analisa atau bocoran? Kayak bocoran nih … Moon pencerahannya:
            – Katanya Kohanla, yg akan membawahi 3 armada AL, akan dipegang bintang 3. Bagaimana pembagian wewenang dengan pangkogabwilhan yang akan berbintang 3 juga tapi membawahi 3 matra AD, AL, AU?
            – AAW fregat dan flag ship super apakah dari Inggris dan ada hubungannya dengan pamer kedatangan AAW destroyer HMS Darling + KSAL Inggris saat ini?

          •  

            @Bung Now
            Flagg ship lebih baik tuk menghadapi ancaman dari samudra hindia dan samudra pacific,,,jadi flag ship harus nongkrong diareal blue water controll

            tetapi kalau diperlukan bisa di deploy di mana aja misal di natuna bila LCS memanas.

            Pangkogabwilhan ini kalau di US mungkin setara dengan
            Jenderal Stanley Mc Chrystal, Panglima komando AS di Afghanistan
            Jenderal Ward panglima Komando AS di Afrika

            Bisa jadi nanti ada Panglima Komando Indonesia di Australia bila mau buka friont disana atau Panglima komando Indonesia di Semenanjung,panglima di serawak..atau panglima di PNG
            gak segitnu kale ngayalnya hehehehe

          •  

            Sekedar catatan, di AL negara2 berbahasa Inggris, flag officer adalah pati tertentu yang karena jabatannya berhak mengibarkan bendera/panji sebagai penanda keberadaannya (di HQ atau di kapal).
            DI AL AS flag officer adalah level admiral / panglima armada, kapal sang admiral yang berfungsi sebagai command center (armada ke 7 misalnya) dengan sendirinya mengibarkan bendera tsb, dan disebut flag ship.

          •  

            wah ..baru ngeh nih ada bahasan lanjutan dari @bung Satrio, btw thanx kesuwun.

          •  

            bung @Satrio,

            Indonesia tanpa perbatasan darat 🙂

  9.  

    Mengantisipasi masalah prbtsan antara india dng R.I dng adanya samudera hindia, n antara singapura serta malaysia dng R.I, maka perlu korgabwilhan barat di aceh dan di palembang dng kekuatan dr masing2 matra adalah 2 divisi, utk mengantisipasi mslh prbtsn drt malaysia dibentuk korgabwilhan utara di kalimantan dng kekuatan 2 divisi dr msg2 matra, utk mengantisipasi mslh prbtsn laut filipina dng sulawesi dibentuk korgabwilhan tengah di sulawesi dng kekuatan 2 divisi dr msg2 matra, utk mengantisipasi mslh prbtsn darat NTT dng Timor Leste n mslh prbtasan laut NTT dng Australia shg perlu dibentuk korgabwilhan selatan di NTT dng kekuatan 2 divisi dr msg2 matra, kemudian krn Amerika menempatkan ribuan personil di Pulau Cocos dan di Pulau christmas dan di selatan pulau jawa ada perbtsn laut dng australia shg Pusat di pulau jawa dng kekuatan msg2 matra adalah 4 divisi.

  10.  

    KOMENTAR KOGABWILHAN
    Organisasi Markas Besar TNI
    Kotama Ops (Komando Utama Operasi) TNI :
    1. Komando Pertahanan Udara Nasional;
    2. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan;
    3. Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat;
    4. Komando Pasukan Khusus;
    5. Komando Daerah Militer;
    6. Komando Armada;
    7. Komando Lintas Laut Militer; dan
    8. Komando Operasional TNI Angkatan Udara.
    Komando Utama Operasi sebagaimana dimaksud padahuruf e angka 2 sampai dengan angka 8 merangkap dan berfungsi sebagai KotamaBin KOMANDO UTAMA PEMBINAAN.

    KOGABWILHAN
    (1) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan disingkat Kogabwilhan bertugas sebagai penindak awal bila terjadi konflikdi wilayahnya baik untuk OMP maupun OMSP dan sebagai kekuatan penangkal bila terjadi ancaman dari luar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.
    (2) Kogabwilhan dipimpin oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan disingkat Pangkogabwilhan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI.
    (3) Pangkogabwilhan dibantu oleh Kepala Staf Kogabwilhan disingkat Kas Kogabwilhan dan Asisten Pangkogabwilhan.
    (4) Susunan organisasi Kogabwilhan dan satuan-satuan dibawahnya dibentuk SECARA BERJENJANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN.
    PERTANYAAN
    1. Apakah fungsi PEMBINAAN ditransfer dari no. 3 s.d. 8 ke no. 2 (Kogabwilhan)? Logikanya dilaksanakan pada waktu damai. Note ditransfer = dipindahkan manusia dan perlengkapannya, sarana dan prasarana.
    2. Apakah pasukan tempur di-BTO-kan dari no. 3 s.d. 8 ke no. 2 (Kogabwilhan)? Berlaku dalam masa damai atau perang atau berlaku permanen?
    3. Seiring dengan pertanyaan di atas, bagaimana dengan tupoksi administrasi, logistik, dan intelijen?
    4. Apakah dengan begitu akan terjadi duplikasi tupoksi? Konsekwensinya penambahan personil perwira menengah/tinggi. Sarana dan prasarana.
    PENUTUP DAN KESIMPULAN
    1. Sebetulnya konsep ini baik karena berdasarkan kebutuhan di lapangan Latgab atau dalam masa perang Operasi Gabungan/ Theater Command, yang bersifat sesuai kebutuhan/ ad hoc. Namun implementasinya jangan keblabasan sehingga malah menimbulkan masalah baru.
    2. Kata kuncinya sebenarnya ada di ‘dibentuk SECARA BERJENJANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN.’
    3. Bagaimana kalau dipindahkan dari Kotama Ops ke b. unsur pembantu pimpinan : Staf Umum/ Staf Ops TNI, dengan ‘skeleton TOE’ yg dapat dimekarkan sesuai kebutuhan pada Lafgab, OpsGab atau Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana disingkat PRCPB.
    4. Kesimpulan: pembentukan Kogabwilhan sdh ada PerPres-nya, namun PP-nya seharusnya melibatkan para pakar DI LUAR TNI, sehingga paling tidak menghindari apa yg disebut ‘kacamata kuda’.
    Just IMHO.

  11.  

    1. Each Kogabwilhan group will be equipped with its own fleet of warships, jet fighter squadron and Army units. Each group’s commander, a three-star general, will be given the authority to respond without having to go through the red tape at the TNI headquarters in Jakarta.

    2.The government is planning to have four Kogabwilhan groups cover several flashpoints, which according to the ministry officials, are Aceh, Natuna in Riau Islands, Papua and Attambua in East Nusa Tenggara.
    —————————
    Seperti yg gue prediksi :
    1. Tadinya prediksi penguatan alutsista High-End (Air, Navy dan Army )superiority lebih ke tingkat Kodam/Kotama lagi, tapi dgn setingkat kogabwilhan juga sudah merupakan peningkatan yg Luar biasa.
    dgn tidak menutup kemungkinan dimekarkan sampai ke tingkat Kodam dimasa mendatang.
    Bagaimanapun Jumlah yg Massive adalah Big Trouble. 😀
    2.Sesuai prediksi juga, awal2 akan dibentuk 4 Kogabwilhan,
    Pembagian wilayah diharapkan diatur sedemikian rupa, sehingga bila terjadi Battle field maka ada 2 Kogabwilhan yg berdekatan.
    Kogabwilhan pertama mampu melakukan total deffence sekaligus pre-emtive strike, Kogabwilhan kedua murni memukul langsung di kandang lawan.

    Bravo.

    •  

      4 Kogabwilhan bagaimana pembagian wilayahnya?

      Untuk negara seukuran dan potensi Indonesia, satu Kogabwilhan bisa jadi setara dengan satu kekuatan militer negara tetangga. Rencana ini juga butuh tambahan jumlah alutsista yang significant. Satu Kogabwilhan mungkin akan lebih kuat dari Kogabwilhan yang lain tergantung tantangan keamanan wilayahnya.

      Tadi malam saya posting mengenai FPDA dan perlunya Indonesia punya kemampuan seimbang dibandingkan 3 anggota FPDA bersama-sama dan sekaligus (Aus, My, Sg). Kogabwilhan ini mungkin bisa jadi jawabannya. TNI ke dpan bisa menjalankan beberapa front peperangan secara mandiri dan bersamaan.

      Ini adalah doktrin yang paling maju dan berani dari TNI, ternyata TNI sekarang mulai thinking big 🙂 tapi juga mahal. Tiap Kogabwilhan minimal punya 2 squadron tempur awal dan kemudian idealnya 4-5 squadron. Negara2 tetangga rata2 punya 6-8 squadron tempur, hingga 1-2 Kogabwilhan akan bisa menandingi. Sendirian, Indonesia harus (dan mudah2an segera) mempunyai kekuatan setara 3-4 negara tetangga sekaligus. Potensi ekonomi dan sdm Indonesia 50% Asean, kekuatan militer hendaknya juga punya persentase di kisaran itu

  12.  

    Pembagian wil.sepertinya merujuk ke Teori Andi Widjajanto, (komentar bung Antonov)

    o Kompartemen I: Sumatera
    o Kompartemen II: Jawa-Kalimantan
    o Kompartemen III: Sulawesi, Bali, NTT, NTB
    o Kompartemen IV: Maluku dan Papua

    Hanya ada gosip juga tuh Pulau jawa harus TERSENDIRI, entah ini jadinya 4+
    Mahal Pasti, tapi untuk ukuran kedaulatan sangat wajar z,
    Ada harapan gue sendiri :
    Khusus Air Power penekanannya (alutsista)/Kogabwilhan,
    – Heavy Fighter yg bisa Flight dari ujung Sumatra sampe Ujung Irian tanpa Refueling diudara atau darat, juga dlm Missile arhanudnya (menengah).
    – Menganut Pola Maen Bola, Setelah MEF-3, (Heavy, Med to Heavy, Light) = 4-4-3 ;
    MEF 2 lebih realistis jika : 2-3-2

    Lumayan Gagah ya ..? (aamiin duluan z akh) 😀

 Leave a Reply