Mar 162019
 

Jet tempur Rafale-M dan drone nEUROn melintas di dekat kapal induk Charles de Gaule © Dassault Aviation

Komando Sentral Amerika Serikat (AS) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal induk Angkatan Laut Perancis Charles-de-Gaulle dan kelompok pemogokannya telah bergabung dengan operasi koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan kelompok teror Islamic State (ISIS).

“Pada 13 Maret 2019, Grup Carrier Strike Prancis, CTF473 tiba di lepas pantai Suriah untuk mendukung Operasi Gabungan Satuan Tugas Gabungan Inherent Resolve”, kata pernyataan itu, Kamis.

Grup serangan kapal induk terdiri dari kapal induk Charles-de-Gaulle, kapal fregat Denmark Daniel Juel, dan kapal selam serangan di antara aset-aset lainnya, menurut pernyataan itu.

“Charles-de-Gaulle meluncurkan pesawat Rafale Marine dan Hawkeye untuk mendukung pasukan koalisi di darat dan mengumpulkan intelijen sementara aset udara dan kapal lainnya melakukan operasi kontrol udara dan maritim”, pernyataan itu menambahkan.

Grup maskapai penerbangan Prancis telah melakukan tiga misi sebelumnya sejak Januari 2015 untuk mendukung koalisi yang dipimpin AS.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa Prancis akan mengikuti Amerika Serikat dalam menarik pasukan dari Suriah setelah kelompok ISIS dikalahkan. Namun, Macron telah menekankan bahwa Paris perlu “memperbaiki” situasi di lapangan untuk membantu Suriah menciptakan masyarakat yang inklusif dan mencegah kelompok teroris lainnya berkembang karena frustrasi rakyat.

Tahun lalu, jaringan TV Al-Manar Libanon melaporkan bahwa militer AS mendirikan pangkalan baru di provinsi Hasakah, Suriah, dan Prancis mengirim konvoi militer ke pangkalan itu. Menurut laporan media, beberapa kolom militer AS, termasuk kendaraan lapis baja tiba di Hasakah dan kemudian melanjutkan ke Shadadi, sementara kendaraan militer yang diduga di bawah bendera Prancis mengikuti ke daerah di Hasakah barat laut.

Namun, juru bicara koalisi telah menolak mengomentari masalah ini, dengan alasan “keamanan operasional”.

Sumber: Sputnik News

 Posted by on Maret 16, 2019

  2 Responses to “Komando Pusat AS: Kapal Induk Prancis Bergabung dengan Operasi Melawan ISIS”

  1.  

    Ini salah satu akibat tekanan Trump… memaksa negara sekutu untuk mengirimkan armadanya ke wilayah konflik… karena selama ini justru semua tugas di emban oleh USA…

    Memang otak Trump tidak jauh dari otak bisnis… bertolak belakang dengan sebagian besar punggawa USA yang ingin USA dominan meskipun berakibat USA menanggung beban biaya operasional yang tinggi

  2.  

    Berita terlucu sedunia, mbahe ngISIS ngajak perangi ISIS padahal ngISIS sudah kocar-kacir

    Kwokwokwok 😎