Mar 102017
 

Airbus A400M Atlas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, (5/3/2017) (ANTARA News/Ade P Marboen)


Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, serta Intelijen, belum menyetujui pembelian 5 unit pesawat A400M dengan harga 2 miliar dolar AS.

“Bahwa tidak benar kalau DPR RI, dalam hal ini Komisi I pernah membahas apalagi menyetujui pembelian 5 unit pesawat A400M seharga US$ 2 miliar,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, seperti dikutip beritasatu.com pada Jumat (10/3).

Hasanuddin menjelaskan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, Komisi I tidak pernah membahas merk dan produk pesawat tertentu dalam pembahasan RAK/L Kemhan/TNI, apalagi memberi persetujuan soal besaran harganya. Menurutnya, merk, produk, dan harga pesawat ditentukan oleh tim pemerintah cq Kemhan/TNI setelah melalui tender.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, Komisi I DPR tetap berpegang teguh pada isi UU industri pertahanan, bahwa tidak dibenarkan membeli dari luar bila Alutsista sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Seandainya harus diimpor, maka ada ketentuan yang harus diikuti, antara lain rekomendasi dari komite kebijakan industri pertahanan (KKIP) dan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI).

“Sampai saat ini saya sudah mengeceknya ke PT DI. Dari PT.DI tidak pernah membicarakan skema Transfer of Technolgy mengenai pengadaan pesawat A400M tersebut,” kata Hasanuddin.

Sebelumnya, kantor berita Jane’s melaporkan ?pernyataan sumber soal rencana pembelian pesawat A400M. Di situ disebutkan persetujuan Komisi I DPR dengan pembelian, dengan syarat pelibatan PT. DI dalam kerangka transfer teknologi. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pesawat akan dibawa ke Indonesia untuk dites oleh pejabat TNI pada Maret ini.

Sumber: beritasatu.com

 Posted by on March 10, 2017

  46 Responses to “Komisi I DPR Belum Setujui Pembelian Pesawat A400M”

  1.  

    Halangan menghadang. Makin jauh dah pengganti Hercules.

  2.  

    yah telat

  3.  

    kapan badai pasti berlalu?

  4.  

    belum ada berita ttg korsel ya

  5.  

    Yaelah minta di kasih fee dulu ? Setelah dapet fee pasti langsu di setujui 🙁

  6.  

    Ya begitulah mungkin komisi 1 tunggu hercules Indonesia makin uzur dan negara tetangga punya pesawat angkut lebih canggih dulu baru akan dianggarkan dan itupun baru sebatas Akan

    •  

      Kenungkinan besar … DPR tidak akan menyetujui rencana pembelian Alutsista Dalam bentuk Apapun …kalau komisi nya Tidak jelas …
      Orang itu …dari dulu ..selalu begitu Terus Kalau bicara soal pembelian Alutsista….
      Sok birokratis yang nationalist….
      Kalau hadits ….riwayat nya lemah …

  7.  

    Hadehhh,beritanya sdh kemana kemana tapi belum disetujui.ampun dah.#tepok jidat.

  8.  

    PTDI mungkin sedang ngambek.

    Ya PTDI harusnya calling-calling lah ke Airbus.

    Mungkin nggak ada pulsa ya ?

    Lho prosedurnya AU kasih spek ke kemhan, trus kemhan koordinasi dengan inhan, trus kemhan nego ke dpr, trus sesudah itu kemhan nego sama produsen…

    Lha ini mereka khan baru sebatas menawarkan ke kemhan mana tahu melirik dsb.

    Atau jangan2 bilang gitu tuh karena nggak jadi dapat fee gara2 kemarin ada ribut2 tentang yg satu itu tuh yg dikasih pita panjang berwarna kuning

    Trus tuh produsen blackhawk, apache dan chinook adakah omong2an sama PTDI ?

  9.  

    Baru 5 aja sudah ribut negara sebesar NKRI seharusnya memborong min 8 unit pesawat angkut berat.

  10.  

    Yg ribut makelarnya…Ada yang gak kebagian kayakna…Makelar Avanza baru aja dapat 1-2 JT…Lha ini…hadeeh

  11.  

    Mahal amat, berapa sih harga pastinya?

  12.  

    takut ketlikung di lintasan lurus makanya persetujuan diamankan dulu

  13.  

    Bagaimana negara mau kuat apa2 ujungnya ribut! Sudah mendarah daging KKN dinegeriku tercinta ini!

  14.  

    Beli ilyushin aja 5 bikin di russia 3 bikin di ptdi

  15.  

    ini udh sy duga pasti. setiap di tawarin yg gede gede.. ujung ujungnya.macet . ruwet ..jelimet..tp kalo yg ditawarin yg bekas pasti lancarrrrrr

  16.  

    tenang…bung.ntar biar diurus persekotnya ama bung@Songlap Jaya.beliaukan terkenal licin orangnya.sabar ente pasti kebagian kok. 😀

  17.  

    Makelar ya gitu..Penambahan,pengalian,pengurangan cepet bisa Mach 4 kecepatannya…Giliran pembagian…Gak pakai sama dengan…ahahhaha

  18.  

    Warjag udah sepi mending tidur ah

  19.  

    wow.. hidup DPR..
    kayaknya cuma lagi manuver saja..
    kalo persetujuan pembelian memang ada.
    cuma klausul2nya DPR gak dapat bahas,, jadinya gitu deh…

  20.  

    Lagu Lama dpr….
    Wkwkwk

  21.  

    Sebenarnya kita harus mencermati statment wakil Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, serta Intelijen, Tubagus Hasanuddin bahwa tidak benar Komisi I pernah membahas apalagi menyetujui pembelian 5 unit pesawat A400M seharga US$ 2 miliar. Itu memang benar adanya.
    Lalu dijelaskan lagi dibawahnya bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, Komisi I tidak pernah membahas merk dan produk pesawat tertentu dalam pembahasan RAK/L Kemhan/TNI, apalagi memberi persetujuan soal besaran harganya.

    Artinya sesuai ketentuan memang tidak pernah membahas pembelian 5 Unit A400M, karena bukan domain mereka, itu menjadi domain Kemenhan dan user. Biasanya yg dibahas dng mereka adalah Rencana Anggaran pengadaan Pesawat angkut berat. Nah disitu disebutkan speknya, fungsinya bg user serta jenis2 pesawat yg ada dipasaran. Hanya itu kewenangan DPR. Kalau sampe terjadi DPR menyebut merk maka akan dikomplain KPPU nya International.

    DPR akan membahas merk apabila terjadi temuan/masalah, spt Heli AW, Sukhoi yg katanya harganya di mark up utk meminta penjelasan resmi pemerintah. Namun bukan dalam pembahasan anggaran.
    Jadi kita harus cermat membaca apa yg disajikan media spt yg pernah bung@Anu pernah sarankan.
    Selamat pagi Warjag, Salam libur 2 hari…hehehe

  22.  

    Malaysia TUDM sudah punya 4 Airbus A400M. http://www.malaysiandefence.com/fourth-a400m-delivered/

  23.  

    BELUM DISETUJUI….
    lebih parah dari…
    AKAN……

  24.  

    payah nunggu persetujuan anggota dewan.dulu pembelian mbt jga rbut ,ktanya merusak jalan.aq sbgai rakyat jelata ingin negaraku kuat.

  25.  

    Sudah benar para DPR, pembelian alusista jika kita memang tidak mampu membuatnya, disini kita punya PT DI. Dan jika setuju pembelian harus melibatkan PT. DI dalam trasfer tekologi kerangka pesawat dan sebagainya..!!!

    Masalahnya PT. DI sudah siapa apa belum…???

    Coba diangkat bung diego, masalahnya apa, dari dulu PT. DI gak bisa buat pesawat angkut berat…apalagi jet tempur.!!!

  26.  

    jadi mereka mereka ini lah yg membuat, menhan dan panglima selalu berkata °°AKAN°°

  27.  

    Aku sie apa ada nya , di setujui oke , gak di setujui Gak OKE . Xixixi

  28.  

    Tes tes ,, kok jd susah coment !!

  29.  

    Urusan apapun kenapa harus Selalu telat dan kalah dari negara tetangga..

  30.  

    Katanya rakyat indonesia tidak suka dgn pesawat ini kerana belum lagi matang dan ada yg sudah jatuh… tapi tgk kepada komen2 ni rakyat indonesia macam berminat pula..

    •  

      Saya tk berminat bung Jebon saye lebih suke Antonov An-70 tapi jika Airbus A-400M tetap di pilih sama TNI ya saya tetap maklumin aja kan TNI lebih tau apa yg di butuhkan :mrgreen:

    •  

      Macam pesawat dan heli malon aja yg tidak pernah jatuh…look ur mig29,hawk,A4 skyhawk terhempas sampe sekarang mayat pilotnya tak pernah jumpa,ur beechcraft,heli nuri tua sering terhempas kerana tiada sparepart lg

  31.  

    Orang congor putih lagi nyari obyekan lgi kyknya..