Jun 132018
 

Jet tempur Eurofighter Typhoon Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe). © bomberpilot (CC BY-SA 2.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Uni Eropa harus mengalokasikan anggaran sebesar € 13 miliar atau sekitar $ 15,3 miliar untuk “penelitian dan pengembangan” senjata demi meningkatkan kemampuan pertahanan Blok Eropa, demikian usulan Komisi Eropa pada hari Rabu.

Seperti dilansir dari laman Daily Sabah, anggaran tersebut akan digunakan sebagai Dana Pertahanan Eropa, yang diluncurkan tahun 2017 saat Uni Eropa berusaha meningkatkan pertahanan dan keamanannya menghadapi ancaman yang terus meningkat, termasuk dari Rusia dan adanya keraguan tentang komitmen Amerika Serikat terhadap aliansi NATO di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Anggaran itu dimaksudkan untuk mengurangi duplikasi dalam penelitian militer dengan memberikan insentif bagi negara-negara anggota untuk mengumpulkan sumber daya. Blok Eropa menginginkan hal ini mengarah pada pengembangan teknologi mutakhir yang bisa dioperasikan di antara militer Uni Eropa.

Bagaimanapun, Uni Eropa menekankan bahwa litbang itu tak akan menciptakan struktur paralel bagi NATO, bahkan sebaliknya, peningkatan kerjasama pertahanan dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi aliansi juga.

Anggaran Pertahanan Uni Eropa tahun 2021 – 2027 akan menjadi yang pertama kalinya bahwa blok tersebut memasukkan dana pertahanan dalam perencanaan keuangan jangka panjangnya.

Proposal yang diajukan oleh Komisi Uni Eropa sekarang akan perlu disetujui oleh negara-negara anggota Uni Eropa dan Parlemen Eropa – sebuah proses yang secara historis akan berlangsung sengit dan memakan waktu yang panjang.

  4 Responses to “Komisi Uni Eropa Alokasikan $ 15 Miliar Untuk Litbang Senjata”

  1.  

    Ngapain nambah anggaran pertahan lebih baik bantu warga palestina

  2.  

    Duo Euro Canard Rafale & Typhoon

  3.  

    Suatu ketika Bu SMI pernah tanya ke pak jenderal tentang masalah duplikasi anggaran.

    Keinginan militer di negara manapun utk jadi kuat menjalankan tugas adalah sangat penting utk keamanan & bargain politik, tapi pak jenderal tdk pernah memberi analisis ekonomi dan research.

    Jika saja ada sistem koordinasi ANGGARAN jangka panjang — dg universitas, swasta, BUMN & lembaga2 research — TNI bisa jadi sumber inspirasi kemajuan research Indonesia.

    — just saying 🙂

  4.  

    Kenapa bu SMi sampai bertanya bgtu…
    Apakah anggaran militer sebenarnya berpuluh kali lipat..
    Jika benar pasti banyak alutsista yg tak terpublis..

    Apa beda duplikasi anggaran dg pengandaan anggaran..

    Lau knp pak jenderal tdk pernah memberi analisis ekonomi dan research…
    Malu kah ato bgmn…

    Lalu tidak adakah yg bertanya ke jendral knp capaian penguasaan teknologi militer bisa berjarak langit dan bumi di banding cina dan india..

    Ha ha ha