Nov 172017
 

Tembagapura, Mimika Papua.

Timika, Jakartagreater.com – Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai masyarakat sipil di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua sengaja dijadikan tameng oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey yang dihubungi dari Timika, pada Jumat 17 November 2017, mengatakan kelompok sipil bersenjata yang kini menguasai kampung-kampung di sekitar Tembagapura harus segera membuka akses agar suplai bahan makanan maupun bantuan kesehatan segera masuk ke wilayah itu.

“Kita minta kelompok sipil bersenjata untuk tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng. Mereka harus buka akses untuk pelayanan dan misi kemanusiaan,” ujar Frits Ramandey. Ia mengatakan sekarang ini aparat keamanan (Polri dan TNI) serta Pemkab Mimika telah mengirim bahan makanan ke wilayah Tembagapura, tepatnya di sekitar Kantor Polsek Tembagapura.

Hanya saja masyarakat sekitar itu tidak berani pergi mengambil bahan makanan tersebut lantaran takut keselamatan diri mereka terancam sebab KKB tidak segan-segan membunuh karena memiliki senjata api. “Bahan makanan dan lainnya itu sekarang tertahan di Tembagapura karena tidak ada akses untuk droping ke kampung-kampung itu. Sekali lagi atas nama kepentingan kemanusiaan, ini harus dibuka,” tutur Frits.

Frits Ramandey juga mengungkapkan Komnas HAM melalui kantor perwakilan Papua sudah beberapa kali mencoba mengupayakan negosiasi dengan KKB, namun belum membuahkan hasil.

“Kita sudah bangun pendekatan namun belum ada hasil. Sampai sekarang tetap buntu. Awalnya sudah ada yang bersedia berkomunikasi, namun kemudian sudah tidak mau lagi,” tutur Frits sembari menolak menyebut identitas kelompok atau pimpinan KKB yang sempat melakukan komunikasi dengan Komnas HAM tersebut.

Komnas HAM, ujar Frits Ramandey , terus berusaha membangun komunikasi dan pendekatan ke KKB agar mereka mau mengakhiri intimidasi terhadap warga sipil dan bersedia membuka akses agar sekitar 1.300 warga sipil yang kini terisolasi di Banti dan Kimbeli segera mendapatkan bantuan kemanusiaan.

Upaya negosiasi itu dilakukan bersama-sama dengan tim yang didatangkan dari Mabes Polri bersama para tokoh adat, tokoh masyarakat serta pemuka agama di wilayah itu. “Kami terus melakukan usaha itu. Apapun kepentingan mereka, akses ini harus dibuka. Masyarakat sipil tidak bisa dijadikan tameng. Sekarang korban terus berjatuhan,” ujar Frits Ramandey.

Terkait gugurnya sejumlah anggota Brimob dalam kontak tembak dengan KKB di wilayah Tembagapura, Frits Ramandey menilai hal itu merupakan bentuk tindakan kriminal.

“Komnas HAM turut berduka cita atas gugurnya anggota Brimob Bripka Firman. Saya sangat mengenal almarhum sebab beberapa kali kami satu tim. Orangnya sangat gesit dan aktif dalam beberapa kali operasi. Peristiwa yang menimpa almarhum adalah sebuah tragedi dan kriminal sehingga usaha penegakkan hukum harus dilakukan,” jelas Frits Ramandey.

Bripka Firman gugur sewaktu kontak tembak dengan KKB di Mil 69, Tembagapura, pada Rabu 15 November 2017 sekitar pukul 03.50 WIT. Almarhum meninggalkan seorang isteri, dr Santa Manangsang, yang tengah hamil 7 bulan dan seorang putri bernama Lala berusia 8 tahun. (Antara).

  45 Responses to “Komnas HAM : KKB Jadikan Masyarakat Sipil Tameng”

  1. Sikat secepatnya

    • Nyanta aja, biar kelaparan dulu biar ham yang …. kira ” seperti apa…

      • Nah ini yg saya maksud permainan intelijen….. mustahal kalo TNI tidak mampu menangani kasus ini dengan cepat……..

        Kasus ini memang sengaja dibikin berlarut2, biar mata dunia melihat kalo kelompok kacrut ini memang tidak ada tempat buat dikasihani…….. dan negara pendukung kelompok ini pasti akan tertampar mukanya, kecuali mereka itu memang asu.

      • Itu sebetulnya jauh dr pelanggaran ham jika didalam misi itu penyelamatan sandera setelah melalui negosiasi buntu

        Hahhaahaaaa

    • Komnasham sdh bisa melotot dgn mata sendiri atas pelanggaran ham di wilayah papua. Selama ini komnasham melihat dari sudut pandang kaca spion. Jadi pernyataannya selalu bertolak belakang dgn k3adaan yg sebenarnya. Trus bgt siapa yg pelanggar ham secara nyata?? Pertanyaan tersebut perlu jd pertimbangan komnasham dlm berpernyataan kedepannya. Well mich

  2. klo korbannya dari tni ato polri..itu cuma kriminal biasa dan bukan masuk pelanggaran ham.tp klo tni dan polri menyerbu mereka,pasti komnas bilang itu pelanggaran ham… sebenarnya ham itu siapa sih??? koq tni polri sering kalah sama si ham

  3. Laut Natuna Mulai Tenang Sekarg Papua Barat Bergoyang, Indonesia Darurat Operasi Militer Senyap

  4. Sikaaaaaattttt…….basmiiiii……..jangan sampe kaya Timor Timur…..

  5. tni/polri punya alat sadap gk?
    ada struktur organisasi, pasti kkb ada instruksi komunikasi dgan atasannya, dan gk mungkin sendiri. liat sosmed ttg opm soalnya aktif ..
    klo ada instruksi komunikasi penyanderaan bisa jd bukti ham buat nangkep sampe ke struktur atasnya apalagi klo ada diluar negri, negara yg ono…

  6. Orang HAM ngomong doang….talk moreeeee, no actionnnnn = loserrrr….

  7. MANA SNIPER. sudah waktunya sniper digerakan bukan hanya saat lomba saja mereka ditugaskan. heheheee

    • Kalau ada 100 kriminal jika mau di shoot sama sniper paling tdk ada 100 sniper biar sekali tembak medan bisa di kuasai, jika satu masih hidup maka kemungkinan akan ada korban warga.

      Jika 100 kkb pada mati semua saat sekali shoot, tetap dikuatirkan kita akan dibully telah berlaku sadis, susah kan bro …

  8. Ayo cepet diproduksi masal. Coba tes di suriah.

  9. Dengan begini negara kita bisa memnuntut mereka baik yang kaum cendekiawan opm dan kaum gerilyawan opm….supaya mereka tidak ngadu sesuka nya ke PBB..

  10. Supaya nggak melanggar ham suruh komnas ham yg membebaskannya,,,lawan tuh kkb

  11. Pasukan gabungan TNI-POLRI telah membebaskan sandera, dari sumber lain menyebutkan pasukan gabungan masuk pada pkl. 4.00 shubuh dan proses pembebasan selesai sekitar pkl. 8.00 pagi.

    http://jateng.tribunnews.com/amp/2017/11/17/salut-tni-polri-bebaskan-seluruh-sandera-kelompok-bersenjata-di-papua-videonya-mengharukan

  12. Pertanyaan nya apakah pembebasan nya pake negosiasi?? Kalo pake kontak tembak, gak mungkin warga yg habis dibebaskan itu terlihat jalan dg santai apalagi kelompok KKBnya banyak. Mungkin Goliat Tabuni ikut berpartisipasi dalam negosiasi. Kalo opsus, dg sandera sebanyak itu dg puluhan/ratusan KKB bisa jadi unit yg dilibatkan lebih besar daripada peristiwa penculikan Mapenduma.

  13. Saya jadi ingat opsus pembebasan sandera di Mapenduma waktu tahun 96, nonton di siaran TV. Kayaknya bangga banget bisa selesai, apalagi pembebasan ini menjadikan Kopassus-Raider terkenal di Dunia selain operasi Woyla. Karena opsus ini, Prabowo menjadi sangat terkenal apalagi cerita dibaliknya termasuk pake UAV Heron Singapore yg buatan Israel.

    Keberhasilan ini jelas berdampak 2 hal positif.
    1.) Nama baik pemerintah lebih terangkat karena kesuksesan ini termasuk dibandingkan dg opsus Mapenduma.
    2.) OPM tidak bisa lagi mengatasi namakan pelanggaran HAM telah terjadi di Papua yg dilakukan oleh TNI/Pemerintah RI karena mereka jelas melakukan tindakan yg melanggar HAM.

    • KKB kata polri… pdhal menurut seorang teman yg suaminya jg d sandra… pelakunya adalah separatis yg sejak dulu merongrong NKRI d Papua….

    • Jgn lupa operasi penyerbuan pasukan keamanan PBB di Afrika dr KOPASUS yg berjumlah 30 orang mampu mengalahkan dan menyandera 3000 millisi pemberontak dimarkas besar mereka yg mana didalamnya mempunyai Tank dan alutsista yg lengkap, padahal pasukan PBB yg konvoy mendekati markas mereka aja byk tewas disergap salah satunya dr India klu tdk salah. Sampe sekarang daerah itu menjadi laboratorium tempur bagi pasukan Afrika dan PBB untuk mempelajari rahasia dibalik keberhasilan KOPASUS tsb. Itu sudah pernah ditayangkan pd Metro File ps saat Ultah KOPASUS.

  14. sudah saya duga pasti Tontaipur dan kopassus sudah mengintai.. la baru lawan curut2 OPM.. saat ambalat panas tahun 2005 satu tim dari TNI berjumlah 6 orang mungkin dari tontaipur sudah menyusup jauh masuk ke hutan sawit di semenanjung malaya. hahahhaa… karena ada TKI asal flores yg tidak sengaja berpapasan dngan mereka ditengah hutan.. believe it or not.. :v

 Leave a Reply