Jul 062014
 
Kereta super cepat Shinkansen

Kereta super cepat Shinkansen

Jakarta – Pemerintah berencana membangun proyek kereta cepat Shinkansen untuk rute Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung. Proyek kereta cepat Shinkansen Jakarta-Surabaya ditargetkan beroperasi 6 tahun lagi.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, kereta ini akan dibangun di jalur baru, bukan di jalur kereta Jakarta-Surabaya yang kini sudah beroperasi yaitu di jalur Pantura.

“Nanti mungkin sebagian ada yang elevated (melayang),” kata Bambang kepada detikFinance, dikutip Kamis (3/7/2014).

Bambang mengatakan, pembangunan proyek ini akan menggunakan dana yang besar, yaitu mencapai ratusan triliun rupiah. Yang mana separuhnya menurut Bambang harus dibiayai pemerintah.

Agar layak secara finansial, di setiap koridor atau stasiun kereta ini akan dibangun kawasan terpadu, atau transit oriented development.

Proyek ini digabungkan dengan real estate di setiap stasiun atau koridor.

Pandangan Pakar
Kereta ini dinilai akan sangat laris meski tiketnya lebih dari Rp 500 ribu sekali jalan per orang.

Pengamat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, masyarakat yang ingin bepergian dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya dengan waktu yang lebih cepat sheperti penumpang pesawat, maka diperkirakan akan beralih ke kereta cepat.

Orang tidak perlu boarding maupun ambil bagasi, seperti yang terjadi dalam penerbangan pesawat.

“Karena ini di tengah kota, orang yang biasanya pakai bus dan pesawat akan beralih ke kereta cepat ini,” kata Djoko, Kamis (3/7/2014).

Djoko mengatakan, sarana transportasi ini akan laris meski tiketnya tehitung mahal. Bahkan meski harga tiketnya sama dengan harga tiket pesawat kelas ekonomi Jakarta-Surabaya, Djoko menilai masyarakat akan tetap memilih kereta cepat.

“Ke bandara saja sudah dua jam, pesawat satu jam lebih, belum nunggu pesawat yang kadang delay. Kalau tiketnya sama dengan pesawat terbang itu mesti laris. Katakanlah Rp 500 ribu itu jamin, pasti laris!” kata DJoko.

Dia mencontohkan, kereta cepat yang sudah beroperasi di beberapa negara seperti di Korea Selatan, yang menghubungkan Busan dengan Seoul sejauh sekitar 750 km, mengangkut 150 ribu orang setiap harinya.

Sementara Tokaido Shinkansen Jepang, menghubungkan Tokyo – Nagoya – Kyoto – Osaka. Kereta ini memiliki kecepetan 300km/jam.

Interior kereta Shinkansen

Interior kereta Shinkansen

Tanggapan PT KAI
Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menganggap proyek ini tidak perlu. Jonan mengatakan, untuk membangun proyek kereta super cepat membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Dia memperkirakan kereta cepat itu akan menghabiskan dana ratusan triliun rupiah.

“Itu kalau Jakarta-Surabaya paling kurang biayanya Rp 200 triliun sampai Rp 300 triliun. Pertanyaan saya perlu nggak dibikin kereta cepat?” kata Jonan saat ditemui selepas jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Jonan menegaskan, dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk pemerataan pembangunan di luar Jawa. Infrastruktur, menurutnya jangan hanya dibangun di pulau Jawa saja, melainkan pulau-pulau lain di Indonesia.

“Yang bangun harus pemerintah. Kenapa dana itu tidak digunakan untuk membangun infrastrutktur di luar Jawa. Menurut saya ya bangun infrastruktur di luar Jawa supaya pemerataan pembangunannya lebih baik,” papar Jonan.

Dia juga beralasan waktu konstruksi untuk membangun mega proyek itu tidak sebentar. Memerlukan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk merampungkan proyek itu, terlebih jaraknya yang mencapai sekitar 700 kilometer.

“Kalau elevated itu makan waktu. Lebih dari 10 tahun saya kira. Konstruksi di tengah jalur ganda itu makan tantangannya luar biasa. Kecuali keretanya (double track) mau berhenti semua,” tambahnya.

“Bandung raya urban railway saja itu berapa tahun. Double track Cikarang-Manggarai 10 tahun itu nggak ada realisasinya,” imbuhnya.

Dia juga mengaku tidak berminat jika nanti ditawari menjadi operator kereta cepat ini. “Saya nggak minat kereta cepat Jakarta-Surabaya. Saya sebagai operator kereta api, kereta cepat itu belum perlu,” tutupnya.(Finance Detik.com).

  86 Responses to “Pro Kontra Kereta Super Cepat”

  1. pertamax

    • Numpang di Nomor SATU….., benar juga kata pak dirut KAI ya….daripada bangun infrastruktur rel baru untuk KA cepat lebih baik selain untuk pemerataan luar jawa juga interkoneksi dari bandara ke pusat kota dengan multi moda diseluruhh bandara utama (komersial), jangan latah hanya karena ada tekhnologi KA Cepat…..lebih baik yang pengin lebih cepat bisa lewat udara kembangkan bisis tranportasi udara carter, taxi udara, selain lebih cocok dengan negara kita yang kepulauanan juga pengambangan industri tranportasi udara juga akan menumbuhkan air power secara keseluruhan.

      Lagian ndak kebayang tuh KA sekelas Agro dengan loko diesel berkecepatan maks 120 km/jam masih suka ditimpuk batu……bagai KA sekelas shinkasen/ TGV yang berkecepatan diatas 300Km/jam…….

  2. Duo..

    • nebeng duoxx…
      setuju bingit itu, 300 triliun pendanaan berjangka selama 10th.
      saat ini kita gak butuh shinkansen, klo 10thn lagi pasti butuh dan dimulai dari sekarang,
      10thn lagi orang semakin sibuk bekerja dan berkarya,
      10thn lagi indonesia mengalami kemajuan yang pesat dalam bidang apapun ,termasuk pemerataan pembangunan sudah terealisasi,
      sangat menghemat waktu jkt-sby 2,5jam mengingat waktu adalah uang,
      berawal dari mimpi dan sebuah kebutuhan, tentu saja semua dimulai dari sekarang.
      majulah sdm kita, majulah indonesia

      • neng juga setuju..
        kereta cepat perlu untuk logistik barang dari sentral Indonesia Barat (JKT) ke sentral Indonesia Timur (SBY).
        pelabuhan duo sentral itu harus diperluas agar menjadi hub tol laut yang mencukupi untuk menjawab tantangan logistik Indonesia 10-20 tahun ke depan.

      • termasuk solusi kemacetan ,kebayang gimana 10 tahun mendatang kemacetan menghiasi seluruh jalanan kota kota dijawa seiring pesatnya persaingan industri otomotif dunia!!!

        jika tidak sekarang,kapan lagi???
        kalo harus dimulai 10 tahun mendatang berarti 20 tahun kemudian baru terealisasi,artinya indonesia mungkin tertinggal dengan negara maju lainnya dalam hal ini. sementara negara lain seperti jepang dll telah miliki kereta dengan tenaga nuklir 🙂 🙂

    • izin komen ah

      dirut KAI bilang kita tidak butuh
      tp 10th lg kan pasti butuh
      untuk menyambung 4 kota besar sekaligus
      jkt, bndung, smarang, dan surabaya akan meningkatkan mobilitas orang
      masalah dana 20T/th untuk 10th kan bisa
      buat bakar premium 270T/th aja bisa kok masa ini engga

      masalah waktu ane juga setuju
      ada yg bilang kreta lebih cepat dari pesawat
      hitung aja dari brangkat ampe ambil koper bahkan ampe nginjak di tujuan buuh brp jam
      klo kreta jadwalnya lbh on time
      hehe

      *kcuali KRL

      • Saya lebih setuju dengan Dirut KAI…… dan lebih baik double track aja yang “digalakkan”,
        Info: sekarang aja dengan KA dari Jember – Jogja lebih cepat +- 10 jam tanpa double track, jika dengan mobil 15 jam lebih, ckckck
        KAI keren
        NKRI Harga Mati

    • yakin bisa, pph migas saja 500-an T/thn, kalau pph misal 10%, berarti kalo kelola migas sendiri bisa dapat duit 5000-an T/thn, sinkansen semua seluruh indonesia, ada kemauan maka ada jalan

  3. Cepet realisasikan, masa indonesia blom punya slalunya ketinggalan ama negeri tetangga

    • pengen nya sih begitu….
      saya lebih mendukung dirut KA
      alasan pemerataan lebih dibutuhkan dari pada melulu mengenjot infrastruktur di jawa
      sekarang kita bicara pemerataan dan skala prioritas
      jalan tol sumatra aja belum,,,, jembatan selat sunda juga belum,,, di kalimantan? sulawesi, papua?
      ya tapi klo dananya cukup siapa sih yg ga mau, semuanya aja sekalian..
      ditengah keterbatsan dana skala prioritas dan konsep pemerataan pembangunan perlu diperhatikan

      • Sama dengan bung Siantan. Saya juga setuju dengan dirut KAI.
        Lebih baik kalau dananya dipakai untuk pemerataan pembangunan jalur KA di bagian lain Republik ini.
        Mongol yg rutin bikin rusuh ke pemerintah China saja sekarang di daratannya sudah terbentang ribuan kilometer jalur KA bikinan pemerintah China. Artinya infrastruktur terbangun dan mau gak mau investasi jadi lebih mudah masuk, perekonomian jadi bergairah. Terlepas dari masih bergejolaknya daerah itu.
        Bayangkan kalau hal yang sama dilakukan di Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Betapa banyak daerah yang akan berkembang karena terhubung dengan KA.
        Kalau perekonomian tumbuh, kualitas hidup masyarakat bisa meningkat dan niscaya ajakan2 untuk memberontak akan tidak laku. Untuk apa berontak kalau perut kenyang, anak bisa ke dokter, bisa sekolah.
        Efek-nya akan jauh lebih baik kalau dana tersebut dipakai untuk pemrataan pembangunan.
        Walaupun, jujur saja, saya juga pingin banget bisa ngerasaain ada kereta api cepat jalur Jkt – Bdg atau Jkt – Sby. Gak harus sekelas shinkansen deh, cukup ICE-nya Jerman juga sdh cepat dan aman.

  4. sip…

  5. masih belum waktunya

  6. pemerataan pembangunan (luar jawa) emang perlu..
    namun klo emang proyek ini menguntungkan ya dicicil sambil jalan berbarengan dg pemerataan
    jangan bilang tidak,,

  7. ASU bikin ulah lagi..

  8. 500 rb per orang.maf pak,gaji saya aja gk cukup untk beli tiket.mbokya yang merakyat gtu.bkin proyek kok cuma untuk pengusaha saja

  9. moga aja dpt terealisasikan…,

  10. lanjutken

  11. sepuluh besarkah

  12. Jerman skrg dh jd negara independen, beda dg jepang yg msh djajah USA

  13. 12 besar Lah

  14. saya sependapat dengan Dirut PT KAI utk saat ini kereta cepat belum terlalu penting lah buat monorel ato subway aja belum kelar2..disamping butuh investasi besar lalu jalurnya mau dibangun dimana lah bikin double track rel kereta api jakarta-surabaya saja sudah susah minta ampun dan makan waktu lama lebih baik dana yg 200-300T itu dibagi ke wilayah lain misal sumatra,kalimatan ato sulawesi agar bisa dibuat jalur kereta baru disana..masak jalur kereta api hanya ada di jawa saja dan sebagian sumatra saja agar insfrastruktur nya lebih merata

  15. perlu dibangun kereta cepat.karna indonesia sudah cukup ktinggalan di banding negara asia lainya

    • Mau ngejar gimana?? Wong masyarakat kita gak mau maju, waktu pembebasan lahan MRT itu butuh perjuangan panjang dan melelahkan.

      • bung jalo@jujur saya paling gak setuju dengan kereta cepat tersebut.,sebab selama mental bangsa ini masih bobrok,apa jadinya kereta yg berkecepatan +-300 km/jam jika bAUT rel KA nya dicuri.

  16. Dana pemerataan pembangunan sudah ada pos dananya tersendiri.kalau kita tidak berpikir ke depan kapan negri ini akan maju.10 thn akan dtg sarana kreta api saat ini tidak akan dpt mengcover semua penumpang.Dengan kerata cepat dpt mempersingkat waktu dan menghndari kemacetan yang semakin parah

    • Mau Cepet ndak macet pake moda udara bagun bandara hub yang memadai malah membri multiplier efek, kereta cepat hanya untuk angkut penumpang (masal berkecepatan tinggi) solusinya kan sudah ada dengan angkutan udara, bagusan tingkatkan kinerja KA konvensional dg perbaikan infrastruktur perkereta apian, safety, signal, trafic monitoring deesbe.

      ilutrasi Jarak Jakarta Surabaya (point-point berada di pusat kota) 784km
      kereta diesel kec rata2 100km/jam….waktu tempuh 8Jam
      Pesawat Jet kec rata2 600km/jam…..waktu tempuh 1Jam 20 Menit plus tranport dalam kota pp 1 jam (asumsi terbangun integrasi rel KA ke bandara) ….
      kurang lebih aja kalau ukuranya soal kecepatan kalau shinkansen dikebut habis rata2 300km/jam juga waktu tempuhnya 2jam lebih tuh…….apalagi ada resiko jalur tdk steril plut baut dipreteli wiiiihhhh syeereeemmm.

      bisa aja mau lebih cepat dari itu pake air charter sekelas cesna citation, gulstreem atau phemeom embraer…..plus naik chooper ke spot ….dah ada tuh solusinya…

      masih banyak wilayah RI yang butuh pembangunan infratruktur….tetapkan skala prioritas

  17. kalau di pulau jawa mau bikin transportasi seharga 5000 triliun juga gak apa2 asal jangan uang dari kalimantan yang dipakai, kan kasihan kalimantan cuma dapat getahnya aja

  18. setuju, kalau tidak sekarang kapan lagi, jkt-sby 2.5 jam super cepat, kalo bikin MEF versi pembangunan

    • mef 1 itu ngejar kuantitas bung, bukan kualitas. kalo mau ngikut mef 1 berarti hrs ada krl atau krd di sumatera, kalimantan, sulawesi dan papua meskipun keretanya hibah tapi dah diupgrade full digital…
      juga ada tol di 4 pulau itu meskipun mungkin masih jalan kelas II…

      mef 2 pengembangan port dan bandara di semua pulau besar berstandar singapur atau klang
      mef 3 baru ada alat transport yang ajib2…

  19. setuju dengan Dirut PT. KAI, untuk saat ini kayaknya blm perlu yg seperti itu,..

  20. Kalau saya sih lebih baik utk bangun infrastruktur dulu, uang ratusan triliun di gunakan utk bangun jalan tol dari Aceh sampai lampung, buat jembatan selat Sunda double decker utk angkutan umum dan kereta api,penambahan jalan tol dari merak ke banyuwangi, buat jembatan selat bali dan selat lombok. Buat jalan negara antara pontianak sampai bontang, buat jalan tol dari ujung pandang sampai menado, buat jalan negara dari biak sampai maroke. Sepertinya lebih bermanfaat utk pertumbuhan ekonomi daripada utk melayani orang2 kaya..

    • setuju, pembangunan infrastruktur non jawa itu lebih mendesak, dikesinambungkan dengan rencana pendulum nusantara kalo bisa, untuk menggenjot investasi dan kelancaran logistik juga. Ujung-ujungnya harga komoditas juga yg kena imbas, kalo pembangunan cuma di jawa aja.

  21. indonesia adanya niat korupsi bukan niat maju. muakkkkk

  22. perbaiki dulu kualitas jalan diluar jawa. akan meningkatkan taraf hidup orang jika desa terpencil terhubung dengan kota

  23. Menurut saya , lebih baik tertinggal sebentar dalam hal teknologi KA ini daripada tertinggal dalam hal pemerataan kesejahteraan dan infrastruktur bangsa.. CMIIW

  24. Negara dengan moda transportasi seribu rencana, sejuta kontra.
    berakhir dengan Nol (0) realisasi (adapun mungkin puuluhan tahun lamanya).
    Saya yang sama ber-akar di Pulau Jawa aja nggak tau Jakarta itu seperti apa.
    Soalnya butuh bermalam malam lamanya perjalanan ke Jakarta.
    hehe.. soalnya naik pesawat mahal (untuk kantong saya), paling banter pun (mungkin) naik komuter ekonomi.
    Yaahh.. kalau menurut saya ya didukung aja,janji bikin pergerakan kita lebih leluasa,mendongkrak ekonomi para pebisnis tentunya. lha wong masyarakat yang di jawa juga belum sejahtera, yang sejahtera itu wilayah ibu kota propinsi dan sekitaran kabupaten.,daerah pelosok seperti saya ya belum, itu aja menurut saya

  25. Mahal juga ya; kalau gitu ngga usah deh. Pakai kereta yang lambat bin lelet aja masih laku kok. Mending uangnya bikin infrastruktur technology tinggi sama beli kapal2 Indonesia Coast Guard

  26. Terlepas dari kenyamanan dan kepuasan yang ditawarkan jasa kereta api cepat ini, tanpa visi yang jelas dari pemerintah, sulit rasanya untuk mengatakan setuju. Melihat gelagat yang ada, Jepang cuma berniat mengeksport produk dan keahlian management KAnya saja, tapi tidak menjual, apalagi memberikan teknologinya. Hampir semua aspek, dari A to Z nya adalah produk Jepang. Bisa dipastikan bahwa Jepang hanya menempatkan Indonesia sebagai object pasar bagi kelangsungan industri hitechnya. Ini strategi bisnis kelas tinggi untuk meningkatkan volume eksport Jepang yang semakin tergerus, seiring semakin pesatnya industri otomotif di negara-negara sekawasan, seperti Korea dan China.
    Meskipun kedengarannya sangat enak, karena sumber pendanaannya ditanggung Jepang, tapi itu berarti bahwa hutang luar negeri kita akan bertambah, yang artinya pula, rakyat jugalah yang menanggung akibatnya. Apalagi moda transportasi ini hanya diperuntukan bagi penumpang bukan barang, jadi permasalahan akut yang selama ini kita hadapi, yakni ekonomi biaya tinggi, akan tetap tidak menemukan jalan keluarnya. Idealnya, perpindahan barang harus bisa lebih cepat dari pergerakan orang, sehingga efisiensi distribusi bisa tercapai, berbiaya rendah dan berefek positif pada daya beli masyarakat. Hutang ratusan triliun hanya untuk membeli sebuah kebanggaan, itu sama saja dengan sebuah mimpi yang menuai mati, sama sekali gak berarti..! Kalau niatnya benar untuk memperbaiki infrastruktur, dengan dana yang ratusan triliun itu, akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk penyebaran sarana KA di seluruh Indonesia, dan tingkatkan managerial skill PTKA, jauh lebih logis, karena efek dominonya lebih bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia, disamping itu tentu saja akan memberikan kesempatan yang baik pada PT INKA dan PTKA untuk menjadi pemain global yang lebih terpercaya.

    Ceritanya akan berbeda jika pemerintah mengambil inisiatif seperti yang dilakukan oleh China. Negara itu menyediakan dana sepenuhnya untuk membeli teknologi transportasi ini dari Siemens Jerman. Seluruh bahan baku berasal dari China. Total, Jerman hanya mengirimkan para pakar dan tenaga ahlinya saja ke China. Sehingga disini yang mendapat benefit bukan hanya Jerman, karena dengan skema ini akhirnya China bisa menguasai teknologi bullet train dan berkesempatan untuk mengembangkannya sendiri. Jika cara ini yang diambil pemerintah, saya akan menjadi salah satu yang paling depan untuk menyatakan dukungan saya.

    • Ada ToT dan pembelajaran bikin keratanya juga didalam negeri gitu Mas Yayan maksudnya??.. sorry oot orang awam

      • Kalau untuk China, mungkin bukan lagi Transfer of Technology, tapi sudah Selling of Technology. Gak ada pra syarat apapun, yang ada cuma barang dan uang..! Hehehe..!

    • setuju dengan kang Yayan disini. Harus ada TOT seperti di China, kl ngga cuma ngimpor aja dr Jepang nantinya. Hati hati dengan “saudara tua” yg satu ini 🙂

    • sependapat dengan bung Yayan….peningkatan skill dan pemerataan KA di luar pulau jawa itu penting,kita juga perlu meniru dari apa yang dilakukan china..TOT itu perlu juga..

    • ikut setuju juga bung……

    • Salam bung yayan saya setuju dengan analisa anda….lebih baik memperkuat daya produksi PT.INKA utk memproduksi kereta api sendiri dripada hanya sekedar mengimpor gerbong2 bekas dri jepang

      • Yup bener sekali, kasus monorail PT INKA sudah menawarkan produk dalam negeri, keretanya yg dipamerin di Monas. Sayang, pemilihan jatuh ke China. Jadi bisa disimpulkan perkembangan teknologi kereta dalam negeri susah untuk maju.

        • klo ga salah monoral buatan indonesia belum ada sertifikasi layak bung jalo.. la trackny aj belum ada buat uji lintas

          • Karena ada faktor penghambat, membuat sesuatu itu tidak selalu langsung jadi, pasti ada tahapannya kalau ada salah tinggal disempurnakan. Bener, uji kelayakan terkendala track, dan masalah di badan sertifikasi tanah air.

        • Apakah monorail Bandung itu salah satu contoh lemahnya visi kemadirian sang gubernur Jabar atau lebih sebagai ambisi sang gubernur Jabar? Mengapa beliau tidak ngotot untuk gunakan produk nasional. Padahal SDM dan kapasitas & kapabilitas PT INKA cukup mumpuni untuk urusan monorail. Ada apa ya?

  27. saya tinggal dijepang. sedikitnya tau tata pemerinthan dijepang. kalau disini tiap mengenai masalah infrastruktur lebih cepat pergerakannya, tidak banyak bertele tele dlm mengambil keputusan dan perizinan apalagi utk kemajuan. dijepang bisa dilalui dengan 5 pintu, tpi klau diindonesia harus melalui 50an pintu pemerintah utk memiliki izin.

  28. agen ganda yang tertangkap ini..ketika yang dimata2i adalah seorang anggota parlemen, apa yang ingin didapat??kebijakan apa yang dilakukan oleh seseorang anggota parlemen yang dimata2i itu..

  29. untuk saat ini bener blm perlu, kereta api skrg aja diperlintasan bnyk mobil nyelonong ketabrak apalagi kalau supercepat apa gak mati semua penumpangnya bila trjd kecelakaan, masyarakatnya blm siap untuk tertib dll, bener untuk pembangunan pemerataan di luar jawa

  30. Belum urgen plus setuju dgn pendapat bung yayan, saya justru takut ini cuma ”proyek” kelompok elitis tertentu saja, jangan2 nanti muncul istilah ”baru” lagi ”mafia kereta”

  31. Jadi gerbong commuters Di jagobeta hasil hibah…biar kita ngga bisa bikin commuter sendiri; licik juga Japan

  32. apkh sodara qt yg d luar jawa,aplg yg d daerah perbatasan jg bilang “lo g skrng kpn lg ato qt ktinggalan sm negri ttga,dll” ,sdngkn yg mrk hadapi msh bnyk jln yg becek,bnyk yg berlubang.
    mnrtq hrs ada pemerataan pembangunan.

  33. duh, harusnya lengkapin dulu dong, jalur2 kereta api di setiap pulau di Indonesia, masa di Jawa doang yang terhubung dgn kereta ?

  34. Didalam renstra perkeretaapian memang sdh dimasukkan rencana pembangunan HST mulai dari thn 2009, meskipun hingga saat ini belum terealisasi karena msh byknya kendala. Kemungkinan direnstra berikutanya pembangunan HST pun akan tetap dimasukan dgn rencana awal jkt-bdg. Kemungkinan pembangunan ini akan melibatkan asing/swasta yg otomatis akan berperan jg sbg operatornya (tdk menggunakan dana Apbn). Sejauh ini jepang dan perancis sdh menunjukkan minatnya. Jd kyknya PT.KAI gak usah geer bakal ditawarin. (Perusahaan ini dirutnya kebanyakan pencitraan). Next kita tunggu aja ke depan. Kl semuanya lancar mudah mudahan segera terealisasi dlm renstra 2015-2019.
    salam.

  35. wah,tuh kerak telor bikin ane ngiler aja nih bung

  36. Kalah cangih ma CC 300 INKA…Sinkansen Gak Bisa Nerobos Banjir…!!! Wkwkwkw

  37. Klo gk skrg trus mau smpe kpn lg.. soal pmerataan sy kira bkn soal anggaran 200 trilyun, tpi bgm sbuah kbijakan itu diarahkn. Apalagi soal kekayaan SDA luar jawa jauh lbh unggul dibanding jawa tentu klo hasil alam dr suatu daerah bnar2 digunakn utk mmbangun daerah trkait akn lbh dri ckup.

  38. Ah dirut pt.kai mundur aja orang pikirannya gak maju-maju payah

  39. lebih baik dana tersebut untuk memperbaiki/merintis jalan daerah terpencil yang masih berbentuk lumpur yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki dengan kaki telanjang masih banyak daerah seperti ini di wilayah NKRI, tidak lupa juga genjot pembangunan di daerah perbatasan contohnya untuk distribusi gas tabung, siaran tv Indonesia dsbnya, pembangunan pasar, pembangunan air bersih, pengaspalan jalan trans kalimantan, papua dll agar mobilisasi pertahanan dan keamanan lebih cepat, pembangunan pangkalan TNI di daerah perbatasan agar lebih nyaman dan strategis untuk dihuni Prajurit-prajurit TNI dan infrastrukturnya, Rumah Sakit, Sekolah dari setingkat SD sampai setingkat SLTA agar mudah terhubung ke kota kabupaten terdekat

  40. kalo fener ada hukuman mati ane fasti udah tofat golfut dari dulu bung IB 🙂

  41. sensasi berkereta memang beda dengan naik pesawat he he……

  42. Pernah naik kereta thalys dr belanda ke perancis. Butuh 2 jam sj dr rotterdam ke paris, cukup nyaman, hampir tdk terdengar gesekan roda kereta dng relnya jg sambungan antar rel. Membandingkan dng kereta eksekutif di indonesia, jujur msh kurang nyaman. Ini PR PT KAI utk memperbaiki kualitas keretanya. Kalo kereta dibikin lbh cpt lg, kayaknya rel yg terpasang kurang layak pake dan kalo buat rel baru utk rencana kereta cpt tsb, rasanya mahal banget (100 trilyun). Mending kereta dan gerbong yg ada ditingkatkan kenyamanannya dan penguatan rel dibbrp titik yg masih sering longsor saat musim hujan. Seandainya pemerintah bikin peraturan, angkutan berat kontainer jarak jauh, hrs pake KA, manfaatnya akan banyak, pemasukkan ke PT KAI akan meningkat drastis shg bs mengoptimalkan rel dan bs meningkatkan kualitas pelayanan dan utk jalan raya tdk gampang rusak krn kendaaran berat sdh tdk lewat jalan negara serta efek yg lain kemacetan jalan semakin berkurang. Imho

  43. Pembangunan dilakukan pasti berdasarkan kebutuhan dan pemerataan, untuk pembangunan HST yg akan dilakukan pemerintah pastinya sudah melalui penilaian kelayakan dan kebutuhan angkutan 10 s.d 25 tahun kedepan. Kalau ada komentar yg menyatakan sekarang tidak butuh, saya beranggapan memang sekarang tdk butuh, tapi apa iya 10 tahun lagi masih belum butuh, lagipula kalau kita bangun sekarang pastinya baru bisa dinikmati 10 tahun yg akan datang dimana kebutuhan angkutan semakin tinggi dengan tuntutan yg semakin cepat. Sudah saat nya kita melakukan lompatan teknologi tdk hanya kereta api kecepatan 100 km/jam, namun harus lebih dari itu. Ingat bahwa semua negara maju di dunia mengandalkan angkutan kereta api sbg angkutan utama dengan segala keunggulannya (cepat, aman, effisien, hemat bahan bakar) dan dpt mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Tidak masalah mau teknologi mana yg mau dipakai, yg penting sistem nya kita bangun, infrastukturnya disiapkan dan sdm nya ditingkatkan. Saya jelas tidak sependapat dg komentar dirut pt kai krn beliau berpikir yg lebih menguntungkan bagi perusahaan nya dan ketakutan untuk bersaing dg operator lain. Akhirnya kembali lagi bahwa nantinya masyarakat punya pilihan mau menggunakan moda transportasi kereta api konvensional atau memakai HST sesuai dg kebutuhan mereka.

  44. apapun keretanya…
    aku tetep ajaj ke sekolah naik sepeda 😀

  45. apapun keretanya…
    aku tetep aja ke sekolah naik sepeda 😀

  46. Alhamdulillah

  47. Mending uangnya dingunakan pemeretaan pembangunan infrastruktur di selurh nusantara

  48. betul…betul….bung@galombo lebih baik uangnya untuk membuat infrastruktur diluar pulau jawa dan juga untuk kapal laut yg masih kurang dan tdk layak dan banyak memakan korban.blm lama ada berita kapal tenggelam,sebabnya kelebihan muatan.jika distribusi lancar dapat menurunkan inflasi di indonesia.jika msh tetap ingin membangun kereta cepat lb baik naikkan bbm dipulau jawa dan dana itu ditabung untuk membuat infrastruktur kereta, adilkan!salam nusantara jaya!

  49. Sy setuju dgn dirut KAI. Dr sisi prioritas, sy lbh memilih utk dibangun jln tol di pulau2 besar Indonesia lainnya. Dgn adanya jln tol dipulau2 besar tsb maka akan menarik investor utk berinvestasi di luar jawa krn mudah dlm pendistribusian barang sehingga bisa terwujud pemerataan ekonomi di Indonesia.

  50. dagelan…

    …Agar layak secara finansial, di setiap koridor atau stasiun kereta ini akan dibangun kawasan terpadu, atau transit oriented development.
    Proyek ini digabungkan dengan real estate di setiap stasiun atau koridor…

    jkt / bdg / sby itu stasiun2nya di daerah kota lama / mapan, harga tanah selangit.
    kalau dibangun real estate, harga jualnya juga pasti selangit.

    kalau harga jual properti selangit, yang bisa beli cuma cukong/taipan tajir.
    apa mereka mau tinggal dekat stasiun ?

  51. walopun saya di luar pulau jawa.. saya malah lebih setuju kereta super cepat tsb di bangun… mungkin sekarang g butuh, tp 2025gmn? perekonomian indonesia makin cepat infratukstur di indonesia juga mesti cepat… apalagi dana infratuksur sudab ada posnya sendiri, serta akan hilangnya subsidi bbm cepat atau lambat.. akan membuat apbn kita makin sehat. toh yg nanggung juga pemerintah jepang.

  52. walaupun ane seneng sama sepak terjang wamen satu itu, tapi kayaknya ane gak sepaham dengan apa yang di-inisiasi dia kali ini.

    kalo mau bangun kereta cepat, mestinya 10-20 tahun kebelakang. bersamaan dengan MRT di ibu kota. sekarang udah telat!! ngeliat kondisi lalu lintas jalan yang semakin padat, kereta cepat bukan solusi praktis untuk mengurai kemacetan. hanya sekedar memindahkan sejumlah penumpang pesawat udara ke moda kereta api. thats it!! nothing more.

    yang dibilang sama om Jonan itu bener banget. lebih baik anggaran kereta cepat dialihkan untuk pembangunan jalur kereta trans sumatera misalnya, atau tol lintas sumatera, jalur kereta trans kalimantan, atau juga trans sulawesi. pemerataan pembangunan mesti digalakkan. INDONESIA BUKAN HANYA JAWA BUNG!!

    gak usahlah mikir ketinggalan sama negara lain, wong pemenuhan standard kebutuhan transportasi aja gak tercapai. itu dulu penuhi, baru boleh mikir yang mentereng kayak kereta peluru,dsb.

    misal nih, kereta cepat udah dibangun dan running. terus, kita mau bilang apa? bilang WOOW gitu??
    sementara daerah lain masih kesulitan dalam hal bertransportasi. ente-ente yang di Jawa seneng liat sodara-sodaranya di daerah lain masih ketinggalan??

    mudah-mudahan capres mendatang milih menhub yang bener. Untuk itu ane pilih nomer 3

  53. PT. KAI itu gak mau ada saingan makannya dia gak setuju. dia gak mandang diri sendiri kalau jadwal serta kapasitasnya kurang malahan sangat kurang.

  54. perlu…belum perlu…perlu…belum perlu….dan tiba2 statusnya : dibutuhkan dengan sangat mendesak. kaya jakarta monorail…

  55. mengutip supir taksi komentar tentang perkeretaapian. katanya mending bikin jalur kereta api baru di lahan kosong paralel jalan tol. PT KAI kerjasama dengan PT Jasa Marga. Ga perlu bebasin lahan besar kan.

 Leave a Reply