Jul 062014
 
Kereta super cepat Shinkansen

Kereta super cepat Shinkansen

Jakarta – Pemerintah berencana membangun proyek kereta cepat Shinkansen untuk rute Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung. Proyek kereta cepat Shinkansen Jakarta-Surabaya ditargetkan beroperasi 6 tahun lagi.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, kereta ini akan dibangun di jalur baru, bukan di jalur kereta Jakarta-Surabaya yang kini sudah beroperasi yaitu di jalur Pantura.

“Nanti mungkin sebagian ada yang elevated (melayang),” kata Bambang kepada detikFinance, dikutip Kamis (3/7/2014).

Bambang mengatakan, pembangunan proyek ini akan menggunakan dana yang besar, yaitu mencapai ratusan triliun rupiah. Yang mana separuhnya menurut Bambang harus dibiayai pemerintah.

Agar layak secara finansial, di setiap koridor atau stasiun kereta ini akan dibangun kawasan terpadu, atau transit oriented development.

Proyek ini digabungkan dengan real estate di setiap stasiun atau koridor.

Pandangan Pakar
Kereta ini dinilai akan sangat laris meski tiketnya lebih dari Rp 500 ribu sekali jalan per orang.

Pengamat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, masyarakat yang ingin bepergian dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya dengan waktu yang lebih cepat sheperti penumpang pesawat, maka diperkirakan akan beralih ke kereta cepat.

Orang tidak perlu boarding maupun ambil bagasi, seperti yang terjadi dalam penerbangan pesawat.

“Karena ini di tengah kota, orang yang biasanya pakai bus dan pesawat akan beralih ke kereta cepat ini,” kata Djoko, Kamis (3/7/2014).

Djoko mengatakan, sarana transportasi ini akan laris meski tiketnya tehitung mahal. Bahkan meski harga tiketnya sama dengan harga tiket pesawat kelas ekonomi Jakarta-Surabaya, Djoko menilai masyarakat akan tetap memilih kereta cepat.

“Ke bandara saja sudah dua jam, pesawat satu jam lebih, belum nunggu pesawat yang kadang delay. Kalau tiketnya sama dengan pesawat terbang itu mesti laris. Katakanlah Rp 500 ribu itu jamin, pasti laris!” kata DJoko.

Dia mencontohkan, kereta cepat yang sudah beroperasi di beberapa negara seperti di Korea Selatan, yang menghubungkan Busan dengan Seoul sejauh sekitar 750 km, mengangkut 150 ribu orang setiap harinya.

Sementara Tokaido Shinkansen Jepang, menghubungkan Tokyo – Nagoya – Kyoto – Osaka. Kereta ini memiliki kecepetan 300km/jam.

Interior kereta Shinkansen

Interior kereta Shinkansen

Tanggapan PT KAI
Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menganggap proyek ini tidak perlu. Jonan mengatakan, untuk membangun proyek kereta super cepat membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Dia memperkirakan kereta cepat itu akan menghabiskan dana ratusan triliun rupiah.

“Itu kalau Jakarta-Surabaya paling kurang biayanya Rp 200 triliun sampai Rp 300 triliun. Pertanyaan saya perlu nggak dibikin kereta cepat?” kata Jonan saat ditemui selepas jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Jonan menegaskan, dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk pemerataan pembangunan di luar Jawa. Infrastruktur, menurutnya jangan hanya dibangun di pulau Jawa saja, melainkan pulau-pulau lain di Indonesia.

“Yang bangun harus pemerintah. Kenapa dana itu tidak digunakan untuk membangun infrastrutktur di luar Jawa. Menurut saya ya bangun infrastruktur di luar Jawa supaya pemerataan pembangunannya lebih baik,” papar Jonan.

Dia juga beralasan waktu konstruksi untuk membangun mega proyek itu tidak sebentar. Memerlukan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk merampungkan proyek itu, terlebih jaraknya yang mencapai sekitar 700 kilometer.

“Kalau elevated itu makan waktu. Lebih dari 10 tahun saya kira. Konstruksi di tengah jalur ganda itu makan tantangannya luar biasa. Kecuali keretanya (double track) mau berhenti semua,” tambahnya.

“Bandung raya urban railway saja itu berapa tahun. Double track Cikarang-Manggarai 10 tahun itu nggak ada realisasinya,” imbuhnya.

Dia juga mengaku tidak berminat jika nanti ditawari menjadi operator kereta cepat ini. “Saya nggak minat kereta cepat Jakarta-Surabaya. Saya sebagai operator kereta api, kereta cepat itu belum perlu,” tutupnya.(Finance Detik.com).

  86 Responses to “Pro Kontra Kereta Super Cepat”

  1.  

    sensasi berkereta memang beda dengan naik pesawat he he……

  2.  

    Pernah naik kereta thalys dr belanda ke perancis. Butuh 2 jam sj dr rotterdam ke paris, cukup nyaman, hampir tdk terdengar gesekan roda kereta dng relnya jg sambungan antar rel. Membandingkan dng kereta eksekutif di indonesia, jujur msh kurang nyaman. Ini PR PT KAI utk memperbaiki kualitas keretanya. Kalo kereta dibikin lbh cpt lg, kayaknya rel yg terpasang kurang layak pake dan kalo buat rel baru utk rencana kereta cpt tsb, rasanya mahal banget (100 trilyun). Mending kereta dan gerbong yg ada ditingkatkan kenyamanannya dan penguatan rel dibbrp titik yg masih sering longsor saat musim hujan. Seandainya pemerintah bikin peraturan, angkutan berat kontainer jarak jauh, hrs pake KA, manfaatnya akan banyak, pemasukkan ke PT KAI akan meningkat drastis shg bs mengoptimalkan rel dan bs meningkatkan kualitas pelayanan dan utk jalan raya tdk gampang rusak krn kendaaran berat sdh tdk lewat jalan negara serta efek yg lain kemacetan jalan semakin berkurang. Imho

  3.  

    Pembangunan dilakukan pasti berdasarkan kebutuhan dan pemerataan, untuk pembangunan HST yg akan dilakukan pemerintah pastinya sudah melalui penilaian kelayakan dan kebutuhan angkutan 10 s.d 25 tahun kedepan. Kalau ada komentar yg menyatakan sekarang tidak butuh, saya beranggapan memang sekarang tdk butuh, tapi apa iya 10 tahun lagi masih belum butuh, lagipula kalau kita bangun sekarang pastinya baru bisa dinikmati 10 tahun yg akan datang dimana kebutuhan angkutan semakin tinggi dengan tuntutan yg semakin cepat. Sudah saat nya kita melakukan lompatan teknologi tdk hanya kereta api kecepatan 100 km/jam, namun harus lebih dari itu. Ingat bahwa semua negara maju di dunia mengandalkan angkutan kereta api sbg angkutan utama dengan segala keunggulannya (cepat, aman, effisien, hemat bahan bakar) dan dpt mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Tidak masalah mau teknologi mana yg mau dipakai, yg penting sistem nya kita bangun, infrastukturnya disiapkan dan sdm nya ditingkatkan. Saya jelas tidak sependapat dg komentar dirut pt kai krn beliau berpikir yg lebih menguntungkan bagi perusahaan nya dan ketakutan untuk bersaing dg operator lain. Akhirnya kembali lagi bahwa nantinya masyarakat punya pilihan mau menggunakan moda transportasi kereta api konvensional atau memakai HST sesuai dg kebutuhan mereka.

  4.  

    apapun keretanya…
    aku tetep ajaj ke sekolah naik sepeda 😀

  5.  

    apapun keretanya…
    aku tetep aja ke sekolah naik sepeda 😀

  6.  

    Alhamdulillah

  7.  

    Mending uangnya dingunakan pemeretaan pembangunan infrastruktur di selurh nusantara

  8.  

    betul…betul….bung@galombo lebih baik uangnya untuk membuat infrastruktur diluar pulau jawa dan juga untuk kapal laut yg masih kurang dan tdk layak dan banyak memakan korban.blm lama ada berita kapal tenggelam,sebabnya kelebihan muatan.jika distribusi lancar dapat menurunkan inflasi di indonesia.jika msh tetap ingin membangun kereta cepat lb baik naikkan bbm dipulau jawa dan dana itu ditabung untuk membuat infrastruktur kereta, adilkan!salam nusantara jaya!

  9.  

    Sy setuju dgn dirut KAI. Dr sisi prioritas, sy lbh memilih utk dibangun jln tol di pulau2 besar Indonesia lainnya. Dgn adanya jln tol dipulau2 besar tsb maka akan menarik investor utk berinvestasi di luar jawa krn mudah dlm pendistribusian barang sehingga bisa terwujud pemerataan ekonomi di Indonesia.

  10.  

    dagelan…

    …Agar layak secara finansial, di setiap koridor atau stasiun kereta ini akan dibangun kawasan terpadu, atau transit oriented development.
    Proyek ini digabungkan dengan real estate di setiap stasiun atau koridor…

    jkt / bdg / sby itu stasiun2nya di daerah kota lama / mapan, harga tanah selangit.
    kalau dibangun real estate, harga jualnya juga pasti selangit.

    kalau harga jual properti selangit, yang bisa beli cuma cukong/taipan tajir.
    apa mereka mau tinggal dekat stasiun ?

  11.  

    walopun saya di luar pulau jawa.. saya malah lebih setuju kereta super cepat tsb di bangun… mungkin sekarang g butuh, tp 2025gmn? perekonomian indonesia makin cepat infratukstur di indonesia juga mesti cepat… apalagi dana infratuksur sudab ada posnya sendiri, serta akan hilangnya subsidi bbm cepat atau lambat.. akan membuat apbn kita makin sehat. toh yg nanggung juga pemerintah jepang.

  12.  

    walaupun ane seneng sama sepak terjang wamen satu itu, tapi kayaknya ane gak sepaham dengan apa yang di-inisiasi dia kali ini.

    kalo mau bangun kereta cepat, mestinya 10-20 tahun kebelakang. bersamaan dengan MRT di ibu kota. sekarang udah telat!! ngeliat kondisi lalu lintas jalan yang semakin padat, kereta cepat bukan solusi praktis untuk mengurai kemacetan. hanya sekedar memindahkan sejumlah penumpang pesawat udara ke moda kereta api. thats it!! nothing more.

    yang dibilang sama om Jonan itu bener banget. lebih baik anggaran kereta cepat dialihkan untuk pembangunan jalur kereta trans sumatera misalnya, atau tol lintas sumatera, jalur kereta trans kalimantan, atau juga trans sulawesi. pemerataan pembangunan mesti digalakkan. INDONESIA BUKAN HANYA JAWA BUNG!!

    gak usahlah mikir ketinggalan sama negara lain, wong pemenuhan standard kebutuhan transportasi aja gak tercapai. itu dulu penuhi, baru boleh mikir yang mentereng kayak kereta peluru,dsb.

    misal nih, kereta cepat udah dibangun dan running. terus, kita mau bilang apa? bilang WOOW gitu??
    sementara daerah lain masih kesulitan dalam hal bertransportasi. ente-ente yang di Jawa seneng liat sodara-sodaranya di daerah lain masih ketinggalan??

    mudah-mudahan capres mendatang milih menhub yang bener. Untuk itu ane pilih nomer 3

  13.  

    PT. KAI itu gak mau ada saingan makannya dia gak setuju. dia gak mandang diri sendiri kalau jadwal serta kapasitasnya kurang malahan sangat kurang.

  14.  

    perlu…belum perlu…perlu…belum perlu….dan tiba2 statusnya : dibutuhkan dengan sangat mendesak. kaya jakarta monorail…

  15.  

    mengutip supir taksi komentar tentang perkeretaapian. katanya mending bikin jalur kereta api baru di lahan kosong paralel jalan tol. PT KAI kerjasama dengan PT Jasa Marga. Ga perlu bebasin lahan besar kan.

 Leave a Reply