Mar 292018
 

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

JakartaGreater.com – Dilansir dari laman situs The Hill, bahwa Angkatan Bersenjata AS telah mengakui bahwa Amerika Serikat tertinggal di belakang Rusia dan China dalam pengembangan senjata hipersonik.

“Saat ini kita tidak berdaya”, kata Senator Partai Republik James Inhofe, yang duduk di Komite Angkatan Bersenjata, sebagaimana dikutip oleh The Hill.

Dia menggaungkan kembali ucapan Thomas Karako dari Pusat Studi Internasional dan Strategis, sebuah lembaga pemikir, yang setuju bahwa Rusia dan juga China melampaui Amerika Serikat dalam hal mengembangkan “teknologi rudal super cepat”.

“Dan alasannya bahwa AS belum melakukan apa pun yang mendekati kecepatan yang sama, baik dalam hal pengembangan kemampuan sendiri, namun juga telah gagal mengembangkan sensor dan pencegat yang diperlukan demi menembak jatuh mereka”, ia menegaskan.

Sebelumnya, Jenderal John Hyten, kepala Komando Strategis AS, telah mengakui dalam pertemuan Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa perisai rudal Amerika Serikat tak dapat menghadang senjata hipersonik.

“Kami tidak memiliki pertahanan yang dapat menolak pengerahan senjata seperti itu terhadap kami, jadi respon kami adalah menggunakan kekuatan pencegah kami, yang berupa triad dan kemampuan nuklir yang harus kami gunakan terhadap ancaman semacam itu”, kata Hyten.

Dalam pidato kenegaraannya dihadapan Majelis Federal pada tanggal 1 Maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin secara khusus memuji perkembangan senjata hipersonik yang ia tekankan telah dirancang untuk tujuan-tujuan defensif.

Ini juga termasuk rudal hipersonik Avangard yang mampu terbang dengan kecepatan hingga 20 mach atau lebih dari 15.000 mil per jam atau sekitar 24.000 km per jam.

Mengomentari hal tersebut, Alexey Leonkov, mantan karyawan dari Central Research Institute of Aerospace Force ke-30 mengatakan bahwa rudal Avangard menjadikan sistem pertahanan AS benar-benar tidak berguna.

  58 Responses to “Kongres AS Mengeluh, Rudal China dan Rusia Terlalu Kuat”

  1.  

    Ini maksutnya gimana ya???…Jenderal John Hyten, kepala Komando Strategis AS, telah mengakui dalam pertemuan Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa perisai rudal Amerika Serikat tak dapat menghadang senjata hipersonik…jendral lho ini…

    •  

      maksudnya dia sudah pasrah jika jutaan rakyatnya mati dibom nuklir rusia/China.

    •  

      maksudnya gini, klo yg sebelah sono udah pencet tombol, maka dari itu di kita(amrik) juga harus pencet tombolnya………begono

      •  

        Putin saat presentasi senjata mutakir Russia menyatakan kalau senjata itu akan digunakan ketika Russia di serang…
        Saya rasa prinsipnya sama… serangan dengan rudal Nuklir terlalu sulit di lakukan pencegatan, bahkan jika sukses di cegat pun efek dari ledakan Nuklirnya mungkin tetap mematikan… jadi ya mau tidak mau yang paling efektif dilakukan adalah membalas dengan rudal yang sama2 mematikanya…

        Menang dadi areng kalah dadi awu

        •  

          doktrin MAD mutual assured destruction
          siapa duluan yg mengungguli ato dapet kemampuan first strike sebagai efek deterjen

          •  

            First strike untuk kasus Nuklir memikul dosa sebagai negara yang menjadikan bumi kiamat… dan sangat gila jika ada yang berani melakukanya, karena efek lanjutanya akan sangat mengerikan…

      •  

        Amerika sudah jadi abu duluan, kalo Russia atau China lempar batu nuklirnya duluan dengan jumlah banyak dengan kemampuan hipersonik, sudah keok Amerika dan hilang dari peta dunia..

    •  

      maksutnya kalau yang di sebelah sana sudah tekan tombol peluncuran, maka yang sebelah sini juga harus tekan tombol peluncuran……jadi begitu…….

  2.  

    kasihan ya… mereka tidurnya pasti gak nyenyak tuh…

  3.  

    Jd gmn dgn pelanggan yg sudah membeli sistem pertahanan seperti Patriot, THAAD dgn Varian2 rudal lainnya bila AS sendiri mengeluh ttg efektifitas mereka menghancurkan serangan rudal lawannya pak? Atau bapak minta uang tambahan untuk R&D alat pertahanan+ uang saku!he3

  4.  

    Ahh sistem pertahanan as bwt nembak piring yg terbang dilempar emak emak aja gk bs apalagi mau bwt nembak rudal hipersonik.. Belum sempet berdoa dah nyampe tuh rudal di as sono..

    Cukup segini aja..sekian terimakasih..

  5.  

    ”mama minta tambahan belanja buat ini itu”

  6.  

    Alasan klise pasti nambah biaya kekongres… Bukankah rudal KW ? Kenapa hrs khawatir ?

  7.  

    pintar jakartagreater milih judul yg cocok buat warjak yg kbnyakan mkan micin.

  8.  

    Konggres AS mengeluh, yang kapan itu jendralnya galau, yang agak lamaan itu Presidennya cemot-cemot kepalanya….yang lama banget itu, Mattis masuk angin denger Rudal jelajah hipersonik antar benua

  9.  

    Rusia & Cina lebih stabil dalam pengembangan rudal hipersonik,,
    Salam kenal bung,,hehehe

    •  

      salam juga bung….sekalian salamin juga sama orang terdekat anda….semoga sehat dan bahagia selalu,,,…
      satu hal lagi,,,saya lagi bentuk paksi jalur tengah untuk penyeimbang dua faksi yang ada,,,kalo anda berminat bergabung,,,silahkan hubungi ANUnya,,,untuk mendapatkan informasi lebih lanjut…!!!

  10.  

    Makasih bung lee,,faksi apa nih bung??
    Maklum warga baru disini hehe

  11.  

    Xixixixi,,,Sbnrnya udh sering buka artikel ini cuma baru pgn komen liat perseteruan 2 kubu,,oke dah gw ikut jdi penengah aja bung leeee

  12.  

    Xixixixi tumben nih yg komen pada ngilang bung

  13.  

    Xixixi siap bungggg,,,oh iya ada yg tau gk berita Alutsista terbaru TNI mohon pencerahannya bung hehehe

  14.  

    Jadi gk tuh beli kasel rusia bung ???

  15.  

    Kemarin orang militer yang ngaku kalah sama Rusia, sekarang kongres nya juga ngaku takut

    😎 kwokwokwok

  16.  

    nyobaan

  17.  

    kok pesimis gitu sih senator AS. Analisanya dari komik mana tuh? Enggak cocok jadi presiden deh kalo gitu.