May 132018
 

dok. Rudal Petir. (Kemhan RI)

Jakarta, Puslitbang Alpalhan Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan seminar pengembangan Rudal Petir tahap II – IV dengan tema “ Konsolidasi Anak Bangsa dalam Rangka Mewujudkan Rudal Nasional” yang dilaksanakan di Rupatama Lantai V Gedung Ir. H. Djuanda Balitbang Kemhan, Jl. Jati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan, dirilis situs Kemhan.go.id, 11-5-2018.

Acara dibuka oleh Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, mewakili Kabalitbang Kemhan dan dihadiri oleh Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Ir. Agus Rustandi, M.EngSc., MMDS., Kabid Matra Laut Puslitbang Alpalhan Kolonel Laut (KH) Ir. Indra Usmansyah, MM., para pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI, staf Asops Kasal, staf Kadislitbangad, staf Kadislitbangal, staf Kadissenlekal,

Hadir pula pihak LAPAN, Institut Teknologi Bandung (ITB), PT. Infoglobal, dan PT. Sari Bahari. Sebagai narasumber adalah Kapus Tekroket LAPAN Drs. Sutrisno, M.Si., Dr. Djoko Sardjadi dari ITB, Peneliti Pertama Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Rosihan Ramin, ST., serta Dr. Edi Sofyan dari PT. Sari Bahari.

Seminar diawali sambutan dari Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Kapuslitbang Alpalhan, beliau mengatakan bahwa pembuatan prototipe Rudal petir tahap II-IV ini merupakan program lanjutan dari tahun anggaran tahun 2017.

Program ini juga merupakan program Balitbang Kemhan bekerjasama dengan mitra diantaranya PT. Sari Bahari, Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), Institut Teknologi Bandung (ITB) serta melibatkan instansi luar yang berkompeten di TNI AL.

Diharapkan dengan pelaksanaan seminar ini pengembangan prototipe Rudal petir tahap II-IV dapat meningkatkan penguasaan teknologi yang nantinya dapat berfungsi sebagai Alutsista TNI. Selain itu program ini juga dilaksanakan dalam rangka ikut mengurangi ketergantungan Alutsista pada produk impor.

Kemudian beliau menambahkan, pengembangan Rudal dengan trust power berupa small jet engine ini merupakan pengembangan pada tahap II dari IV tahap yang direncanakan. Dimana pada tahap ini dititik beratkan pada seeker.

Rudal dengan identitas Rudal petir, diharapkan dapat mencapai kecepatan 350 km/jam dengan jangkauan sekitar 80 km surface to surface. Negara yang mengembangkan Rudal dengan pendorong small jet engine dan wahana bersayap seperti Rudal petir diantaranya adalah Iran dengan Rudal karrar-nya, Turkey dengan som-nya. Oleh sebab itu, dengan kegiatan litbang ini nantinya dapat mendukung Alutsista dan mempunyai deterrance effect.

Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada pembicara, penanggap dan undangan yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara seminar ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung dan panitia pelaksana seminar ini, atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya sehingga seminar ini dapat berjalan dengan hikmat. (Kemhan RI).

Bagikan :

  52 Responses to “Konsolidasi Pengembangan Prototipe Rudal Petir II-IV”

  1.  

    Rudal petir, perlu didukung terus pwngembangannya

  2.  

    350km/jam masih bisa ditangkis CIWS kalau ini rudal anti kapal, rudal udara ke udara cepetan jetnya daripada rudalnya -,-, cocoknya jadi rudal air to ground buat hajar musuh didaratan, 🙂 mungkin kalau kerjasama dengan Turki atau Rusia bisa jadi Rudal Anti Kapal, atau Rudal Air to air

  3.  

    Mas Jimmy pembelian SU35 dapet TOT rudal gak 🙂 ? Kalau gak dapet saya akan demo dikantor Mas Jimmy, TOT Rudal TOT Rudal TOT Rudal kalau perlu saya culik bung Jimmy buat kembangin Rudal 🙂 hahahahaha

  4.  

    Baru Tahap Peluru kendali darat ke darat masih surface-to-surface missile (SSM), Perlu Di Tambahkan Kemampuanx Surface To Air Missile (SAM) & air-to-surface missile (ASM), Jd Tuh Rudal Petir Memiliki 3 Kemampuan SSM, ASM & SAM

  5.  

    Hrs didukung total supaya bisa mandiri masa kalah sama turki,juara2 olimpiade fisika dan kimia jgn sampai dikuasai singapura ,hrs diberi fasilitas sama negara karena mereka punya talenta

  6.  

    Treknya sudah benar, belajar dari dasar, tidak langsung meloncat ke advance seperti yang di lakukan PT DI
    di tunggu hasilnya semoga menggembirakan

  7.  

    Kalau minta tot ke bung Jimmy saja, dia murah hati mau memberikan tot 🙂

  8.  

    Kalau menurut saya ini lebih pantas disebut loitering munition, tapi belum tahu pasti apakah versi finalnya masih bisa dikendalikan meskipun sudah diluncurkan jadi bisa loitering mencari targetnya. Menurut saya juga jangkauan 80 km terlalu jauh untuk rudal sekecil ini, coba bandingkan rudal sejenis yang saya pernah bahas di : https://jakartagreater.com/ini-dia-penantang-penantang-rudal-petir-buatan-indonesia/
    Lebih baik naikkan kecepatan dan payloadnya, masa cuma 350 km/jam dan 10 kg.

  9.  

    Kapan rampung nya atau produksi massal nya apa sdmnya sdh mentok efisiensikah dgn abggaran penelitianannya

  10.  

    PT pindad dapet tot buat produksi roket Astros sm kendaraannya dari brazil.jadi bisa produksi sendiri di pindad. Kira” pindad bisa join ga ni?

    •  

      untuk mengembangkan produk baru perlu dana besar bung…walau cetak biru kita punya sekalipun…apa lagi hanya sekedar tat tot…itu belum lagi biyaya produksinya…jadi bisa dibilang pindad enggan untuk tanam modal pada prodak baru yang belum jelas….apalagi sebagai korporasi pindad dituntut untuk dapat keuntungan…kalo tidak siap siap jajaran direksi untuk ditendang baik keluar dari jabatan atau bisa jadi ditendang kenusa kambangan….xaxaxa….

  11.  

    Gmn dgn kemajuan pengembangan R-HAN dgn varian2nya ya? Kok gak ada kbrnya lg.

  12.  

    Beli 1000 S300 sama russia aja nanti minta tot nya, kira2 alasan beli S300 utk apa Ya? Biar amrik tidak ngamuk2 … xixixi

  13.  

    Tak ada makan siang gratis. Sebelum nasib indonesia seperti suriah, di habisin As tehnologi arhanud dan rudal ini, harus segera tuntas. Korea utara, ukraina senentara ini, negara ug tepat untuk mendapatkan tehnologinya. Jelas semuanya tidak bisa tanpa pulus.

 Leave a Reply