Kontak Senjata Anggota TNI dengan KKB di Papua

50
8

Kontak senjata antara prajurit TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), terjadi di wilayah Gurage, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (22/10). Kontak senjata terjadi ketika angota TNI sedang melakukan patroli rutin pengamanan jalan di sekitar lokasi kejadian.

Saat itulah terdengar beberapa kali suara tembakan. Anggota TNI yang sedang berpatroli langsung melakukan pengejaran ke arah suara tembakan.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakatam, seorang prajurit TNI tertembak dalam insiden tersebut. “Memang benar satu anggota TNI tertembak saat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata,” ujarnya, Minggu (23/10/2016).

Kawasan Gurage memang dikenal cukup rawan dengan aksi kejahatan yang kerap dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata, karena wilayah tersebut menjadi jalur angkutan yang membawa bahan makanan dari wamena.

Antaranews.com

50 COMMENTS

  1. hahaha tidak semudah itu bung… ini bukan hanya perang fisik… gunakan cara yang lebih baik… dalang d belakang mereka memang menginginkan perang terbuka yang akan berdampak pada pelanggaran ham.. kita sudah tau siapa yg menginginkan papua lepas dari NKRI. Mungkin operasi khusus satuan TNI mempersempit pergerakan mereka.

  2. Gerombolan pengecut hit & run,bahkan sipil pun dijadikan sasaran.Sudah layak disebut sebagai teroris.
    Siapapun pasti akan murka menghadapi musuh sprt itu,apa lg sampai timbul korban.
    G salah,kalau pas ketangkep dibogem sampai hancur,cur cur mukanya.
    Berlindung dr ketiak HAM,Harusnya HAM sudah tidak berlaku untuk orang2 sprt itu.
    HAM sudah banyak disalahgunakan.

  3. OPM=KKB=teroris….sikat saja, lha wong mereka bawa senjata, senjata utk nembak TNI dan Polisi…kenapa kok segera di habisi saj itu teroris? Kalau ndak segera di hancurkan, malah mereka bisa berkuasa dan dapat dukungan dari asing nantinya. Gak pake lama, suruh mereka menyerah atau mati, selesai. HAM dari asing, jgn di gubris, mereka itu kayak parasit, isap darah kehormatan Indonesia.

  4. Makanya saya usuk ,lengkapi TNI yang lagi tugas dengan quadcopter drone bersenjata begitu ada penghadangan mdrone langsung di terbangkan, hadang dan minta menyerah kalau tidak mau ya di hancurkan .Pasti tak akan ada lagi yang berani menghadang .
    TNI sudag punya quad copterdrone ini tapi belum di lengkapi senjata hanya berfungsi sebagai pemantau saja . Untuk tujuan ini harus bersenjata ringan mudah di bawa dan dirawat . Bisa di panggul oleh seorang prajurit .

  5. mungkin kesenjangan memang masih terlalu dalam di Papua sehingga saudara2 kita disana yg belum terjangkau oleh media Nasional tidak mengetahui kemajuan perkembangan di tanah Papua, dan utamanya barangkali juga mereka masih sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari, termasuk juga pendidikan buat anak2 mereka, tapi kedepannya semoga segera infrastruktur yang sedang dibangun bisa mengurangi gap kemiskinan dan keterbelakangan saudara2 di Papua bagaimanapun mereka anak2 ibu Pertiwi juga tugas kita semua untuk bahu membahu membantu mereka, separatis atau apapun mungkin bentuk frustasi dan kekecewaan yang terakumulasi tapi kita yakin itu pasti bisa kita atasi dengan semangat kerja kerja dan kerja kalau mereka besok sudah punya lapangan kerja akan berfikiran positif untuk maju juga dalam kerangka NKRI

  6. Kesimpulan nya adalah bhw OPM dan atau KKB adalah TERORIST !!!
    Punya nyali …….. ??? basmi sampai habis beserta pendukung2 nya, ………………….. !!!
    ( jangan hanya berani thd ” terorist berjanggot ” saja )

  7. MARILAH KITA GALAKKAN PROGRAM TRANSMIGRASI YANG MODERN SEBAGAI SARANA PEMERATAAN SDM DAN SDA AGAR SEMUA WILAYAH NKRI SALING MENDUKUNG DAN SALING BERKEMBANG YANG BERRBHINEKA TUNGGAL IKA SEBAGAI JEMBATAN MENJADI NEGARA MAJU DAN ADIDAYA YANG DIDASARI DENGAN KEIMANAN KEPADA ALLAH SWT

  8. INDONESIA DARURAT PROGRAM TRANSMIGRASI SEBAGAI SARANA PEMERATAAN SDA DAN SDM YANG EFEKTIF BERBHINEKA TUNGGAL IKA UNTUK MEMUSNAHKAN GERAKAN DISINTEGRASI BANGSA DAN SEBAGAI JEMBATAN MENUJU NEGARA MAJU DALAM SATU WADAH NKRI

LEAVE A REPLY