Babak Baru Kapal Perang PT PAL

58
166
U209/1400
U209/1400

Jakarta – PT PAL Indonesia terus mengejar target bisnis di sisa 2014 ini. Pebisnis industri galangan kapal ini tengah berupaya merampungkan dua pesanan kapal dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Jenisnya adalah kapal perang. “Kami sedang fokus menyiapkan kapal selam dan menyelesaikan kapal perusak kawal rudal (PKR),” kata Firmansyah Arifin, Direktur Utama PT PAL beberapa waktu lalu kepada KONTAN.

Langkah ini sejalan dengan adanya suntikan dana segar dari pemerintah. PT PAL belum lama ini mendapat penyertaan modal negara (PNM) senilai Rp 1,5 triliun. Limpahan dana yang sudah mendapat lampu hijau dari wakil rakyat ini sudah dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

Rencananya PT PAL akan menggunakan dana tersebut untuk mengerjakan infrastruktur kapal selam mulai tahun depan. Selang satu tahun berikutnya, masuk ke tahap pembuatan.

Berlatih di Belanda
Sedangkan untuk menyelesaikan pekerjaan kapal perusak kawal rudal (PKR), PT PAL tengah menanti sekitar 70 karyawan PT PAL yang tengah menimba ilmu pembuatan kapal ini di Belanda.
Rencananya, PT PAL akan membut kapal perusak pesanan TNI AL tahun depan. Bila tidak ada halangan, pengerjaan kapal perang ini akan butuh waktu selama 48 bulan atau bisa selesai pada akhir Desember 2016 nanti.

Selain menyelesaikan pesanan kapal perang di tanah air, PT PAL rupanya sudah mulai menebarkan jangkar ke luar negeri. Salah satu produk andalan PT PAL yakni kapal perang bersenjata atau kombatan, mulai dilirik negara tetangga. “Filipina sudah mulai pesan ke kami, artinya kami sudah mulai mengekspor kapal,” imbuhnya tanpa merinci jumlah kapal pesanan berikut nilai pesanan dari Filipina.

PT PAL Indonesia menargetkan bisa mengantongi pendapatan dari industri galangan kapal sebesar Rp 1,7 triliun. Sedangkan untuk laba bersih, perusahaan ini membidik target Rp 300 miliar. Manajemen PAL pun optimistis target tersebut bisa tercapai. (KONTAN).

58 KOMENTAR

    • Kapal jenis SSV strategic sealift vessel.yaitu pengembangan dari kapal yang dimiliki TNI AL jenis LPD 125 landing platform dock.
      Kapal jenis SSV
      Panjang 123 m
      Lebar 21,8 m
      Bobot 7000 ton
      Kelajuan 16 knot
      Mesin pendorong 2×3000bhp
      Kapasitas 649 awak
      Bisa memuat 3 helikopter dan 3 kapal jenis landing craft utility
      Fungsi sebagai kapal serangan strategis untuk elemen tentara darat ke wilayah musuh secara gerak cepat.
      Harga 1 unit US$ 45 juta.
      PT PAL bersaing dengan gurunya yaitu Korea selatan selain india dan Australia dan akhirnya pemerintah Filiphina memilih membeli kapal produksi PT PAL.imho…

  1. Sedih , liat berita di kompas pagi ini, oknum TNI keroyok anggota satpam yg menegur anggota TNI tersebut, karena salah jalan,anggota TNI tersebut balik lagi bawa anggota banyak dan ngamuk, keroyokan?…….nggak jantan banget….kalo satu lawan satu berani gak yah? ini anggota satpam…..luar biasa..!,

  2. Bikin LPHD 3 buah, LPD 12 buah, SSK 12 buah, Destroyer 6 biji,
    Untuk KCR 60 meter sudah saat nya di lempar ke galangan kapl swasta, LST buat leopard juga,
    PKR10514 ditambah 12 buah dibagi Tot nya ke swasta, Hovercraft tonnase besar harus dipikirkan,

  3. PAL perlu bikin KS yg khusus bwt RI 1 dan RI 2

    KS tsb bs digunakan sewaktu waktu baik saat damai maupun darurat.
    Minimal bikin 4 biji. Sama kyk mobil RI 1 dan RI 2 yg gak cm satu

    Satu ditaruh di rumah dinas Presiden
    Satu ditaruh di rumah dinas Wapres
    Satu ditaruh di Istana
    Satu lg bwt cadangan

    Gk perlu besar tp canggih biar gk mahal2 amat
    Trus dibikin terowongannya