Kontrak Kemhan AS untuk 8 UAV ScanEagle Indonesia

8
4864
UAV ScanEagle. (USMC - Gunnery Sergeant Shannon Arledge of the 2nd Marine Aircraft Wing)

Washington, Jakartagreater.com  – Perusahaan Insitu Inc, Bingen, Washington, mendapatkan dana $ 47.930.791 untuk pemesanan N0001919F2602 terhadap perjanjian pemesanan dasar yang dikeluarkan sebelumnya (N00019-17-G-0001) untuk 34 kendaraan udara tak berawak ScanEagle, untuk pemerintah Malaysia (12) ; Indonesia (8); Filipina (8); dan Vietnam (6), dirilis situs Kementerian Pertahanan AS, 31-5-2019.

Selain itu, pesanan ini menyediakan muatan payload, suku cadang dan perbaikan, peralatan pendukung, peralatan, pelatihan, layanan teknis, dan perwakilan layanan lapangan.

UAV Insitu ScanEagle (United States of America Mass Communication Specialist 3r/U.S. Navy)

Pekerjaan akan dilakukan di Bingen, Washington (77 persen); dan beberapa pantai dan lokasi laut di Malaysia (9 persen); Filipina (5 persen); Vietnam (5 persen); dan Indonesia (4 persen), dan diperkirakan akan selesai pada Maret 2022.

Dana Penjualan Militer Asing dalam jumlah $ 47.930.791 akan diwajibkan pada saat penyerahan, dan tidak akan expire pada akhir tahun fiskal.

Pesanan ini menggabungkan pembelian untuk pemerintah Malaysia ($ 19.329.334; 40 persen); Filipina ($ 9.633.665; 20 persen); Vietnam ($ 9.770.120; 20 persen); dan Indonesia ($ 9.197.672; 20 persen) di bawah program Penjualan Militer Asing. Komando Sistem Udara Angkatan Laut, Sungai Patuxent, Maryland, adalah pelaksana kontrak.

8 KOMENTAR

  1. kalau cuma beli mainan keg gini.knp mesti ke amer.
    bukanya memajukan drone buatan anak bangsa..
    apa hebatnya drone ini hingga membeli mainan keg gini.
    kasihan para ilmuwan kita ga di beri kesempatan buat membuktikan keahliannya.

    • Gini ya Dik. Itu Indonesia dapat Scaneagle hibah dan itu baru dari pabriknya. Walopun lebih kecil dari Wulung, tapi kecepatan jelajah, jangkauan, endurance dan ketinggian yg dicapai masih lebih bagus Scaneagle daripada Wulung.

      Kan lebih baik diterima aja daripada ditolak. Ntar dibongkar satu buat reserve engineering,ilmunya bisa diterapkan di Wulung. Kan enak.

  2. soal hibah biasanya ada unsur terselubung di balik hibah itu.
    kalau soal jangkauan dan endurance mungkin kita blm bisa lebih baik dari negara lain karena ya itu tadi para elite politik kita
    ga pernah memperhatikan para ilmuwan kita .
    dan itu sudah sering terjadi.

  3. Hati2 buat negara penerima hibah uav scan eagle, nerima uav scan eagle sama aja memberi akses pada si negara pendengki untuk memperluas jangkauan radar sistem satelit si negara pendengki tersebut, perangkat lunak uav scan eagle punya akses langsung radar sistem satelit negara pendengki itu, meski uav tidak dioprasionalkan tp perangkat lunak tetep bekerja memberi informasi situasi kawasan, uav seperti ini biasanya dipakai menyebar dan menjadi sebuah ide solusi yg murah untuk menyebar sistem radar perangkat lunak yg diakeses melalui satelit,,,gk terlalu berbahaya sih nerima hibah ini tp negara yg nerima uav ini telah memberi akses bisa dipantau langsung dengan satelit perkembangan jenis alutsista mereka atau pun segala situasi negata tersebut #opini_saya kwkwkwkwkwkwkkk

  4. saya setuju.itu hibah terselubung
    heee negara pendengki istilah baru nih dari si amer.
    mending para ilmuwan kita di berikrsempatan dr pd hibah tp di kibulin.
    para elit kita ga sadar jgn2 di dlm drone di psng sesuatu kyk waktu indonesia dpt hibah hercules dari australia.isinya bnyk alat sadap nya.
    heeeemm alangkagh miris nya