Jan 282018
 

Su-35 (photo : Oleg Belyakov via Wikimedia Commons)

Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal NI Yuyu Sutisna, menegaskan, rencana pembelian pesawat tempur generasi 4,5, Sukhoi Su-35 dari pemerintah Rusia masih terus berproses.

“Sukhoi Su-35 masih jalan. Tidak ada pengaruh apa-apa, sesuai dengan apa yang disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,” kata Yuyu usai Rapat Pimpinan TNI Angkatan Udara 2018 di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Jumat, 26/1/2018. dilansir Antara.

KSAU mengatakan hal ini menanggapi adanya informasi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat (AS) agar Indonesia tidak membeli pesawat dari Rusia saat Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis berkunjung ke Indonesia.

“Saya tidak mendengar itu (adanya dugaan tekanan dari AS). Saya dapat informasinya dari media. Yang pasti, kontraknya akan berjalan,” kata KSAU.

Mantan Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I ini mengharapkan penandatanganan kontrak pembelian Sukhoi-35 berlangsung pada Februari 2018.

“Saya harapkan paling lambat pada Februari 2018 sudah ditandatangani kontrak tersebut. Kalau sudah ditandatangani kontrak tersebut, maka pada tahun depan pesawat pertama akan datang,” ujarnya.

  155 Responses to “Kontrak Pembelian Su-35 untuk Indonesia, Masih Berproses”

  1.  

    proses batal,ditunda atau lanjut mbah jimmi

  2.  

    kalau mau hitung2 an dari data alutsista TNI AU dibandingkan negara Malaysia (RMAF) dan Singapura (RSAF)…Indonesia (TNI AU) jauh dari jumlah kuantitas alutsista apalagi kualitas alutsista…
    F15E (52) : SU 30 MKM (18) : SU 27/30 (16)
    F16 BLOCK 52+ (72) : F/A-18D (12) MIG29 (18) : F16 15 OCU&25 (28)

  3.  

    rencana pembelian pesawat tempur generasi 4,5, Sukhoi Su-35 dari pemerintah Rusia masih terus berproses. Tentu yg dimaksudkan adlh proses mencetak uang yg masih kurang.

  4.  

    VISI TNI AU MARITIME AIR SUPPORT… JENIS PESPUR YANG COCOK UNTUK VISI KE DEPAN TNI AU : F18 SUPER HORNET ATAU RAFALE NAVAL VERSION…

  5.  

    paling lambat november > paling lambat desember akhir taun > paling lambat januari > paling lambat februari > dan seterusnya

  6.  

    kurang wah bung tangung…xizixizzZ…
    F15 se,,,f35,,kalo perlu f22nya sekalian…!!!

  7.  

    Masih Berproses selama hasil panen karet dan minyak sawit tercukupi…

  8.  

    uang muka ……… no problem
    pola barter ………. no problem
    offset + tot ………. mungkin msh proses krn hitungan teknis ribet full

  9.  

    Hehe.. Desember, Januari, Februari tar maret lg.. Mana yg bener nih.. Jadi ingat la
    “Menghitung hari”, ya wes ta mojok lg aja.
    Salam warjager

  10.  

    hihihihi ..dari jaman rambut gimbal sampe rambut gundul masih bahas proses terus…

  11.  

    Mudah2an..

  12.  

    Uhukk uhukk… Batalin aja, ganti F-16V atau F-35. Uhukk uhukk….

  13.  

    laa situ kayak domba{biri biri}aja bung dari gimbal terus dicukur…xixixizzZ…

  14.  

    siapa tau dikit lambat tapi malah dikompliti 16 pespur sukhoi 35 ( 1 ska ) plus nego cocor bebek sukhoi 34 , tu-22 total 1 skadron pembom ,,,,,, hehe

  15.  

    tambah lama

  16.  

    Kontraknya kapan??? Keburu perang dunia 3 loh.

  17.  

    KSAU ny aja ngomongny msh berharap….hihihii…akhir januari..mundur februari…maret…
    tau tau disalip JF17….

    •  

      Udah ngga usah menangis …
      Udah ngga usah mewek …

      Golek Sampan dan Rosok
      nya Usah Almarhum
      Paman Wisnu

      Oh iya

      Terima Kasih udah Share
      alat Inventaris Setia Waspada
      Terima Kasih di nomer inyong

      Wong Ayu Surokarto

  18.  

    180 unit jet fighter berkemampuan BVR untuk Indonesia,yaitu adalah??….

  19.  

    Sepertinya artikel ini bagaikan lagu merdu di telinga bung Agato…xicixicixi
    Mana nih si sales ….kok mbulet aja ya mau jualan.

  20.  

    Sebenarnya Indonesia dalam tekanan AS untuk proses pembelian pesawat SU35, kabarnya Australia meminta AS untuk menekan Indonesia agar proses pembelian SU35 bisa batal dan ini bagian ancaman sekutu di blok Pasifik, selain itu sebelumnya Australia berhasil meneken kontrak pembelian F35, untuk pengadaan armada angkatan udara dan laut mereka, setelah proses hibah Hornet ke Kanada. Maukah Indonesia jadi keledainya AS? Kita bangsa yg cerdik, di kadalin sama kambing congek ya kita ketawaain saja…

  21.  

    Yang Satu meneken yang satu Menekan..xixixi…..Nasib nasib..

  22.  

    aseem !

  23.  

    Goreng maning – goreng maning…….ampe gozonk …..moga tidak dpt ZONK…….

  24.  

    Sudah, sudah…mbok jangan malah pada ribut sendiri-sendiri, ini nanti tetep dibeliin pesawat tempur kok…bukan dibeliin sukhoi, tapi sukoco !!!

  25.  

    Udah pada denger berita ini belum?

    Konon putrinya “paman vutin” minta cerai dari suaminya yg seorang pengusaha (alutsista?), gara2 sang suami kegep lagi selingkuh sama seorang sosialita?

    Jangan2, ini alasannya bung jimmy sulapan udah jarang nongol dimari….

  26.  

    Tahun 2019 di JKGR akan ada artikel tentang kedatangan 4 SU35 dari 12 yg disepakati.

    •  

      Wah mbah mijan ikut komen dimari,,.ramalan desember lalu aja ga kebukti, di blg bakal ada pesawat sipil jatuh, pake no flight nya lg, JT 365 ato 356,.,tak terbukti!!! kacau nie org,.,

      •  

        Semua ada waktunya dik…
        Bukan ramalan, bisa jd harapan, yg pasti jejak sudah tertulis dimari…
        Kita tunggu Bae…

        •  

          Klo mau yg nyata dan sesuai dgn perkataan kasau dan panglina bahwa jika ttd kontrak bln januari akhir ato februari awal, bacht pertama sdh akan dikirm tahun depan, jumlahnya blm diinfokan, tebakan sy paling sebiji ato 2 biji dl, dan disepakati nya ya 11 unit, jaman pemerintahan joko widodo tdk ada yg di sembunyikan, hrs transparan, beli 11 full weapon bkn 12 unit bung,,.inget ya 11 unit yg sdh disepakati,,diluar dr jumlah itu mungkin pembelian dr negara lain,,,

    •  

      Walahhh….tukang ramal kalau bakar menyannya keliru ya gini….di apusi demit amerika fans boys sepertinya

  27.  

    Wah, Pasukan Garuda di Lebanon Digeruduk Massa Anti-Perdamaian
    Times indonesia 29 Jan. 2018 11:15

    TIMESINDONESIA, JAKARTA – Markas Pasukan Garuda Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) yang berlokasi di UN Posn 7-1 Adchit Alqusyar Lebanon Selatan, sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat didemo oleh sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti-Perdamaian di Lebanon Selatan, pada Minggu (28/1/2018).
    Dalam orasinya, para pendemo menuntut agar Pasukan Garuda Satgas Indobatt harus segera angkat kaki dari bumi Lebanon Selatan. Menurut mereka (para pendemo), tanpa kehadiran United Nations (UN) dalam hal ini Pasukan Garuda Indobatt, negara Lebanon aman-aman saja. Di samping itu, mereka juga menggelar spanduk yang bertuliskan “Negara kami selama ini baik-baik saja, kenapa pihak UN menempatkan tentara asing begitu banyak di sini, kami tidak menghendaki kalian-kalian menguasai negara kami”.
    Sementara itu, melihat aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti-Perdamaian di Lebanon Selatan, penduduk setempat turut serta membantu para pendemo untuk memaksa masuk menerobos penjagaan yang dijaga ketat oleh Pasukan Garuda Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil. Melihat situasi yang demikian, anggota jaga Serka Edi Susanto melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Jaga, dalam hal ini Kapten Inf Aceng Wahyudin. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Kapten Inf FX Renoten selaku Kasiops Indobatt. Selanjutnya, Kasiops segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto. Setelah mendapat petunjuk dari Dansatgas, Kasiops segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi aksi para pendemo.
    Selanjutnya, Kasiops Kapten Inf FX Renoten memerintahkan Lettu Inf Muhammad Dody selaku Komandan Pleton CRC (Crowded Riot Control) dari Kompi Delta berikut perlengkapannya untuk bergerak dan mengatasi kejadian unjuk rasa tersebut, dengan di backup Pleton BMR (Battalion Mobile Reserve) dan Tim Kesehatan.
    Unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti-Perdamaian dan penduduk di Lebanon Selatan, awalnya digelar secara damai. Namun situasinya makin memanas dan menjadi anarkis. Para pendemo memprovokasi dan melempari personel Indobatt dengan batu-batuan dan benda-benda keras lainnya, yang mengakibatkan satu orang demonstran dan dua personel Indobatt mengalami luka-luka.
    Setelah melakukan negosiasi dan argumentasi yang sangat alot dengan diberikan pengertian kepada para pendemo terkait keberadaan dan tugas Pasukan Garuda sebagai peacekeepers misi perdamaian PBB di Lebanon, akhirnya pimpinan maupun para pendemo mengerti serta mengakhiri aksinya, dan situasi dapat dikendalikan dengan baik.
    Kejadian di atas merupakan Skenario Latihan CRC Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil yang dirancang oleh Kasiops Satgas Kapten Inf FX Renoten. Hal tersebut dilakukan dalam rangka melatih kemampuan personel Indobatt khususnya dalam hal taktik dan teknis serta prosedur tetap yang harus dilaksanakan apabila menangani terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh penduduk lokal di sekitar Markas Indobatt. “Agar pasukan selalu siap saat menghadapi situasi seperti ini,” kata Renoten. (*)

  28.  

    Sign Contract nya, masih dalam proses tunggu SU-35 usang, baru sign contract hibah …….. namanya juga Indonesia hebat !!!

  29.  

    Karena aku cinta indonesia dan butuh Indonesia kuat, maka aku tetap mengharapkan SU 35 utk menjaga wilayah Indonesia dari gangguan amerika, china, ausie, maloon, songoporn

    😎

  30.  

    memang engak tetanggaan sama Unaited kingdom of linggis…tapi sama FPDA…!!!

  31.  

    Rusia ingin diparaf bru minta komoditasnya sdang kita ingin sblm diparaf minta ditentukan komoditasnya gto masalahnya itu menyangkut fulus w trilkiun lebih bin ribuan milyar rupiah bukan daun euy ga gampang blm tekanan asu