Kontrak Senjata Rusia-Afrika Tembus US $21 Milyar

MOSKOW – Kontrak eksportir senjata Rusia Rosoboronexport dengan negara-negara Afrika melebihi US $21 milyar, menurut laporan Yuri Demchenko, penasehat CEO Rosoboronexport.

Rosoboronexport akan ambil bagian dalam pameran Afrika Aerospace and Defence 2016 yang akan diselenggarakan di Pretoria Afrika Selatan pada tanggal 14-18 September 2016.

“Kami akan terus memperkuat kerjasama dengan mayoritas negara-negara Afrika Utara dan negara-negara di selatan gurun Sahara”, kata Demchenko, yang mengepalai delegasi Rosoboronexport pada pameran tersebut.

“Hari ini, portofolio Rosoboronexport untuk pesanan yang dilakukan oleh negara-negara Afrika melebihi US $21 milyar”, tambahnya.

Menurut kepala delegasi, Rosoboronexport telah membentuk secara langsung hubungan militer dan teknis dengan Angola, Mesir, Zimbabwe, Mali, Uganda dan negara-negara lainnya. Kemajuan yang baik telah dilakukan baru-baru ini untuk bekerja sama dengan Namibia, Nigeria, Kamerun, Mozambik, Tanzania dan Equatoral Guinea.

Selama pameran, delegasi Rusia berencana mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari Departemen Pertahanan dan komunitas bisnis lebih dari 25 negara Afrika, serta melakukan pembicaraan dengan delegasi dari negara-negara Eropa, Asia dan Amerika Latin.

“Rosoboronexport berharap delegasi asing akan menunjukkan minat yang besar pada pesawat tempur latih Yakovlev Yak-130 (Mitten), heli tempur militer Mi-28NE Havoc, pesawat angkut militer Ilyushin Il-76MD-90A dan heli serang Mi-35M Hind-E”, dalam siaran pers Rosoboronexport.

Rosoboronexport juga berharap para pengunjung pameran tertarik dalam kapal selam diesel-listrik besar proyek 636 dan pengangkut personel lapis baja BTR-82A. Menurut siaran pers, Rosoboronexport juga akan mengungkap sebuah proyek simulator virtual reality multimedia untuk helikopter pengintai/serang Kamov Ka-52 Hokum-B.

Sumber: Army Recognition

Tinggalkan komentar