Mei 172019
 

KCR-60 TNI AL (TNI AL)

Singapura, Jakartagreater.com    –   Dalam upacara penandatanganan di Surabaya, Indonesia, Terma secara resmi dianugerahi kontrak untuk pengiriman C-Series Combat Suite untuk empat kapal KCR-60 Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL), dirilis situs Terma.com, 13 Mei 2019.

Cakupan pasokan untuk masing-masing kapal akan mencakup:

Sistem Manajemen Tempur C-Flex Terma,

photo credit: Terma.com

Radar SCANTER 4603 X-Band,

photo credit: Terma.com

Sistem Peluncuran Umpan C-Guard,

photo credit: Terma.com

C-Fire Electro Optical Fire Control System, dan

C-Fire’s Electro Optical Director – IOTA (photo credit: Terma.com)

Integrasi penuh sistem sensor kapal dan efektor seperti senjata laut dan sistem rudal.


Selain itu, Terma akan berperan sebagai Combat System Integrator (CSI).

“Terma mendukung ambisi dan aspirasi Indonesia untuk mengembangkan industri pertahanannya sendiri. Transfer Teknologi dan tumbuh bersama dengan mitra kami sejalan dengan filosofi bisnis Terma. Kami telah, bersama dengan mitra lokal, mendirikan pusat pengembangan Sistem Manajemen Combat lokal berdasarkan solusi C-Flex kami.

Ini akan semakin memberdayakan dan juga memungkinkan kami untuk lebih mendukung pelanggan Indonesia kami, dan kami sangat berharap untuk lebih memperkuat kolaborasi dengan mitra non-pertahanan dan pertahanan di Indonesia, ”kata Jens Maaløe, Presiden dan CEO, Terma Group.

Terobosan Penting

“Kontrak ini merupakan terobosan penting bagi Terma karena merupakan penjualan pertama Sistem Combat lengkap di Indonesia, dan yang ketiga di kawasan ini,” kata Anupam Narain Mathur, Wakil Presiden & Manajer Umum, Terma Asia Pasifik.

Sebelum upacara penandatanganan, galangan kapal milik pemerintah Indonesia PT PAL dan Kementerian Pertahanan Indonesia pada 28 Desember 2018 menandatangani kontrak untuk upgrade 2 kapal serangan cepat KCR-60 dengan Combat Management System (CMS) baru dan juga untuk pembangunan 2 kapal tambahan yang dilengkapi dengan CMS yang sama. PT PAL akan bertindak sebagai integrator sistem platform.

Indonesia Memegang Peran Kunci

Sejak pembukaan anak perusahaan Terma di Singapura pada 2007, Indonesia telah memainkan peran kunci dalam pengembangan regional perusahaan di Asia Pasifik.

Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai lebih dari 50.000 km, Indonesia memiliki banyak peluang bagi Terma. Ketergantungan negara pada transportasi laut untuk hubungan perdagangan domestik dan internasional merupakan kapak utama pengembangan untuk kemampuan Sistem Misi dan Keamanan Terma di negara tersebut.

Terma sudah memiliki beberapa sistem yang beroperasi di Indonesia, baik di darat maupun di laut. Radar SCANTER dioperasikan oleh Badan Keamanan Maritim Indonesia (BAKAMLA), Penjaga Pantai dan Laut Indonesia (KPLP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, TNI-AL dan Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta.

TNI-AL juga telah memilih Sistem Peluncuran Umpan C-Guard untuk melindungi beberapa kapal strategis armadanya.