JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 262018
 

Marsda TNI Umar Sugeng Haryono  memaparkan penelitian Desertasinya. Alutsista  ditempatkan di pangkalan terdepan yang berbatasan langsung dengan negara lain dan menempatkan 1 Skadron Tempur Mobile bergantian ke Lanud-lanud terdepan. (photo : TNI AU).

Makassar, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasau, Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono memaparkan hasil penelitian Disertasinya berjudul “Strategi Pengembangan Alutsista TNI Angkatan Udara dalam Perspektif Ancaman Wilayah Udara NKRI”, dalam seminar dihadapan para Guru Besar : Prof. Dr. Rifdan M.Si, Prof Dr H.Hamsun Abdul Gani, M.Pd, Prof. Dr. Jazaruddin, M.Si, Prof Dr. Dr. Suradi Tahmir, MS, Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si, dan Prof. Dr. Anshari, M. Hum, dalam rangka menyelesaikan Program Doktor pada Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis, 22/3/2018 yang dirilis situs TNI AU.

Dalam paparannya Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Haryono menjelaskan bahwa Strategi pengembangan Alutsista TNI AU dihadapkan pada potensi ancaman dan luas wilayah NKRI menuju kekuatan pokok ideal yaitu :

  1.  Perlu adanya Penambahan armada Alutsista udara yang canggih (generasi ke-5) berupa pesawat berbagai jenis (pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat heli, pesawat intai dan pesawat tanpa awak serta pesawat latih)
  2. Radar.
  3. Rudal.
  4. Meriam/PSU.

Kemudian Alutsista itu ditempatkan di pulau atau pangkalan terdepan utamanya yang berbatasan langsung dengan negara lain, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menempatkan 1 Skadron Tempur Mobile beserta pendukungnya secara bergantian ke Lanud-lanud terdepan.

Lebih lanjut mantan Pangkoopsau II ini menjelaskan bahwa disamping penambahan pesawat dengan berbagai jenisnya perlu juga penambahan sejumlah radar dan penambahan jam operasional 24 jam di beberapa tempat seperti Morotai, Timika, dan Saumlaki yang akan berintegrasi dengan radar sipil, sehingga dapat mengkafer seluruh wilayah udara NKRI.

Di akhir paparan, Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono menjelaskan juga beberapa faktor determinan yang mendukung pengembangan Alutsista TNI Angkatan udara yang terdiri dari kondisi keuangan negara yang harus lebih baik.

Hubungan harmonisasi antarlembaga seperti DPR dengan Presiden, Kemhan dan Kementrian lainnya begitu juga dengan TNI/TNI AU hendaknya sejalan dalam mendukung pengembangan Alutsista TNI AU tanpa adanya kepentingan politik dalam sistem pengadaan Alutsista, pungkas Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono, Alumni AAU Tahun 1986.

Berbagi

  39 Responses to “Koorsahli Kasau Paparkan Strategi Pengembangan Alutsista TNI AU”

  1.  

    ” 1. Perlu adanya Penambahan armada Alutsista udara yang canggih (generasi ke-5) berupa pesawat berbagai jenis (pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat heli, pesawat intai dan pesawat tanpa awak serta pesawat latih)
    2 .Radar.
    3. Rudal.
    4. Meriam/PSU.”

    Hahaha mantap strateginya. Yah memang sudah seharusnya kita punya pespur generasi 5 agar kekuatan udara kita bisa terus bersaing dgn kekuatan udara negara tetangga yg kekuatannya gk bisa diremehkan dan tentunya selalu jd ancaman untuk RI.

  2.  

    SY Pilih SU-57 Sbg Gen 5

  3.  

    Mungkin Beliau Sdh Tahu Si Ausy & Upil Mau Sewa Gojek Online F-22, Skenorianya Head To Head F-22 Vs SU-57 Krn Dua2nya Stealth To Stealth Jd Sm2 Nggak Terlihat Di Radarnya Ujung2nya Saling Dog Fight, Jd Yg Jago Dog Fight Pemenangnya “Man Behine The Gun” Beda Kalo SU-35 Nggak Pake CD Vs F-22 Pake CD

    •  

      Sepertinya bukannya sama2 gk terlihat di radar bang, tapi sama2 sulit untuk mendeteksi satu sama lain baik itu f22 maupun su57 bang.

    •  

      padahal kasau fokus asumsi beserta strateginya jika perang terjadi adu ayamnya bakal nyelonong2 dimari

    •  

      Indonesia gak mungkin sewa Su-57.

    •  

      Yang mau head to head Su-57 sama F22 itu siapa ?

      Lha wong Australi dan Singapore itu BUKAN musuh RI.

      Australi itu adalah mitra RI dan sebagai bumper Australi dalam menghadapi negeri Qin maka RI perlu diperkuat.

      Itu pula yang disadari oleh US.

      Maka sekarang 3 negara ini (US, Australi dan Singapore) lebih sering berlatih dan menjalin kerjasama pertahanan bersama RI.

      •  

        Yg nikam dari belakang timtim negara mana?

        •  

          banyak kok korporasi 2 pertambangan juga ngikut,
          dan ini terjadi karena diplomasi fretilin di forum2 internasional
          menggunakan strategi yg hampir mirip dgn kita waktu perang kemerdekaan

          invasi timtim didukung oleh australia dan AS,siapa sih yg mau muncul Kubanya pasifik barat,apalagi ada pengiriman senjata dari China yg diintersepsi Tni-Al dgn bantuan CIA.

        •  

          Saya malah bersyukur Timor Leste lepas dari RI, beban RI jadi lebih ringan nggak nerusin membangun Timor Timur propinsi gersang tak tahu berterima kasih, maunya disuapin melulu seperti benalu dan tanpa sumber daya.

          •  

            beban memang bung
            angka natalitas tinggi namun daerahnya kurang subur, miskin curah hujan kyak daerah afrika2 tengah yg selalu berkonflik

          •  

            Bung TNP… Timor Timur (dulu) adl NKRI. Lepasnya Tim Tim dr NKRI adalah aib yang tdk akan bisa hilang sampai kapan pun bagi perjalanan Kedaulatan NKRI. Masalah kedaulatan tdk bs dibandingkan dengan potensi atau keadaan daerah tsb. Daerah2 sekitar Tim Tim memang gersang dan minim potensi sumberdaya nya. Sebut saja NTT/Kupang juga gersang dan minim sumber daya. Tapi bukan jadi alasan dengan begitu trus kita lepas kan? Tidak ada alasan/dalil apapun yg bs dibenarkan apabila taruhannya adalah kedaulatan NKRI.

            Salam NKRI

  4.  

    Paslah Pespur Gen-5 masuk dlm kebutuhan bukan hy sekedar keinginan.he3. SU-35 & SU-57 untuk ngadepi F35&F22 tetangga! Cuma masalahnya akankah dan kapan SU-57 diakuisisi Kemenhan?he3

  5.  

    Nomor 1 sd 4 semua org jg sdh tau. Yg penting itu pemerintah dan DPR nya meralisasi yg 1 sd 4 itu. Semua rencana tinggal masuk laci aja klo pemerintah dan DPR nya masuk angin.

    Dulu jaman Sukarno kita bs, walaupun secara ekonomi msh miskin. Masa sekarang tidak bs? Tinggal kemauan dr pemerintah dan DPR aja……

  6.  

    Sebetulnya wajar para RF mengidamkan Su-57 untuk Armada udara TNI AU, hanya saja terlalu cepat 10 tahun bahkan bisa jadi 20 tahun untuk ekspor. Apalagi, Su-57 belum bisa dikatakan 100% operasional.

    Beli J-20/31 juga tak mungkin. IFX blok 2 juga apalagi. Saya kira itu Koorsahli Mabesau lagi ngasih kode keras bahwa pembelian F-16V bisa jadi berubah menjadi pembelian F-35 atau F-15SE. Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi karena F-15SE sendiri bukan pilihan utama di USAF dan negara2 lainnya maka F-35 akan jadi pilihan utama. Pemilihan ini akan sangat menarik. Kenapa?? Karena F-35 TNI AU bisa digunakan untuk menghadapi Su-35 China atau J-20/J-31 di LCS sedangkan Su-35 TNI, bisa digunakan untuk lawan F-35 RAAF. Yah itu adalah sesuatu yang sangat adil. Hhhhhhhhhh

    •  

      bung agato sugigi gmna kalau opsi pembelian 3 skuadron F-16 blok72 diganti, 1 skuadron F-15 E dan 2 skuadron F-16. Dan membeli 5 SU-57 untuk menggenapkan SU-35 menjadi satu skuadron.. sedikit ngk pa2 yg penting punya.. hahaa..

      •  

        Gak mungkin Su-57 dijual dalam waktu dekat. Su-35 S (BM varian domestik) aja baru keluar tahun 2008, Indonesia aja baru TTD 2018. Itu artinya butuh sekitar 10 tahun lagi. Masalahnya Su-57 belum akan siap karena masalah mesin.

    •  

      strategi yg cucok ,masih paranoid dngan embargo apalagi demokrasi kita sudah dicap illiberal,fake oleh anjiang liberal kiri yg mengutamakan feeling dripada rasionalitas.

      xaxaxa

  7.  

    Ayo Buat 1000 Hastag “SU-57 Bersama Rakyat TNI AU Kuat” di Twitter TNI-AU & Facebook Pak Jokowi #SU-57BersamaRakyatTNIAUKuat

  8.  

    bersama F-16 TNI AU kuat…….
    eh F-16 sudah dipakai lho sudah banyak joki yg jadi veteran bahkan jadi terminator……xixi

  9.  

    Kembangin rudal dong sekarang kan era rudal indonesia katrok

  10.  

    Pak profesor penguji gak ada yang tanya: pesawat AEWC gimana?

    •  

      Mana profesornya ngerti ?

      Otak profesornya nggak nyampai ke situ.

      Lha wong disebutin pesawat generasi 5 trus dalam kurung tercantum juga pesawat angkut, pesawat heli dan pesawat latih.

      Emangnya adakah pesawat angkut, helikopter dan pesawat latih yang generasi 5 ?

      Jelas dari sini si profesor penguji kagak ngerti.

      Pokoke kalau kelihatan hebat dilulusin.

      •  

        mungkin saja itu yg didalam kurung ditambah-tambahin sma yg buat artikel, lagian kan klo pidato atw memberikan komentar ga mungkin keluar kata2 dalam kurung generasi ke 5

      •  

        ”Perlu adanya Penambahan armada Alutsista udara yang canggih (generasi ke-5) berupa pesawat berbagai jenis (pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat heli, pesawat intai dan pesawat tanpa awak serta pesawat latih)”

        ngisin-ngisini semoga hanya kesalahan yg ngetik atau yg upload
        kalo tidak cyduk saja dan jebloskan dalam kokpit Smartplane multidimensi.

      •  

        Klo lihat judul disertasi “Strategi Pengembangan Alutsista TNI Angkatan Udara dalam Perspektif Ancaman Wilayah Udara NKRI” idealnya diambil di perguruan tinggi yang ada jurusan teknik penerbangannya, atau Universitas Pertahanan sekalian.

        Guru besar penguji ada yang bergelar M.Pd (pendidikan) dan M.Hum (humaniora) -gak relevan!

    •  

      yaa seharusya penguji harus paham tema dan isi dari permaslahan setidaknya tidak buta babarblas…tapi sayang orang yang paham belum tentu diundang….apalagi istilah fans boy sudah menjamur,,,jadi rada gimana gitu kalau fans boy jadi pewakilan sebagai pengamat apalagi sebagai penguji…kan lebih keren kalo ditulis Prof. atau DR.(Doktor)ketimbang fans boy…!!!

  11.  

    Ada yg punya screenshot PO-nya Sukhoi-35…?

    •  

      wkkk……..
      sudah kontrak lho bung..main kontrak…ti ati..
      fanasboy di sini bisa ngamuk klo ente sebut PO…….xixixiiiiiiiii

 Leave a Reply