Sep 112014
 

kopaska-8

Salah satu alternatif penyelesaian upaya pengembalian Irian Barat ke wilayah RI adalah dengan kekerasan. Apabila hal itu terjadi tidak mustahil bahwa TNI- AL ( ALRI) dituntut untuk menyiapkan manusia-manusia katak (Frog Man), maka pada tahun 1954 dilaksanakan “Kursus Frog Man” di Dinas Ranjau KDMS, yang diprakarsai oleh Kapt. Dch. Iskak (waktu itu menjabat kepala dinas OPH) dan menghasilkan 4 (empat) orang manusia katak dengan kemampuan teknik peperangan laut khusus yaitu selam tempur, UDT (Underwater Demolition Team), infiltrasi lewat laut dan pengamatan pantai, berkualifikasi 4 media yaitu darat, laut dan udara serta bawah air.

Kemampuan bawah air inilah “kesaktian utama” para manusia katak tempur di seluruh dunia. Sesuai namanya Kopaska adalah “biang” nya segala metode pertempuran yang berbau “air”. Semua pasukan khusus AD, AU dan AL yang mendalami ilmu tempur bawah air pasti akan berurusan dengan satuan elit AL berbaret biru tua ini.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kepala Staf Angkatan Laut no Skep. M/KSAL 5401.13 tanggal 31 Maret 1962 dibentuk dan diresmikan Komando Pasukan Katak disingkat “KOPASKA” dengan komandan yang pertama Letkol Laut OP Koesno. Saat itu didemostrasikan kemampuan UDT dan pembersihan ranjau di depan presiden di dermaga ujung Surabaya. Bung Karno nampak puas dengan kemampuan Kopaska itu. Padahal sesungguhnya, komposisi prajurit pasukan katak sebagai satuan tempur belum sempurna. Masih kurang beberapa puluh personel lagi mencapai jumlah personel yang cukup untuk melaksanakan perintah operasi yang dibebankan pada Kopaska.

Maka dari itu Kopaska saat itu mendidik pasukan hingga 3 angkatan yaitu : angkatan I adalah calon korps pelatih pasukan katak. Angkatan II sebagai anggota unit tempur yang diambil dari anggota ALRI yang minimal 2 tahun pernah bertugas di kapal perang. Dan Angkatan III adalah 3 peleton anggota RPKAD yang dilatih menjadi “frog man”.

Komando Pasukan Katak adalah pasukan khusus berkualifikasi komando dan ke –paska – an yang menempati hirarki tertinggi dalam lingkungan kombatan di TNI – AL bersama dengan “saudara” nya yaitu Yon Taifib di Korps Marinir. Hal ini dikarenakan untuk menjadi anggota pasukan katak harus mempunyai kemampuan diatas rata – rata Dan bisa bergerak secara individual. TNI – AL tidak main – main dalam merekrut para prajurit baru di satuan elit berbaret biru tua ini. Standart yang tinggi, pengalaman bertugas di KRI dan IQ diatas rata – rata adalah syarat mutlak seorang prajurit KOPASKA. Kopaska juga bergerak atas perintah langsung Panglima TNI.

Satuan Kopaska saat ini bernaung di bawah Komando Armada (Barat dan Timur). Masing – masing dipimpin oleh seorang Kolonel/Letkol senior dari berbagai korps dalam TNI AL yang duluya juga pernah menempuh pendidikan Kopaska. Wakil Danpaska adalah Letkol dan detasemen dibawahnya dipimpin oleh seorang Mayor atau Kapten. Diharapkan untuk masa yang akan datang Kopaska mempunyai satu orang komandan pusat SATPASKA berpangkat Laksamana Pertama. Dengan adanya sistem terpusat seperti itu maka terciptalah satu komando pusat sehingga terciptalah keselarasan dan kebijakan mengenai latihan, persenjataan, peralatan yang ter integrasi antara satpaska yang bertempat di Armatim dan Armabar. Kopaska juga akan resmi menyandang gelar pasukan komando.

Hanya prajurit matra laut yang mempunyai standar di atas rata – rata dan kemampuan fisik prima yang dapat menjadi anggota Kopaska. Dan di lingkungan matra laut terdapat fakta hanya segelintir prajurit yang mampu bertahan dan lulus dari pendidikan pasukan katak di Sepaskal KODIKAL Surabaya ini. Sedikitnya calon yang lulus dalam pendidikan ini menandakan bahwa TNI – AL tidak sembarangan merekrut prajurit Kopaska. Karena tugas yang diemban Kopaska bisa dikatakan sangat berat dan mencakup wahana empat media (darat, laut, udara dan bawah air) sesuai kodratnya sebagai pasukan amfibi.

kopaska-tni

Persyaratan Calon Prajurit Kopaska :

Anggota TNI AL (Non anggota Korps Marinir)
Berdinas minimum 2 thn di KRI / Kapal Perang RI
Lulus Kesamaptaan (standart pasukan khusus TNI)
Lulus Tes Berenang (militer, gaya katak dan gaya bebas)
Lulus Tes Ketahanan Air
Lulus Psikotest khusus
Lulus Wawancara dan Secara sadar mengikuti tes dan pendidikan tanpa paksaan siapapun.
Mempunyai wawasan luas baik militer atau umum dan kemampuan mengoperasikan peralatan tempur dan senjata dengan baik
Setelah lulus penyaringan dan mendapat perintah untuk menempuh dikbrevet paska, maka calon diberangkatkan ke Sepaskal Kodikal TNI AL Surabaya. Di sana tes terakhir mencakup keseluruhan materi tes bagi para calon. Yang tidak lulus akan dikembalikan ke satuan asalnya.

Pendidikan Kopaska memakan waktu hampir 10 bulan terbagi atas beberapa tahap yang meliputi teori dan praktek lapangan baik di darat dan laut.

Materi pendidikan Kopaska terdiri atas :
Akademik Paska
Kepaskaan
Dik Komando (telah melaksanakan sendiri, sebelumnya bergabung dengan Marinir)
Terjun (Static dan AFF). Setelah melaksanakan terjun dasar mendarat di darat selanjutnya adalah spesialisasi kemampuan terjun ( statik & free fall) untuk mendarat di rig-rig lepas pantai dan laut.
Inteligen Tempur
Sabotase dan kontra sabotase
Demolisi bawah air
Latihan pemantapan (berganda)

Pendidikan Komando Kopaska sebenarnya berkiblat pada metode pendidikan Komando Kopassus dan telah dilaksanakan sendiri oleh Kopaska selain materi pendidikan komando ala Marinir. Sampai saat ini biasanya ada pelatih dari Batujajar yang datang bertandang atau diundang untuk melatih di Kopaska. Hal terkait dengan sejarah dimana anggota awal Kopaska (angkatan III) adalah 3 peleton anggota RPKAD pada tahun 60-an ketika Operasi Trikora didengungkan. Para Kopaska “dadakan” inilah yang akan menjebol lambung kapal induk Belanda Karel Doorman dengan menggunakan Torpedo Berjiwa. Mereka kembali ke RPKAD pada tahun 1964.

Pendidikan Kopaska diawali dengan indoktrinasi dan gemblengan fisik yang membuat lelah luar biasa terutama otot kaki. Maklum kesaktian utama pasukan katak adalah menyelam dan bertempur dibawah air. Masa latihan pertama selama 1,5 bulan itu diakhiri dengan “Hell Week” yang sangat menguras tenaga karena para siswa baik Pa, Ba dan Ta digojlok sama standard pasukan khusus. Mereka selalu dikejutkan dengan kegiatan tiba – tiba dan tak terduga. Seperti renang laut di tengah malam, senam perahu karet, dayung, tidur sebentar lantas 10 menit kemudian para siswa disuruh melakukan halang rintang, push up dan pull up atau digebuki oleh para pelatih untuk melatih mental serta ujian lisan tentang teori yang telah diberikan. Itu hanya untuk membuktikan bahwa seseorang bisa berpikir 10 kali lipat dalam keadaan terdesak dan tantangannya adalah bagaimana caranya bisa berpikir seperti itu secara sadar dan tidak gegabah. Karena itulah hakikat sebuah pasukan khusus yang bisa menyelesaikan misinya dengan cepat, tuntas dan rapi.

Fase selanjutnya adalah pembinaan kelas selama 2,5 bulan plus sebulan praktek. Teori yang didapat antara lain adalah : pengintaian pantai, demolisi dan sabotase. Daerah latihan Kopaska pada ini adalah seputar pantai wilayah gresik atau pantai di daerah Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Tapi jangan kira walaupun pembinaan kelas, para siswa tetap diwajibkan lari dan berenang baik dalam kolam maupun laut.

Tahap berikutnya adalah materi pendidikan komando. Pada tahap inilah para calon pasukan katak dihadapkan pada materi perang darat dan unconventional warfare pada beberapa sub materi yaitu : Perang Hutan, Perang Jarak Dekat, Navigasi, Sea and Jungle Survival, Baca peta, pengenalan berbagai senjata api, daki serbu, mounteenering, Combat SAR dan intelijen tempur serta beladiri tangan kosong. Pasukan Katak menggunakan regu berjumlah 7 personel dalam setiap aksinya namun jangan salah, mereka dilatih juga secara individual untuk sabotase dan penyusupan yang memang tidak bisa dilaksanakan keroyokan. Biasanya ada pelatih dari Kopassus yang ikut melatih di tahap ini untuk menjaga kualitas lulusan. Materi Komando Kopaska dijalani selama 4 bulan dengan pemadatan dan penyesuaian materi sesuai keperluan Kopaska. Disini juga terdapat materi pelolosan dan Kamp tawanan yang membikin bulu kuduk merinding karena sangat brutal dan tak kenal ampun. Sebab apabila ndak punya mental baja, siksaan fisik bertubi – tubi dari pelatih yang berperan sebagai musuh apabila si siswa tertangkap… alamat calon Kopaska tidak lulus dari pendidikan.

Lulus dari tahap komando, selanjutnya siswa Kopaska dikirim ke sekolah para untuk mempelajari dasar terjun payung militer. Pendidikan ini bisa ditempuh di Sekolah Para Korps Marinir Gunung Sari Surabaya. Bisa juga di tempuh di Sekolah Para Pusdik Kopassus Batu Jajar Bandung atau Sekolah Para TNI AU di WING III Diklat Paskhas AU Lanud Sulaiman Bandung. Namun biasanya pendidikan sering dilakukan di Sekolah Para Korps Marinir. Dalam latihan ini para calon di latih selama 3 minggu yang meliputi : Ground Training (mengenal parasut, melipat dan memperbaiki, cara pendaratan yang benar dan latihan loncat dari menara 34 kaki), Latihan loncat dari menara 250 kaki, dan 1 minggu praktek (3 kali terjun tanpa perlengkapan, 1 kali terjun siang full gear dan 1 kali terjun malam full gear). Setelah lulus mereka berhak mendapat brevet para dasar (non marinir) yang biasanya disematkan di kantong sebelah kiri PDH / PDL. Mereka terjun dengan pesawat angkut milik PENERBAL (Penerbangan Angkatan Laut) di Lanudal Juanda Surabaya.

Tahap berikutnya adalah sabotase, kontra sabotase dan intelijen tempur. Materi yang menekankan pada konsep “blue jins soldier” ini dilakukan selama 2 bulan sebagai lanjutan materi serupa yang telah mereka terima pada tahap Komando. Mereka harus bisa mendata, mencari tau berapa komposisi jumlah musuh, kapan saat lengah, demografi, menggalang simpatisan, dan waktu yang tepat untuk operasi raid. Yang pasti tanpa tidak diketahui musuh. Walaupun kelihatannya sederhana namun sesungguhnya apabila si calon tidak menguasai benar ilmu yang telah didapat sebelumnya, maka dipastikan dalam tahap ini akan menemui kesulitan dan gugur karena setiap personel melakukan tugasnya sendiri – sendiri.

Tahap terakhir dari pendidikan Kopaska adalah pendidikan Underwater Demolition Team (UDT). Inilah kesaktian pamungkas sekaligus ciri khas pasukan katak di seluruh dunia. Tehnik menjinakkan ranjau, patroli pantai, renang rintis, penyelaman laut dalam, selam dengan Scuba Close Circuit, sabotase kapal musuh dengan torpedo berjiwa, dan raid dalam laut dipelajari disini. Karena pendidikan ini adalah bagian akhir dari dikma brevet paska, pelatih mengadakan latihan berganda yang mencakup keseluruhan materi yang pernah diberikan pada juga tahap ini. Latihan ini sering mengambil tempat di Puslatpur Marinir Grati Pasuruan sebab pada waktu yang sama, Puslatpur Marinir di Karang Tekok biasanya sedang mengadakan pendidikan bagi calon Marinir baru untuk mendapatkan brevet Komando Hutan selama 2 bulan. Akhir dari pendidikan Kopaska yang hampir 1 tahun itu ditandai dengan digelarnya operasi amfibi khusus, demo UDT, Infiltrasi, raid amfibi dan keahlian lain yang dimiliki pasukan katak TNI – AL ini didepan para petinggi TNI AL.

kopaska-7

Pasukan Katak “muda” ini berhak atas baret biru Kopaska, Brevet Manusia Katak, Brevet Para Dasar (bentuk brevet disesuaikan dengan dimana mereka menempuh sekolah para dasar), brevet menembak TNI – AL, Brevet Selam TNI AL, Brevet renang selat dan brevet lainnya yang berhak mereka kenakan di dalam dinas. Juga PDL loreng baru Kopaska. Sebagai awal, mereka akan ditempatkan di detasemen latih yang ada di Armabar dan Armatim selama setahun. Untuk selanjutnya bisa menempuh pendidikan spesialisasi (master/tingkat madya) di bidang masing – masing minimal setelah 2 – 3 tahun bertugas di Kopaska. Biasanya walaupun bukan merupakan sebuah korps, para frogmens ini menyisipkan kata “Katak” sebagai gelar kecabangan / keahlian pada pangkatnya.

Karir seorang frogman di jajaran pasukan katak atau setelah lepas dari satuannya bisa berkembang sebagai pelatih selam baik militer maupun sipil, tenaga selam pada satuan SAR dan memegang jabatan vital lainnya yang sesuai dengan latar belakang kelimuan sebagai pasukan katak dan kepangkatannya. Pada saat di satuan semua anggota Kopaska berhak melanjutkan dan mengembangkan keahlian yang telah dimiliki dengan mengikuti pendidikan, sekolah atau kursus yang disesuaikan dengan kebutuhan orgaisasi sampai dengan tingkat master (madya) : Menembak tepat tingkat jitu, supervisor selam, Jumpmaster, pelatih jasmani, pelatih komando, beach master, pendidikan intelijen tempur, penanggulangan teror, sabotase dan keadministrasian militer serta lain lain. Pendidikan, sekolah atau kursus dapat ditempuh di Pusdik milik TNI AL sendiri atau milik TNI AD dan TNI AU bahkan diluar negeri. Bahkan ada Bintara Kopaska ada yang pernah mengikuti pendidikan pilot TNI AL dan kemudian menjadi pilot PENERBAL. Seorang prajurit Kopaska bisa juga berkarir di luar kedinasan sebagai pelatih selam dan renang untuk umum. Perwira Kopaska (utamanya dari AAL) bisa berkarir sampai dengan pangkat Laksamana (Jenderal AL) sama seperti perwira Marinir atau korps lainnya di jajaran TNI AL.

Kopaska menerapkan standart yang hampir sama dengan Kopassus di bidang kesemaptaan dan kemiliteran apabila ada anggota yang ingin menempuh sekolah Caba atau Capa. Saking dekatnya, lipatan baju loreng (PDL) satuan Kopaska diseragamkan dengan lipatan PDL TNI AD dan TNI AU (lipatan keluar). Kopaska sering berlatih dengan para “saudara” nya di Kopassus, Korpaskhasau dan Taifib Korps Marinir. Bahkan sekarang mereka kerap berlatih bersama Terutama di materi jungle warfare, penanggulangan teror, UDT, penjinakan bahan peledak, pembersihan ranjau juga penerjunan perahu pada operasi salvage atau Combat Free Fall. Kopaska juga mempelajari tehnik gelar pasukan lintas heli, operasi dalpur, hanlan dan OP3UD yang didapat dari paskhas di TNI AU. Sebab TNI AL juga punya pangkalan udara yang membutuhkan pengamanan ekstra ketat. Anggota Kopaska pilihan dapat bergabung dengan paspampres untuk melakukan pengamanan VIP/VVIP atau bergabung dalam detasemen anti teror Kopaska. Bisa juga bergabung dengan Marinir di Detasemen Jala Mengkara.

Rentang penugasan Kopaska cukup panjang. Dimulai dari tahun 1962 sejak berdiri, Agenda penugasan Kopaska terbilang padat. Mulai operasi infiltrasi, sabotase, pengamanan KRI, operasi tempur bawah air dan mempersiapkan daerah pendaratan, hingga menjebol kapal induk Belanda Karel Doorman dengan torpedo berjiwa. Bahkan segelintir pasukan katak “jemput bola” di terusan Suez dan terusan Panama untuk menghancurkan Karel Doorman. Dimasa Dwikora, Kopaska ditugasi menyusup ke Singapura untuk menghancurkan beberapa target penting. Bahkan operasi pembersihan ranjau yang harus dilakoni Kopaska adalah dari Sabang sampai Sulawesi.

kopaska-5

Dimasa orde baru Kopaska didaulat merintis sebuah pasukan sejenis untuk negara yang dulu adalah “TO” nya TNI. Yaitu Malaysia. Pasukan ini dinamai Pasukan Khas Laut (PASKAL TLDM). Kopaska juga bertugas sebagai bagian dari kontingen Garuda. Dalam operasi Seroja, Anggota Kopaska dan Intelijen Kopassus yang tergabung dalam 1 detasemen menyelinap di garis belakang lawan mulai tahun 1973 mencari data, informasi dan menggalang massa serta membangun jaringan intelijen. Mungkin nama Kopaska jarang dikenal karena memang jarang sekali terlibat kontak senjata terbuka dengan musuh. Kerahasiaan mereka dipegang teguh dalam setiap aksinya. Kopaska aktif dalam setiap latihan gabungan ABRI / TNI dan menjalankan fungsi asasinya secara konsisten

Kopaska sering diserahi tugas mendidik pasukan khusus lain dalam TNI mengenai ilmu tempur khusus kelautan. Pasukan khusus berskala peleton yang dilatih Kopaska adalah Ton Tai Pur KOSTRAD dan unit khusus penanggulangan teror Paspampres. Untuk Paspampres biasanya yang diajarkan adalah materi pengamanan bawah air. Ketika berlatih bersama U.S. Navy Seal, Kopaska dan tim dari pasukan khusus TNI lainnya mengeruk ilmu sebanyak – banyaknya. Tentang ilmu Naval Special Warfare ataupun lainnya. Medan yang digunakan bisa di daerah latihan Satpaska Armabar atau Armatim. Inovasi dan kemampuan Kopaska semakin terasah dengan baik.

Dalam operasi pemulihan keamanan di NAD, Kopaska termasuk pasukan yang menyusup pertama kali untuk mengamati daerah pantai, menyiapkan rambu pantai, menyiapkan daerah pendaratan dan mengumpulkan data intelijen. Karena mereka selalu bergerak dalam unit kecil, maka jarang sekali nama Kopaska terdengar pada berita yang ada di media cetak maupun televisi. Penyerbuan basis GAM di P. Nasi tanpa korban di pihak TNI sesungguhnya adalah buah kesuksesan Kopaska dari pengamatan ber bulan bulan. P. Nasi yang tempatnya berada disebelah utara NAD adalah penyimpanan senjata selundupan GAM. Kopaska, Taifib Marinir dan Kopassus langsung menyerbu pulau itu dikala GAM tengah lengah. Hasilnya memang ada gudang penyimpanan senjata selundupan yang digunakan AGAM untuk merongrong NKRI dan masyarakat. Senjata ini biasanya langsung dikirim dari Swedia sebagai basis GAM diluar negeri.

Kopaska baik di Satpaska Armatim maupun Armabar masing – masing mempunyai 1 detasemen berkualifikasi anti teror / penanggulangan teror yang khusus ditugasi untuk memberangus para teroris terutama di lautan, bajak laut yang membajak kapal niaga, ring lepas pantai dan pulau – pulau di tengah laut yang memiliki objek vital dan operasi khusus sesuai perintah Panglima TNI. Untuk menjadi anggota Detasemen Khusus ini seorang anggota Kopaska harus sudah berdinas minimal 3 tahun, minimal sekali bertugas tempur dan mempunyai minimal 3 keahlian spesialisasi tingkat II (muda) di bidang menembak, selam, terjun payung dan kelautan. Pendidikan anti teror Kopaska armatim dan Armabar dijadikan satu. Khusus mendalami materi perang darat, CQB, persenjataan dan lintas udara mereka bisa pula dikirim ke Sepursus Pusdik Passus. Sedang mendalami kemampuan tempur yang berbau “air asin” yang memang “khas” nya Kopaska, personel pilihan ini dididik di SEPASKAL dengan materi pendalaman selam tempur, renang dengan tangan dan kaki terikat sejauh 3 km, intelijen, sabotase dan CQB di kapal, kilang minyak lepas pantai, Water Jump, operasi raid di rawa, laut, sungai dan pantai plus metode dan tehnik pengamanan VIP / VVIP. Pendidikan selama 5 bulan itu ditutup dengan ujian final terhadap semua materi yang telah diberikan dan penyematan brevet anti teror TNI AL oleh KSAL atau yang mewakili. Dalam perkembangannya, Korps Marinir mengembangkan unit serupa yang dinamai Detasemen Jala Mengkara yang memasukkan personel Kopaska sebagai salah satu unsurnya disamping personel Intai Amfibi Marinir. Pendidikan calon anggota Den Jaka dikenal dengan PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut) yang dijalani selama 6 bulan. Biasanya personel Kopaska yang tergabung dalam unit anti teror memakai brevet Naval Special Warfare yang sama persis bentuknya dengan brevet US Navy Seals.

Kopaska juga telah mengembangkan modifikasi tehnologi torpedo berjiwa (yang disebut KTBA : Kendaraan Tempur Bawah Air) yang digunakan untuk menjebol lambung kapal perang musuh yang diluncurkan dari kapal selam. Dengan kombinasi Sea Raider dan manusia katak tempur berkualifikasi lengkap, maka tidak ada lagi rintangan yang tidak bisa dilewati. (by Pocong Syereem).

“Tan Hana Wighna Tan Sirna”
“Jalesveva Jayamahe”

  109 Responses to “The Frogman Kopaska”

  1. Selamat pagi…

  2. Pagi..

    • Betul bung,kalo ingat itu sakit bung rasanya….

      • Iya negara tetangga yg satu ini ada penyakit paranoid! Menteri pertahanan mrk berkata PASKHAL mrk adalah terbentuk di waktu pasca Konfrontasi krn merasa kecolongan Oleh unit payung terjun TNI yg mendarat di Johor.bahkan sebagian besar anggota PASKHAL sendiri mentertawakan Unit KOPASKA TNI AL kita.lihatlah pendidikan Komando mereka,badan lecet2 dan hidung berdarah aja fihak keluarga anggota calon komando mrk mau minta ganti rugi/pampasan kepada Kerajaan(pemerintah).Bisa di bilang PASKHAL Sonora adalah Komando yg paling “CENGENG” di Dunia.Sebelum upacara pembaretan/survival laut ada kejadian calon komando sebanyak 23 org menaiki rakit di pesisir pantai Port Dickson,rakit pecah 18 calon komando selamat yg 5 mati ,buru2 kerajaan Sonora langsung Berikan Anugerah Teringgi/pahlawan terbilang krn kerajaan Sonora takut Bayar ganti rugi yg mencecah Triliunan rupiah.Padahal Survival laut blm Finish,Brevet komando gagal.

    • Jadi belum putus hubungan dgn Nyamuk ya,,
      Mungkin Prajurit Kopaska cuma ngajarin Nyelem aja biar Tentara paskal tldm meriang semua n jadi trauma klw lihat air.,
      Klw boleh usul paksa aja tentara paskal tldm Free Diving 1jam biar pada ngambang 😆

  3. selamat pagi indonesia

  4. Pagiiii..mantaff.baru kmrn d bahas sm teman d KKO cilandak pak Sis . . . .,hehehe

  5. Limo limo moga lancar pagi ini

  6. Selamat pagi

  7. Mau nanya pak PS….
    apa benar ada lagi Pasus yg namanya IN**OC?

  8. artikel yang muncul selalu berkaitan dengan TNI AL, ada kah mainan baru yang datang….? jayalah negeriku….

  9. nau nanya nih itu kalo nembak pake masker akurasinya gimana. kalo diatas 95% dibanding masker dibuka hebat dong (bukan sniper loh ya)

  10. Pagi … lumayan 10 besar 😀

  11. Selamat pagi Indonesia..

  12. Hebat Bener…

  13. selamat pagi

  14. bagaimana dgn denjaka??
    denger2 anggota nya nya hasil dari rekquitment dari kopaska, dan taifib,

    berarti kemampuan nya lebih hebat lg donk,,,
    maaf klo sedikit membandingkan..

    • benar Bung Andri.. Denjaka adalah gabungan 2 unit tempur komando ( Kopaska & Taifib ).. jadi didalamnya ya orang” itu.. tapi kalo di pecah ya sama aja berkemampuan sesuai spesifikasi tugas dan tempurnya.. apapun kalo di gabungkan akan menjadi hebat.. makanya negara lain akan pikir ratusan kali buat infasi NKRI,, karena jika rakyat dan TNI sudah bergabung,,tak ada satu pun kekuatan yg mampu menahannya.. hehehehe… salam bung Andri..

      • Bung PW, tanya ya…kalau mau jadi denjaka itu ditunjuk/dipilih atau personelnya yang mengajukan diri? Terus harus tes lagi & pelatihan lagi?

        • bisa dua”nya Bung Pertamax.. dipilih dan mengajukan diri. namun tetap ada seleksinya lagi. tp seleksinya tdk seberat saat mau masuk ke kesatuan komando.. hanya pemantapan materi tugas pokok unsur tempur.. selama menjadi bagian dari AL, semuanya akan mendapatkan pelatihan.. 😀

          • denjaka kan pembinaannya under marinir, nah itu yang dari kopaska harus pindah korps marinir, atau tetap kopaska?
            Kemudian untuk operasi2, apa yang menentukan satuan mana yang harus diturunkan, denjaka atau kopaska? karena kualifikasi kopaska & denjaka kan mirip2…(mumpung bisa nanya..borongan deh haha)

          • bahasa umumnya, Kopaska,Denjaka,Taifib adalah marinir.. dan secara khususnya, Kopaska,Denjaka dan Taifib berdiri sendiri dengan beberapa unit”.. kalo untuk operasi, tergantung keputusan yang di atas.. unit mana yg akan di terjunkan dan status operasi-nya apa ? jika kontra terorisme, Denjaka yg di turunkan..sabotase pangkalan laut, kopaska di turunkan, intai pantai, taifib yg bergerak.. penyerbuan terbatas, ya Kopaska, Denjaka dan Taifib yang bergerak.. kl udh di nilai aman, baru marinir di terjunkan buat menguasai area luar..

          • seep, makasih infonya Bung PW, sebenernya masih banyak pertanyaan, termasuk soal pasukan gurita, tapi kayanya gak bakalan dijawab deh..tapi kalau bung PW mau kasih babaran sih gpp bung.. 😀 , salam hormat bung!

          • pasukan Gurita ya…Sssstttt.. saya ndak tau Bung.. heheheh.. 😀

        • tapi yang paling banyak ya panggilan Hati Nurani hehehehehe :mrgreen:

          #edisi guyonan ben ora mumet

      • bung @PW…mau nanya nih, kan pasukan kita sering untuk diminta melatih tentara dari luar, misal Brunei, mlaysia,,,apakah tidak dikhawatirkan kelak mereka akan mencuri taktik2 yang kita punya… akhirnya mereka punya antidotnya buat ngelawan kita…tx

        • benar Bung Jampang.. pelatih militer kita memang banyak yg menjadi pelatih tentara luar dan bahkan tentara luar juga ikut berlatih dengan tentara kita.. materi yang di berikan juga sama.. sama” di plonco..sama” di tendang.. sama” di benam ke lumpur..namun yg berbeda adalah doktrinnya.. karena doktrin di kita tidak masuk ke doktrin mereka… contoh sederhana, pada saat latihan di lapangan,, untuk komunikasi atara regu satu dengan regu yg lainnya menggunakan sandi.. naaaahh.. sandi yg di pergunakan tersebut bukanlah sandi sebenarnya.. gak mungkin pelatih memberikan kata sandi komando..hehehehe…

          • sory bung @PW nanya lagi nih…waktu kecil saya pernah baca itu seperti pasukan khusus kan sebanding beberapa pasukan reguler…maksud saya dari segi mana nih, apa di adu fisik 1 vs beberapa pasukan reguler kah…ato dari sisi mana bung @PW, trims pencerahannya

      • salam hangat bung PW,
        thxs atas pencerahan nya,,,

        thn kemaren ada latihan gabungan pasukan elit, klo ga salah
        sat gultor 81
        denjaka
        den bravo,
        dari gabungan pasukan elit ini apa akan membentuk pasukan elit baru?
        klo ga salah baru 2x latihan nya,,sampai skrg ga ada kbrnya lagi

  15. alhamdulillah.. artikel Pak PS naik juga.. 😀 untuk semua rekan” Warjagers,,selamat beraktifitas.. untuk warga Matra,,selamat bertugas dan untuk unit tukang,,harap menempati posisinya masing”, karna mobil molen-nya udh datang…hehehe…

  16. Tan Hana Wighna Tan Sirna! Semangat pagi.

  17. cepat,tuntas dan rapi..!

  18. senyap……

  19. Hebat hebat hebat

  20. Spt halnya Kopassus,,Kopaska (“the Indonesian Frogmen”) sbg pasukan khusus angkatan laut jg sdh diakui existensi, kualitas & capabiltasnya oleh dunia Internasional..

  21. waah…da diangkt jd artikel rpny.. 😀
    ndan PS..bknny brevet baru KOPASKA berwrna merah bara y??? brevet biru tua kn yg dulu

  22. makin senyap nh kopaska,eh semua tni terkenal senyap dan akurasi tembakan :mrgreen:

  23. untuk saat ini bung ps bisa nyantai hehehehehe.bung PW saatnya anda menjawab
    1. bung PW pasukan katak apakah selalu ikut dalam satuan pendarat ampibi
    2. ranpur yg digunakan apkah sama dgn kesatuan khusus tni al yg lain

  24. joss buat kopaska…tu di belakang telinganya pasti ada ingsangnya dan disela jarinya ada selaput kaya bebek buat berenang spt film water world

  25. TNI kita hebat

  26. Seperti nya tukang warnet sudah meng absen para tukang, menempati posisinya diwarjag, makin seru nich

  27. Teman” Warjagers,,saya mohon izin mundur..mau siap” pulang ke homebase.. takut ketinggalan kereta..

  28. Bravo Kopaska!

  29. luar biasa,geleng kepala membacanya.selamat bertugas semuanya,Jayalah Indonesia

  30. Slamat siang Para Sesepuh dan senior di WARJAG, slamat bertugas sukses slalu,semoga kita slalu mengabdi pada nkri di bidang masing2 dengan ketulusan dan keikhlasan, JAYA NKRI…….

  31. satu lagi yg tidak dipunyai pasukan komando laenya.”ilmu kanuragan”

  32. Hebat ya Kopaska kita yg telah diuraikan bung Pocong yg nggak serem yg keep smile hehe … Nggak tahu nih gimana kalau punyanya Malaysia atau Australia ya?
    Setuju kalau nantinya dipegang Laksamana Pertama mengingat wilayah kita adalah benua maritim dan “Kopaska” negara lain sering wira wiri di laut kita ..

    Betul sekali skill yg dimiliki Kopaska sangat dibutuhkan di luar militer. … Saya ada kontrak on call untuk profesional diver, sudah lama sih tapi tiap 2-3 tahun dibuat kontrak baru. Pekerjaannya pun sebetulnya nggak separah di Kopaska dsb, biasanya memeriksa keretakan pada struktur di bawah air. Argonya pun sangat mahal untuk diving per jam nya. Namun kami sadar bahwa resiko dan hazard kerjaan underwater ini sangat sangat tinggi jadi sepadan memang. Oleh karena itu saya nggak mungkin meng-hire non profesional diver meskipun hanya untuk menyelam 10an meter.
    Tahun lalu saya adakan training utk mensertifikasi anggota saya untuk bekerja di ketinggian (abseiling). Praktek pertamanya menuruni bangunan dam setinggi 100 meter dgn perangkat abseiling yg sdh diajarkan … hmmm . Instruktur ini dulunya marinir … . lulus dari pelatihan ini skrg anggota saya bisa mengoperasikan peralatan abseilibg dgn benar termasuk tentu saja teknik utk rescue/menurunkan sekiranya ada yg pingsan/accident saat bekerja di atas tower listrik 35 meter.

    Bravo TNI AL !!!

    • bung WH kalo nyelemnya pake yang biasa seh gak masalah , yang bikin keren itu mereka berani nyelem pake Scuba Close Circuit,heheu ya bener seh gak ada blukutuk2nya , tapi resikonya pake yg kek gitu , kemungkinan keracuna tinggi hiiiiii serem

      ngomong2 ada kerjaan selam lg kah ? minat hahah

      malah promosi ane ,salam hangat bung

  33. jadi ingat cerita pakde salah satu awak kri irian saat itu memiliki kemampuan paskha beliau saat di kri irian di tugaskan sebagai operator cannon ganda type 56 di kri irian saat peristiwa perebutan irian barat dari tangan belanda.cerita yg buat saya kagum saat pelatihan menyelam dengan kaki terikat dan tangan harus dapat melepaskan dalam waktu yang sudah di tentukan dengan kedalaman laut yang sangat dalam hal itu di lakukan tanpa menggunakan alat bantu pernafasan di dalam air hanya pelatih yg membawa alat bantu pernafasan dengan dingin ya air laut yg bisa menyebabkan prajurit mengalami hypotermia .pelatihan fisik di dalam laut dengan di pukul di tendang dan masih banyak perlakuan fisik yang keras lainya agar menjadi prajurit handal demi membela nkri tercinta.Salam KOMANDO

  34. Dan ini yg tidak dimiliki KOMANDO negara tetangga,pemulihan keamanan dan ketertiban/pasca operasi.Boleh di bilang KOMANDO TNI adalah yang paling kompleks di Asia Tenggara.

  35. Bung PS, Bung Garudadidadaku sepertinya benar tuh, baret Kopaska sudah ganti dari Biru Tua menjadi Merah Darah, mirip punya Kopassus, mohon penjelasannya ..

  36. Ada kabar menyatakan dalam Rimpac 2014 kemampuan Denjaka TNI AL lebih unggul :mrgreen:

  37. Catatan Rimpac 2014, Kemampuan Denjaka TNI AL Lebih Unggul

    Penulis: Adityo Nugroho

    Jakarta, JMOL ** Dalam Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2014 yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Agustus 2014, Marinir TNI AL menjadi kontingen Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, mereka kembali menorehkan tinta emas. Dua anggota Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), sebuah Datasemen pasukan khusus TNI AL, telah menerima label Godzilla sebagai penghargaan bagi peserta tertangguh selama pelatihan.

    “Justru aneh jika kita tidak menjadi yang terbaik dalam pelatihan ini. Karena setiap pelatihan seperti ini kita selalu menjadi yang terbaik,” ujar Serka (Mar) Riyanto Pane, salah seorang penerima penghargaan tersebut.

    Selain Pane, penerima lainnya ialah Kopda (Mar) Subiyanto. Keduanya membuktikan bahwa kemampuan Denjaka memang berada di atas kemampuan tentara angkatan laut negara lain peserta Rimpac 2014.

    “Keunggulan tentara kita itu tidak pernah mengenal kata menyerah. Mungkin karena kita memiliki pepatah lama bahwa tidak ada rotan, akar pun jadi. Ini bisa negatif, juga bisa positif maknanya. Dan kita tidak pernah ketergantungan oleh satu alat. Contoh, ketika latihan menembak di sana, walaupun dengan menggunakan alat seadanya, ya kita jauh lebih unggul dibandingkan mereka yang sudah pakai alat canggih sekalipun, tetap mereka masih lewat dengan kami,” ujar Pane saat ditemui JMOL di Bumi Marinir Cilandak beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, TNI sudah terbiasa dengan hal-hal yang serba kekurangan. Hikmahnya, secara kemampuan, jauh lebih unggul.

    Sementara itu, Kopda (Mar) Subiyanto menambahkan, “Memang kalau secara peralatan, kita jauh tertinggal, tetapi kemampuan kita bisa sejajar, bahkan lebih dari mereka.”

    Kedua pria yang sebelumnya berasal dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) ini mengakui dengan rendah hati bahwa porsi latihan di sana tidak ada yang lebih dari porsi latihan di sini.

    “Dari sekian banyak porsi latihan yang diberikan oleh instruktur pada dasarnya sama saja, hanya namanya saja yang beda (menggunakan bahasa Inggris—red). Di sini pun kami juga sudah mendapat latihan seperti itu, bahkan sudah lebih jauh,” ujar Subiyanto.

    Tetapi, mereka berdua mengakui bahwa pelatihan ini sangatlah berkesan dan istimewa, terutama dalam hal persahabatan antarbangsa dan antarnegara.

    “Jadi, pada intinya, tidak ada yang baru dalam porsi latihan dan kemampuan, akan tetapi manfaat yang sangat berharga dalam latihan Rimpac ini adalah bagaimana kita menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Jadi, maksud dari atasan-atasan kami mengirim kami ke sana agar mampu menyamakan persepsi dan mempererat hubungan antarnegara tadi. Dan saya katakan bahwa pelatihan ini sangat istimewa, karena kami bisa bersahabat dengan tentara dari negara lain,” tutur Pane.

    Tetap Beribadah Puasa

    Yang menarik dalam pelatihan Rimpac 2014 lalu dilaksanakan dalam nuansa bulan puasa bagi yang beragama Islam. Sehingga bagi yang menjalankan ibadah puasa akan menjadi kendala selama pelatihan.

    Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi anggota Denjaka. Mereka tetap dengan semangat mengikuti porsi latihan dan menjadi panutan bagi tentara negara lain.

    “Ini yang mereka heran, terutama US Marine. Mereka kalau latihan pasti bawa minum satu orang botol besar. Mereka sangat kaget melihat kita yang berpuasa tetapi tetap menjalankan porsi latihan yang sama,” ungkap Pane dengan penuh semangat.

    Karena kemampuan dan ketangguhannya, Marinir Indonesia kerap mendapat pujian dan rasa kagum dari tentara negara lain. Ini pun diakui saat berakhirnya pelatihan, tenda Marinir Indonesia banyak dikunjungi kontingen negara lain.

    “Yang pasti mereka sangat kagum dengan kita. Terlihat saat berakhirnya pelatihan, tenda Indonesia paling banyak dikunjungi oleh kontingen dari negara lain,” kenang Pane.

    Pelatihan Rimpac 2014 diikuti 23 negara, dan untuk Marinir, dipusatkan di Kaniohe Bay (Marine Corps Base Hawaii).  

    Editor: Arif Giyanto

 Leave a Reply