Korea Beralih ke Kontraktor Israel untuk Radar Jet KF-X

Sebuah gambar model jet tempur KF-X. (Yonhap)

Badan pengadaan senjata Seoul pada hari Selasa mengatakan bahwa Korea Selatan secara resmi telah memutuskan untuk menerima beberapa dukungan teknologi dari Israel untuk pengembangan sistem radar tingkat lanjut dalam program jet tempur KF-X-nya.

Badan Pembangunan Pertahanan yang dikelola negara menandatangani sebuah kontrak dengan sebuah perusahaan pertahanan Israel untuk menguji radar array yang dipindai secara elektronik yang sedang dikembangkan oleh perusahaan Korea Selatan, menurut Defense Acquisition Program Administration (DAPA).

“Ini tentang dukungan teknologi terkait uji coba prototipe radar, bukan pengembangan itu sendiri,” kata DAPA.

Badan tersebut tidak akan mengungkapkan nilai kontrak tersebut dengan Elta, sementara seorang pejabat industri mengatakan nilainya sekitar 40 miliar won (35,5 juta dolar AS).

Hal ini membutuhkan teknologi canggih untuk menguji sistem radar AESA dan mengintegrasikannya dengan pesawat terbang.

Pernyataan DAPA tersebut menyusul sebuah laporan berita bahwa ADD telah meninggalkan dorongan untuk mengembangkan radar itu sendiri meski memiliki kemitraan dengan perusahaan pertahanan setempat.

Pada 2016, ADD memilih Hanwha Thales, sebuah perusahaan pertahanan setempat kemudian mengganti nama Hanwha Systems, sebagai penawar preferensial untuk pengembangan radar. Hanhwa mengalahkan rival domestiknya LIG Nex1 dalam kompetisi kontroversial tersebut.

Sebelumnya ADD mengatakan bahwa mereka dapat mencari bantuan dari luar jika Hanhwa terputus dalam mengembangkan sistem radar canggih seperti yang digunakan oleh jet tempur Korea Selatan.

Korea Selatan meluncurkan proyek KF-X pada tahun 2015 dengan tujuan memproduksi lebih dari 120 pesawat tempur mutakhir untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 yang telah tua.

Perusahaan tersebut berencana mengucurkan total 18 triliun won ke dalam proyek tersebut pada tahun 2026, dengan produksi enam jet prototipe yang dijadwalkan dimulai pada bulan Juli tahun depan.

Sumber: koreaherald.com

Tinggalkan komentar