Jul 302016
 

Korea dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama di Washington, Selasa, untuk urusan transfer teknologi pada proyek jet tempur yang dikembangkan oleh Korea Selatan.

Departemen Pertahanan Nasional mengatakan kedua pihak membahas titik temu (vital intersection) dari kebijakan luar negeri dan keamanan nasional pada kerjasama teknologi pertahanan, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan transfer teknologi untuk proyek KF-X.

Itu adalah pertemuan tingkat tinggi pertama dari Defense Technology Strategy & Cooperation Group (DTSCG), yang diikuti pembicaraan tingkat kerja kelompok yang diadakan pada bulan Maret. DTSCG didirikan tahun lalu berdasarkan kesepakatan antara kepala pertahanan kedua negara.

Selama pertemuan Selasa, delegasi Korea, yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Hwang In-mo dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Ekonomi Lee Tae-ho, menekankan perlunya transfer teknologi kunci dari Amerika Serikat untuk keberhasilan proyek KF-Xk, ujar seorang pejabat kementerian.

Sebagai tanggapan, delegasi AS, yang dipimpin Asisten menteri pertahanan untuk urusan keamanan Asia dan Pasifik, David Shear dan Wakil dari negara untuk pengawasan senjata dan keamanan internasional, Gottemoeller, mengatakan kedua pihak akan terus membahas masalah ini.

Pejabat itu menambahkan bahwa rincian tentang mana teknologi yang akan ditransfer tidak ditentukan selama pertemuan.

Siaran pers bersama dari kedua pihak mengatakan, “Delegasi AS memberikan gambaran tentang kebijakan transfer senjata konvensional dan kebijakan perdagangan pertahanan regional.”

Rilis menambahkan bahwa kedua pihak setuju untuk secara reguler berbagi informasi tentang isu-isu yang relevan dan memutuskan untuk terus memanfaatkan DTSCG dalam memajukan kebijakan dan diskusi strategis pada keamanan teknologi, kebijakan luar negeri dan kerjasama teknologi pertahanan dalam mendukung persekutuan AS-Korea.

Proyek pesawat tempur KFX senilai 8.5 triliun WON adalah untuk menggantikan armada tua Angkatan Udara Korea, F-4s dan F-5s. Pemerintah Korea akan menginvestasikan tambahan 10 triliun WON untuk menghasilkan 120 jet pada tahun 2032.

Proyek ini mendapatkan bantuan dari perusahaan pertahanan AS, Lockheed Martin, yang berjanji untuk mentransfer teknologi yang digunakan dalam pesawat tempur siluman F-35 sebagai imbalan untuk pembelian 40 pesawat F-35 oleh Korea, yang ditandatangani pada bulan September 2014.

Pada awal Desember, pemerintah AS menyetujui pengalihan 21 teknologi dalam “bingkai besar,” menurut Defense Acquisition Program Administration (DAPA).

Sejak itu, negosiasi antara pejabat Dapa dan Lockheed Martin terus berlangsung untuk daftar rincian, yakni ratusan item teknis yang merupakan bagian dari 21 teknologi.

Sebelum kickoff resmi pada bulan Januari, proyek pesawat KF-X mengalami krisis parah setelah pemerintah AS bulan April tahun lalu, menolak perusahaan pertahanan AS untuk menyerahkan empat teknologi inti – radar AESA, electronic optics targeting pod, the infrared search and radio frequency jammer dan the infrared search and tracking system.

Dapa mengatakan bangsa Korea akan mengembangkan empat teknologi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Korea juga meminta Amerika Serikat untuk memberikan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan medium-altitude unmanned aerial vehicle (MUAV), kata pejabat itu. Washington mengatakan sedang dipertimbangkan untuk ditambahkan.

Kedua pihak berencana untuk mengadakan pertemuan DTSCG berikutnya, dalam pembicaraan tingkat tinggi pada tahun 2017.

Koreatimes.co.kr

Bagikan:
 Posted by on Juli 30, 2016