Korea Memanas, Penerbang Tempur Skadron 12 dan 16, Siaga 24 Jam

44
8
Pesawat F-16 TNI AU (RAAF photo by Cpl. Casey Gaul]
Comments)

Pekanbaru – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyinggung situasi memanasnya semenanjung Korea, saat berkunjung ke Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis.

“Jelas ada (hubungan dengan memanasnya semenanjung Korea). Karena beliau juga menyinggung,” ujar Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Pekanbaru.

Danlanud menjelaskan saat ditanya wartawan terkait salah satu poin kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke Lanud Roesmin Nurjadin.

Selain ke Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima juga dijadwalkan mengunjungi Lanud Supadio Pontianak, Lanud Sultan Hasanuddin Makassar dan Lanud Iswahyudi Madiun. Seluruh rangkaian kunjungan itu rencananya dilakukan hari ini.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (27/4/2017).

Marsma Henri mengatakan Panglima menginginkan agar seluruh prajurit TNI untuk selalu siap terkait ketegangan antara Washington dan Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir.

“Kalau dikaitkan (situasi semenanjung Korea) tentu pasti. Mudah-mudahan kita juga tidak ingin ada konflik besar, karena ini menyangkut ekonomi kita juga,” ujarnya.

Khusus di Lanud Roesmin Nurjadin, Panglima menginginkan agar seluruh penerbang pesawat tempur Skadron Udara 12 dan 16 siaga 24 jam.

Prajurit Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (27/4/2017).

Salah satunya dengan meningkatkan fasilitas penunjang bagi penerbang berupa ruang istirahat, sehingga prajurit merasa nyaman untuk “standy scramble alert”. Selain itu, Panglima juga mendorong penambahan panjang landasan pacu Lanud Roesmin Nurjadin sehingga pesawat tempur dapat beroperasi secara maksimal.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya pangkalan militer yang dilengkapi dengan dua Skadron Udara di Pulau Sumatera, yakni Skadron 16 dan 12. Hingga kini, F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 masih menjadi tulang punggung TNI AU sebagai pengawal Ibu Pertiwi.

Antara

44 COMMENTS

  1. Sudah diatur itu antara Jakarta – Pyongyang untuk menahan serangan, karena tau Sendiri kalau Kim Jong Un sayang banget sama bapak dan kakeknya Kim Il Sung untuk menghormati persahabatan antara Jakarta – Pyongyang, Korut taulah Kalau Jakarta masih ada pesanan Alutsista ke Korsel jadi mungkinย sudah dibicarakan.. Tau sendiri, korut gak pernah nenghianati Sahabatnya sendiri.. Jadi mungkin tunggu Clearance dulu dari Jakarta, toh pernyataan Korut jelas akan menenggelamkan Kapal Induk US jika sampai ke semenanjung Korea dekat Korut, jadi Korut benci nya ke US yang buat provokatif..

  2. Bukan parno ny panglima.. ..pak gatot selalu siaga dan waspada.. .itu sudah doktrin militer. Agar tidak lengah.. .konflik semenanjung korea sudah pada tingakat siaga 1siap perang…banyak warga yang pada ngungsi atw pulang kampung.. .klou sampai perang pecah. Imbasnya pada ekonomi kita. Dan akan banyak dampak dr perang nuklir hehehe

  3. Harusnya bukan hanya siaga tp penambahan alutsistanya jg harus diprioritaskan lg untuk menjaga kedaulatan negara jaga2 karena konflik besar bisa terjadi kapan saja dan bisa jg melebar ga hanya di semenanjung korea apalagi kita punya ancaman yg lebih nyata di LCS

  4. Itulah Pak Panglima ….kan tidak efektif 2 skuad pespur di Lanud RSN yg landasan pacunya belum maksimal, gabung dengan penerbangan komersil lagi , sementara Lanud Suwondo ex Polonia sdh bebas perbangan sipil ,pasilitas lengkap…setidaknya bagi dua lah skuad pespurnya.

    • Lanud Suwondo sudah banyak dikelilingi perumahan elit yg bertingkat milik etnis keturunan jd kurang aman bl difungsikan squadron militer rawan pengintaian cukup dr jendela aja sudah kelihatan tuh Pespur! Salah membuat kebijakan kenapa bs dibangun perumahan disekeliling Lanudnya!

LEAVE A REPLY