Apr 262018
 

KRI Ardadedali 404. (photo: KBRI Seoul – @IdEmbassy_Seoul)

Okpo – Korea Selatan mengklaim telah menyamai Rusia, Jerman dan Prancis dalam mengekspor kapal selam dengan penyerahan kapal selam KRI Ardadedali-404 kerja sama dengan Indonesia, dirilis Antara, 26 April 2018.

“Kami pikir percobaan dan performa dari kapal selam yang sudah kami kirim menunjukkan kami lebih baik daripada buatan Rusia dan Jerman,” ujar Direktur Utama Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Jung Sung Leep kepada Antara di Okpo, Rabu, 25 April 2018.

Indonesia adalah negara pertama yang bekerjasama dengan DSME untuk kapal selam, dia yakin hal tersebut menunjukkan perusahaan itu dipertimbangkan sebagai galangan kapal ahli pembuat kapal selam diesel.

Pihaknya menjanjikan KRI Ardedali-404 berteknologi tinggi dan memiliki kemampuan bawah laut sangat baik untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Jung mengatakan perusahaan yang dipimpinnya meningkatkan kapabilitas galangan kapal dengan mengembangkan teknologi sejak kapal selam pertama dibuat pada 1987.

Menurut dia, Indonesia kini memiliki Alutsista paling strategis di dunia untuk memperkuat pertahanan nasional. Terkait transfer teknologi dalam kerja sama kedua negara, Jung mengatakan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin baik di berbagai bidang.

KRI Ardadedali 404. (photo: KBRI Seoul – @IdEmbassy_Seoul)

“Kita telah bekerjasama di berbagai bidang, ada pesawat, lalu ada kapal selam, kami ingin hubungan kedua negara semakin kuat ke depan. Salah satunya dengan transfer teknologi kapal selam,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan kerja sama kapal selam memiliki dampak yang luar biasa untuk memberikan efek gentar.

“Dampaknya luar biasa karena tidak semua negara memiliki kapal selam, kita punya dan nanti mampu membuat, itu maknanya kita mempunyai efek gentar,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Antara).

Bagikan :

  7 Responses to “Korea Selatan Bicara Performa KRI Ardadedali-404”

  1.  

    Jos gandos buat 100 pak apa40 pasti kapal perang takut apalagi kapal ikan hahahaha

  2.  

    Tinggal di melarin dg tambah aip

  3.  

    Efek Gentar Berlaku Jika Impor Rudal Yakhont & Kalibr

  4.  

    1. AIP jadinya belajar dr Germany atau France?
    — Kursus privat atau bareng Turkey?
    2. Battery pakai typhoon atau scorpene?
    — BELAJAR bikin atau cuma beli?
    3. Vertical launcher missile utk batch 3 jadi?
    — Desain copy Russia atau France?
    4. Vertical Missile import atau riset lapan sdh mulai jalan?
    — Jadinya sama siapa hayo? 🙂
    — Kayaknya kagak mungkin ada Indonesian agency berani spekulasi riset jalan sendirian, takut rugi! 🙂
    — Mending duitnya buat beli tanah, ya? Atau dibagi bonus karyawan? hahaha 🙂
    — Mau riset aja udah bagus 🙂

    •  

      1. Jerman sulit sekali kalo mau kasih TOT AIP, Singapura aja ga di kasih, Prancis ga jadi jaminan tapi bisa aja yang lainyapun juga sama…
      2. Untuk Batery sudah di kembangkan di dalam negeri cuman lupa lagi sudah sampai mana…
      3. Tinggal tunggu saja yg di teken yang mana, nanti juga muncul kok pemenangnya sekakigus acuan VLSnya…
      4. No coment ah soal ini mah. xixixixi…

  5.  

    5. Mini submarine jadi ditempelkan?
    — Type yg ke berapa? Batch 3?
    6. Sekalian jadi lubang drone?
    — torpedo atau ranjau yg diberi AI, kan udah jadi drone. Tdk perlu beli dr China!

    Kalo bikin coding AI, desain sendiri yg scalable, masak teman2 yg belajar di Korea msh byk yg BUTA CODING!
    Lebih parah lagi, cuma bisa install hasil coding Amrik doang! DOH!

    Cina yg suka nyolong aja, coding bikin sendiri lho! 🙂

  6.  

    KS boleh sama tapi punya TNI harus beda Hybride diinstal bermacam2 alat canggih dan rahasia hanya korsel an TNI yang tau..saya setuju biiin KS gak usah besar2 yg penting silent/stealt dan daya pukul hebat jangan lupa durasi operasi panjang.

 Leave a Reply