Mar 252017
 


Militer Korea Selatan berencana membangun 3 (tiga) unit kapal selam bertenaga baterai lithium-ion (Li-ion) pada 2027, menurut pejabat Program Akuisisi Pertahanan Pemerintah (DAPA) pada hari Jumat (24/03/2017) sebagaimana dilansir dari Korea Times.

Diinformasikan bahwa Samsung SDI yang akan membuat baterai. Hanwha Techwin yang akan mengembangkan sistem untuk mengintegrasikan baterai tersebut ke dalam kapal selam yang akan diproduksi oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME).

Ini adalah bagian dari proyek jangka panjang untuk menggantikan kapal selam yang sudah tua. Angkatan Laut Korea Selatan akan memiliki 9 (sembilan) kapal selam 3.000 ton yang dilengkapi dengan teknologi dalam negeri dalam satu dekade kedepan jika proyek dapat diselesaikan sesuai rencana, menurut Dapa.

Militer Korea Selatan juga berencana membangun 3 (tiga) unit kapal selam bertenaga baterai Lead-Acid antara tahun 2020-2024. Baterai Li-ion memiliki daya tahan hingga dua kali lipat bila dibandingkan dengan baterai Lead-Acid, menurut Samsung SDI. Kuncinya adalah untuk mengembangkan baterai Li-ion canggih yang dapat memasok listrik ke kapal selam secara konsisten.

Baterai jenis ini sekarang bahyak digunakan untuk mobil listrik dan banyak gadget elektronik, termasuk komputer, laptop dan smartphone.

Para pejabat DAPA mengatakan bahwa Jerman, Prancis dan Jepang juga bekerja keras untuk melengkapi kapal selam mereka dengan teknologi baterai Li-ion.

“Jika pengembangan baterai Li-ion untuk kapal selam berhasil, maka kemampuan navigasi bawah air dari kapal selam akan sangat meningkat”, kata pejabat DAPA tersebut. Ini akan memperkuat kapasitas Angkatan Laut Korea Selatan terhadap berkembangnya ancaman dari Korea Utara, tambahnya.

Bagikan Artikel:

  32 Responses to “Korea Selatan Akan Kembangkan Kapal Selam Bertenaga Baterai di Tahun 2027”

  1. Uno

  2. borong

  3. Itu batreenya segede apa ya? jd bingung…?

  4. Mungkin menggunakan 2 segment batterey Li-ion. Disaat satu segment bekerja maka alternator melakukan pengisian segment batterey yg lain sampai penuh, dan bekerja secara otomatis bergantian berdasarkan kapaaitas batterey.
    Hanya saja laju waktu pengisian apakah bisa apakah bisa mengimbangi laju waktu operasional batterey ya.?

    • mungkin pakai teknologi “Fast Charging” bank @Ruskye… dan dengan wireles charging juga :D lautan itu sebenarnya adalah baterai alami, tersedia gratis dan tak pernah habis… hihihi…

  5. Indonesia juga bakal bikin kapal selam tenaga matahari..Gmna caranya ya

  6. Berarti 3 KS-CBG yg kita beli sistem nya belum AIP.

  7. Waduh… klo untuk sistem baterai koq saya lebih yakin dengan kualitas baterai LG daripada Samsul yah? Klo untuk urusan inovasi emang Samsul cukup bagus, tapi dari segi kualitas dan safety saya meragukannya :D semoga saja tuh kapal selam gak senasib dengan Galaxy Note 7-nya Samsul deh… hehehe… 😆

  8. baterai samsung s7 dipake kasel… meledak didalem kelesss

  9. wow, pake baterai, mungkin baterai dipilih klo misalnya udah low bat, sisa tinggal 15% akan ada suara. pip…pip…pip…pip. kaya suara hape lagi lowbat. xixixi

    • Hahaha… ketahuan klo hpnya sering lowbet ya? 😆

      Kelebihan menggunakan baterai Li-Ion mungkin bisa memanfaatkan air laut sebagai media untuk mengisi ulang, sehingga bakal memiliki kemampuan menyelam lebih lama dan gak khawatir kehabisan baterai, asal jangan sampai lupa nongol aja 😆 hehehe

  10. RI kok gak diajak R&D kayak KFX/IFX ya?

  11. Amerika saja sudah bisa bikin mesin tenaga air atau hidrogen buat kapal perangnya dan masih di teliti . Mungkin indonesia bisa bikin juga tu kapal selam tenaga air.

  12. Sssst ,.. Diem2 Indonesia lg mengembangkan KS Tenaga Dalam …

  13. apakah hanya dengan battery saja dan tidak memakai mesin diesel sama sekali, dan jika masih menggunakan mesin diesel juga apa bedanya dengan KS changbogo kita sekarang ini kan tetap menggunakan mesin diesel dan battery. tetapi jika benar benar ful battery tanpa charging sampai 60 hari mantap..

    • para ahli sudah banyak bereksperimen mengenai baterai… bahkan ada yg bisa dicas dengan sangat cepat… baterai bisa terisi hingga 90% hanya dalam waktu 1 menit

    • @raya

      Masih tetep bermesin diesel-elektrik spt kasel konvensional pd umumnya, bedanya adl menggunakan batre tipe ion-litium menggantikan batre tipe ion-cadmium.

      Batrea ion-litium dg dimensi yang sama dg batre konvensional tapi sanggup menghasilkan densitas tenaga yang lebih besar…charging yang lebih cepat serta meningkatkan indescretion ratio(memperjarang frekuensi kasel utk menghirup udara dipermukaan laut utk mencharging batre)

  14. Jangan2 nanti negara jaguh sudah duluan bung pasang batre lithium di scorpene nya biar bisa nyelem wkwkwkwk

 Leave a Reply