Korea Selatan Kembangkan Rudal Udara-ke-Permukaan Supersonik untuk KF-X

Mock up jet tempur KF-X (foto :I HS Markit/Gareth Jennings Janes.com))

Jakartagreater.com – Korea Selatan berencana akan mengembangkan rudal udara-ke-permukaan (ASM) supersonik baru yang diperkirakan akan melengkapi pesawat tempur masa depan Korean Fighter eXperimental (KF-X) milik Angkatan Udara Republik Korea (RoKAF), lansir Janes.

Baca Juga:

Mengenal Kokpit F-15C, Jet Tempur yang Tidak Terkalahkan

Jet Tempur Generasi Baru China Dijadwalkan Terbang Perdana 2021

Dua Kapal Perang Baru Perkuat Lantamal VI

Seorang pejabat Joint Chief of Staff (JCS) mengatakan kepada Janes pada 30 Juni bahwa senjata itu diperkirakan akan mampu terbang dengan kecepatan melebihi Mach 2.5, beratnya kurang dari 3.000 lb (1,36 ton) dan memiliki jangkauan setidaknya 250 km. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang rudal ASM tersebut.

Pengungkapan itu muncul setelah Janes melaporkan pada 28 Mei bahwa Korea Selatan baru-baru ini menyelesaikan proses seleksi untuk precision-guided munitions and guidance kits yang rencananya akan diintegrasikan dengan KF-X, jet tempur yang sedang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI), dengan PT Dirgantara Indonesia sebagai mitra industri KAI dalam proyek ini.

Para pejabat militer Korea Selatan mengatakan kepada Janes pada 28 Mei, bahwa bom Raytheon GBU-12 Paveway, Boeing GBU-31/38 Joint Direct Attack Munition (JDAM), Laser JDAM GBU-54/56, dan Small Diameter Bomb1 (SDB1) GBU-39 / B1, serta Textron’s Wind Corrected Munitions Dispenser (WCMD) CBU-105 yang semuanya telah dipilih untuk diintegrasikan dengan KF-X.

Baca Juga:

Marinir Latihan Operasi Pendaratan Amfibi

Korea Selatan Pesan 20 TA-50 Block 2 untuk Gantikan KF-16

Gunakan Mesin Baru, Kapal Induk Admiral Kuznetsov Diklaim “Bebas Asap”

Mereka mengatakan proses integrasi untuk bom pintar dan perangkat panduan, yang semuanya sudah dalam pelayanan dengan RoKAF, akan dimulai akhir tahun ini, dengan integrasi penuh diharapkan selama enam hingga tujuh tahun mendatang.

Langkah ini dilakukan setelah MBDA Missile Systems mengumumkan pada November 2019 bahwa pihaknya telah diberikan kontrak untuk mengintegrasikan rudal Meteor- beyond visual range air-to-air missile (BVRAAM) dengan KF-X.

Juga ditetapkan untuk diintegrasikan adalah rudal udara-ke-udara jarak dekat (SRAAM) IRIS-T buatan Diehl Defense Jerman, dengan kontrak yang diharapkan akan ditandatangani dalam waktu dekat.

9 pemikiran pada “Korea Selatan Kembangkan Rudal Udara-ke-Permukaan Supersonik untuk KF-X”

  1. Andai Turki yg ajukan lebih awal bakalan mandek juga bang mandek iuran dari kita dan mandek perangkat keras dari Amrik dan repotnya lagi belum ada pesawat tempur Turki yg sudah dibuat, digunakan dan dijual, nasib sialpun hadang helikopter serang nya karena embargo dari lik Sam, kasihan Turki

  2. sebenarnya Turki sm Korsel 11 12 sie semua ngandelin ilmu “utama” dr Uncle SAM. Cuman bedanya kalo korsel jadi “Good Boy” kalo Turki jadi “Bad Boy” menurut AS. Krn Turki ga mau bergantung 100% sm AS makanya coba beli alutsista ke Rusia. Beda sm Korsel yg 100% kiblatnya AS atau (NATO yg ujung2nya ke AS juga LOL). Kalo Turki memang baru bisa bikin jet latih dasar, sedangkan jet latih lanjut (yg bisa jadi jet tempur ringan) masih dikembangkan. Korsel agak maju dikit, jet latih lanjut (jet tempur ringannya) udah jadi. Tapi intinya semua sama2 berkiblat ke barat utk pengembangannya. Selama hubungannya dgn AS lancar ya progress pengembangannya lancar jaya.

    • Korea ya kiblatnya memang bener ke US, KFX pun sebagian besar teknologinya hasil ngemis ke US. Kemarin dtawarin banyak teknologi ama saab jual mahal. FA-50 ato T-50 juga itu barang desainnya LM tp dibangun di korea, jeroannya aja(mesin, avionik) dr US, tapi nilai tambahnya mereka punya hak utk jual. Klo bener2 hasil rancangan korea dr nol mah pasti udh bisa bikin pespur sendiri, ngapain beli F-35 kan.

  3. Saran saya sbg pengamat militer ga beda jauh sm Mba Connie, Indonesia harus ngikutin Taiwan yg bikin alutsista super defensif. Krn kalo liat calon lawan di LCS, bakalan susah kalo hrs ngikutin lawan. Daripada bikin bnyk2 pespur, kaprang atau kasel mending bikin bnyk rudal anti pertahanan dan taruh disetiap pulau utamanya di pulau2 terluar Indonesia di sekitaran LCS/Natuna. itu jauh lbh murah drpd hrs bikin ratusan pespur, kaprang maupun kasel untuk ngadepin “siNaga dari barat Indonesia”

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar