Jul 142017
 

Perusahaan pertahanan Korea Hanwha Systems meluncurkan prototipe pertama sistem radar AESA untuk pesawat tempur buatan dalam negeri, Kamis kemarin.

Prototipe pertama, yang terdiri dari antena dan power supply, telah diproduksi untuk memverifikasi kemampuan Korea Selatan mengembangkan teknologi radar AESA

Pengembangan radar AESA adalah bagian dari proyek KF-X senilai 8,5 triliun won (US$ 7.5 miliar) untuk membangun pesawat tempur generasi 4.5 didalam negeri pada tahun 2026 untuk menggantikan armada F-4 dan F-5 yang sudah tua. Pemerintah akan menginvestasikan anggaran sebesar 10 triliun won (US$ 8,8 miliar) untuk menghasilkan 120 pesawat KF-X pada tahun 2032.

Agency for Defense Development sedang mengawasi pengembangan radar, perangkat penting yang dapat membantu pilot mengidentifikasi teman atau musuh dalam pertempuran udara dan menemukan target di darat.

Hanwha Systems, sebelumnya Hanwha Thales, terpilih pada bulan April tahun lalu untuk memproduksi sistem radar. Perusahaan tersebut menunjukkan prototipe radara tersebut kepada para jurnalis di pusat penelitiannya di Yongin, Provinsi Gyeonggi, dan memberikan demonstrasi gelombang listrik transmisi.

“Berdasarkan prototipe (radar AESA) pertama, kami akan terus berupaya mengembangkan versi final KF-X yang akan dilengkapinya,”kata seorang pejabat ADD, meminta tidak disebutkan namanya.

Pejabat tersebut mencatat, sebuah pertemuan komite diadakan pada tanggal 28 dan 29 Juni untuk memeriksa kelayakan pembangunan pesawat tempur KF-X di dalam negeri.

“Anggota panitia menyimpulkan bahwa Korea Selatan dapat secara konsisten melanjutkan pembangunan,” katanya.

ADD akan mengirim prototipe radar pertama ke Elta Systems Israel, yang akan memberikan bantuan teknis, dan akan melakukan uji coba di darat dan udara pada bulan September.

Elta Systems bersama dengan Hanwha Group, juga mengembangkan perangkat lunak untuk sistem radar.

The Defense Acquisition Program Administration (DAPA), menyatakan begitu radar AESA selesai dikembangkan, maka akan diintegrasikan dengan pesawat tempur KF-X, dan bekerjasama dengan Korea Aerospace Industries (KAI).

Seoul pada awalnya berencana untuk menerima teknologi radar AESA dari perusahaan pertahanan Lockheed Martin, namun rencana tersebut kandas setelah pemerintah AS memutuskan untuk memblokir pengalihkan empat teknologi inti yang digunakan pada jet tempur F-35 – infrared search and track, electronic optics targeting pod, radio frequency jammer dan radar AESA – ke Korea Selatan dengan alasan keamanan.

Menyusul halangan itu, DAPA mengatakan akan mengembangkan teknologi di dalam negeri. Namun beberapa kritikus masih meragukan tentang kelayakan pembangunan pesawat tempur KF-X di dalam negeri.

KoreaTimes

  16 Responses to “Korea Selatan Pamerkan Prototipe Radar AESA untuk KF-X”

  1. Mending dibawa ke Indonesia aja, siapa tahu amrik gatal tangannya lalu buumm korut 😀

  2. IF-X kita kebagian radar yang sama kah..?

  3. Kualitas IFX sama gak dgn KFX? brp persen rahasia teknologi yg dibagikan dgn RI? Klu teknologi kunci gak RI kuasai tetap aja tdk mandiri dan rawan embargo!

    • Pasti sama. Nantinya IFX banyak part buatan korea. Apa yg ditanamkan di KFX jg dibenamkan di IFX. Bedanya kalo biasanya urusan hardware didatangkan dr USA atau Rusia. Kali ini jaraknya lebih dekat yaitu cuma dikorsel dasn harga lebih murah. Mutu bersaing. Intinya, pada IFX komponen apa saja yg sdh bisa diproduksi didalam negeri akan diproduksi sendiri selebihnya ya tetap impor termasuk mesin dan radar.
      Yang penting Dim Sum rasa indonesia lah.

      • Dimsum rasa Indonesia = siomay Bandung….

      • Secara riset, pandangan saya Korsel akan mati2an dan dengan dana yang lumayan besar akan mampu membuat teknologi kunci yang susah didapatkan dari barat untuk proyek KFX ini, dan juga adalah karena Korut musuh nyata didepan mata… Jadi saya fikir korsel sangat dikejar oleh waktu.

    • Pastinya sama untuk proyek ini… kalaupun dimungkinan ada perbedaan… kayaknya baru akan terjadi pd tahap pengembangan kedua yg mungkin akan d kembangkan oleh negara masing2…

  4. Ini yg mengejutkan, bagi para pendukung DR n GI menyatakan bahwa KFX/IFX baru siap 2026 disebabkan salah satunya AESA hanwa baru bisa terwujud 2023.
    Ini 2017 sdh jadi prototipe awal? Hmmm… sangat progresive.

    Btw, mohon maaf nih sebelumnya, … yg pesimis proyek KFx/IFx biasanya nich para follower DR n GI

  5. asal gak di recokin as aja

  6. yg jelas USA lebih baik drpd ROSKA dlm hal berbagi teknologi, lihat tuh program pak-fa pernah terancam batal hy krn proporsi pembuatan yg tdk mengenakkan bagi india, skrg malah di perkecil jumlah pesanannya…
    brahmos itu original india Lhoo…, kita jg bs beli dn dikonfirugasikan ke kfx/ifx dgn bantuan hanwa group, pasti maknyusss

 Leave a Reply