Apr 122018
 

Model pesawat tempur KFX Korea Selatan diresmikan pada ADEX 2017 di Seoul. © Alvis Cyrille Jiyong Jang (Alvis Jean) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan pada hari Rabu, 11 April mengatakan bahwa mereka yakin mampu mengembangkan sistem radar canggihnya sendiri untuk melengkapi jet tempur pribumi, seperti dilansir dari laman Yonhap News.

Otoritas pertahanan Korea Selatan telah meluncurkan sebuah program senilai  360 miliar won atau setara dengan $ 338 juta pada tahun 2016 guna mengakuisisi sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA).

Ini merupakan bagian dari proyek pengembangan pesawat tempur eksperimental KF-X senilai 8,8 triliun won yang sedang berlangsung, untuk menggantikan armada jet tempur F-4 dan F-5 Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF).

Badan Pengembangan Pertahanan yang dikelola oleh negara yaitu (ADD), memimpin inisiatif pengembangan radar. ADD memiliki kontrak dengan Hanwha Systems, sebuah perusahaan pertahanan lokal, untuk memproduksi purwarupa radar AESA.

DAPA, yang merupakan badan pengadaan pertahanan negara, telah membentuk panel untuk meninjau kelayakan program pengembangan tersebut. Audit yang dilaksanakan DAPA baru-baru ini menunjukkan bahwa pengembangan radar AESA domestik adalah sesuatu hal yang dapat dilakukan.

Ini adalah proses konfirmasi kedua dan terakhir untuk dapat menentukan apakah Korea Selatan mampu mengembangkan sistem radar tersebut, sebagai kelanjutan dari proses audit sebelumnya pada bulan Juni 2017.

Sebanyak 112 item yang terbagi ke dalam empat sektor telah diteliti, termasuk uji coba operasional perangkat terkait bekerjasama dengan ELTA, produsen sistem radar AESA, asal Israel, menurut keterangan DAPA.

Rancangan dasar dari radar AESA untuk program KF-X ini akan diselesaikan pada bulan Mei, sedangkan desain jet tempur KF-X akan tersedia pada bulan berikutnya, Juni, kata DAPA menambahkan.

“Sebagaimana telah dikonfirmasi melalui review pertama dan kedua bahwa pengembangan radar AESA domestik adalah mungkin, dan pengembangan sistem telah mendapat kemajuan”, menurut Jung Kwang-sun, Ketua DAPA untuk Program KF-X.

Radar AESA dapat mendeteksi dan melacak beberapa sasaran secara bersamaan dan ekstensif, karena pancaran gelombang radio secara elektronik diarahkan ke suatu titik di berbagai arah tanpa menggerakkan antena.

Bagikan:

  33 Responses to “Korea Selatan Percaya Diri Mampu Kembangkan Radar Canggih”

  1.  

    Ada bau2 Israel nih radar, IFX bakal make radar ini atau ada opsi memakai buatan lain klu sdh dibuat di PT.DI?

  2.  

    Ayo Bung Agato Katax IFX Batal Karena SU-35, Jk Batal Justru Sgt Membahayakan Bisa2 SU-57 di Akusisi di Sertai dg T.o.T yg Siap di Cangkokkan Ke IFX

  3.  

    yo wess,,,,ga usah pake radar dari israel……tinggal bikin sendiri ajah,,,gampang….
    tinggal siapin panci, antena yagi, plus solderan atau las listrik,,,,tinggal cuss……jadi.

  4.  

    Kenapa cuma KFX dan KFX terus sih? Trus IFX gmna nasibnya?

  5.  

    https://www.defensenews.com/digital-show-dailies/navy-league/2018/04/06/cobham-to-produce-oxygen-system-for-south-koreas-kf-x-fighter/

    Di sumber di atas di katakan karena telat bayar indonesia di paksa keluar dari program IFX
    benar gak kira2 informasi di atas ya?

  6.  

    Worth It atau Ngak??
    Nanti cmn dpt teknologinya sebagian

  7.  

    Worth It atau Ngak??
    Nanti cmn dpt teknologinya sebagian
    Bisa buat pesawatnya tapi komponen luar semua

  8.  

    SAAB mau membantu tapi mesti beli pesawat buatanya sebagai persyaratam… perasaan ini proyek makin lama makin diperas…

  9.  

    bagaimanapun juga kita cuma punya saham 20% bung, jadi kita cuma bisa ngasih saran sama korsel, sementara keputusannya ada di tangan korsel mutlak. mungkin kalau kita tidak sepakat dengan keputusan mereka tindakan yg bisa di ambil adalah menarik diri dari proyek ini, tentu saja kerugian nya cukup besar buat indonesia kalau ini terjadi

  10.  

    kalau Korsel sudah percaya diri, ya Indonesia wajib percaya diri bahwa SU35 sebentar lagi akan datang….lupakan IFX, saya ndak yakin, karena ada keterlibatan AS dalam hal ini.

 Leave a Reply