Agu 052019
 

Jet tempur siluman F-35B berkemampuan STOVL milik Korps Marinir AS © Lockheed Martin

Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk membeli jet tempur generasi kelima F-35B varian pendaratan vertikal. Jet tempur seperti itu dapat beroperasi dari pangkalan udara luar maupun dari geladak kapal pendarat helikopter.

Menurut Aviation Week, Angkatan Udara Korea Selatan sedang mempertimbangkan pembelian sebanyak 20 pesawat tempur F-35B, yaitu varian yang dapat lepas landas pada landasan pendek dan versi pendaratan vertikal, lansir Defence 24.

Sebelumnya pada September 2014 Seoul memesan 40 pesawat tempur dalam versi “standar” F-35A yang paling banyak diproduksi, dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan sebagian besar pelanggan asing.

Pihak berwenang Korea sedang mempertimbangkan untuk membeli 20 mesin lagi. Namun, kali ini, Seoul dapat memilih F-35B, meskipun belum ada keputusan yang dibuat. Pesawat terbang yang lepas landas dan mendarat vertikal memiliki kelemahan pada daya angkut persenjataan yang terbatas dan radius tempur yang lebih pendek. Namun, F-35B dapat beroperasi dari geladak kapal serta dari bandara darurat.

F-35B tetap dapat beroperasi meski pangkalan permanennya telah dihancurkan, misalnya sebagai akibat dari serangan roket. Dari kebutuhan Korea Selatan, kedua kemampuan itu terbukti bermanfaat.

Jet tempur F-35B dipesan oleh Korps Marinir AS, serta Inggris dan Italia. Pembelian F-35B juga diputuskan oleh Jepang, yang pada akhir tahun sebelumnya merencanakan total 147 pesawat tempur generasi baru, 42 di antaranya dalam versi F-35B. Tokyo bermaksud untuk menyebarkan F-35B pada kapal-kapal Izumo. Ada kemungkinan Korea Selatan akan membentuk armada F-35 yang sama dengan yang dilakukan Jepang.

 Posted by on Agustus 5, 2019