Korea Selatan Setuju Rencana Pengembangan Perusak KDDX

Desain kapal perusak KDDX pada stan DSME di Indo Defence 2014 © Navy Recognition

JakartaGreater.com – Korea Selatan telah setujui sebuah rencana dasar mengembangkan secara lokal kelas perusak baru dibawah proyek Korea Destroyer Next Generation (KDDX) demi meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Republik Korea (RoKN) dan melindungi kepentingan maritim negara itu, menurut pengumuman Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) pada tanggal 26 Desember, seperti dilansir dari IHS Jane.

“KDDX adalah proyek pengadaan kapal perusak yang bertujuan melindungi kepentingan maritim dan menanggapi potensi sengketa di laut”, sebut DAPA dalam sebuah pernyataan menyusul pertemuan dengan Komite Promosi Proyek Pertahanan yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jeong Kyeong-doo.

Badan akuisisi tersebut mengatakan bahwa kapal-kapal itu perlu dibangun dan dilengkapi dengan teknologi dan sistem senjata terbaru, mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya.

Meskipun tanpa ada rincian lebih lanjut yang diberitakan tentang kapal perusak itu dalam pernyataan DAPA, Kantor Berita Yonhap mengutip bahwa dihari yang sama Korea Selatan disebut akan mengembangkan kapal perusak KDDX pada akhir 2020-an dengan anggaran sekitar 1,8 triliun won atau $ 1,59 miliar, dan menambahkan bahwa Seoul berencana untuk mengerahkan enam kapal ini pada pertengahan atau akhir 2030-an.

DAPA mengutip “pengamat” yang tak disebutkan namanya mengatakan bahwa total biaya pengembangan dan produksi enam kapal perusak masa depan itu, yang diharapkan untuk menampilkan kemampuan perang anti-udara, anti-permukaan dan anti-kapal selam yang signifikan, diperkirakan akan mencapai 7 triliun won.

Dalam pameran Indo Defence tahun 2014 di Jakarta, pembuat kapal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) telah mengungkapkan rincian proposal untuk program kapal perusak KDDX untuk RoKN.

Pada saat itu, perusahaan menggembar-gemborkan sebuah platform yang dikenal sebagai DSME 8000 sebagai solusi hemat biaya untuk pencarian RoKN pada kelas baru yang dapat mengisi kesenjangan antara kapal perusak KDX-II dan kapal perusak besar KDX-III yang dilengkapi sistem Aegis.

DSME 8000 diharapkan memiliki panjang 155 m dan lebar 18,8 m dan diharap memiliki bobot standar seberat 8.000 ton.

Tinggalkan komentar