Nov 102016
 

20161105_122827

Vertical Launch System terpasang di bagian depan destoyer KDX III

20161105_122919

Bagian depan KDX dilengkapi MK 41 vertical launch systems (VLS), dengan 48 tabung rudal  SM-2 Block IIIB

20161105_122927

Bagian depan dilengkapi  127mm L62 Mk-45 Mod 4 naval gun dan RIM-116 rolling airframe missile (RAM) block 1 21-round launcher.

20161105_122856

MK 41 vertical launch systems (VLS), dengan 48 tabung rudal SM-2 Block IIIB

20161105_122808

3-layer anti-aerial protection : SM-2/6, RAM, dan Goalkeeper.

20161105_122752

16 SSM-700K Hae Sung long-range anti-ship missiles di bagian tengah KDX III

20161105_122756

Bagian belakang dilengkapi MK 41 vertical launch systems (VLS) dengan 48 tabung dan ditambah 32 tabung rudal  SM-2 Block IIIB

20161105_122742

Double Vertical Launch System di bagian belakang  (48 dan 32 tabung) di destroyer KDX III Korea Selatan

20161105_122937

Persenjataan Anti-submarine termasuk K-ASROC Hong Sahng-uh (Red Shark) anti-submarine rockets (ASROC) dan  K745 LW Cheong Sahng-uh (Blue Shark) torpedoes.

20161105_122907

Sensor dan radar : AN/SPY-1D multifunction radar and four antenna arrays are housed in a single deck house. The ship is also equipped with AN/SPG-62 I/J band fire control radar, Atlas Elektronik bow-mounted DSQS-21 BZ-M sonar and MTeQ towed array sonar system. ASW control software is supplied by Kongsberg Maritime.

Kalau berbicara alutsista kelas berat, maka destroyer masuk ke dalam kategori ini. Untuk menggebuk kapal musuh tidak perlu harus mendekat. Cukup pukul dari jauh, sebelum kapal perang musuh bisa menjangkaunya. Selain itu, destroyer juga menghadirkan perlindungan udara yang luas, perlindungan darat, termasuk melindungi kapal kapal perang lainnya serta pangkalan, termasuk perlindungan dari kapal selam.

Korea Selatan sadar betul tentang pentingnya destroyer bagi Angkatan Laut mereka. Begitu pula dengan Jepang. Kedua kapal destroyer terbaru negara tersebut dibantu dengan systen Aegis dari Amerika Serikat.

Pada Indo Defence 2016, Korea Selatan mencoba menawarkan destroyer KDX III Aegis kepada negara negara di kawasan regional. Korea Selatan sebelumnya telah bekerjasama dengan Indonesia dalam membuat pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX yang akan dikembangkan menjadi generasi ke-5. Indonesia juga telah bekerja sama membuat kapal selam Changbogo Class untuk TNI AL.

Bagikan:

  82 Responses to “Korea Selatan Tawarkan Destroyer KDX III di Indo Defence 2016”

  1.  

    Indonesia hanya mau yg bisa ngasih TOT utk destroyer dan dibuat di PT PAL

    •  

      GILA !!! harganya hampir US$ 1 Milyar
      Dapat 3 biji Frigat Berat 6.000 ton kelas iver huitfeldt
      Keterlaluan !!!

      •  

        GILA !!!

      •  

        iver lawan corvet rusia derzky aja senjata kalah jauh….menang bobot doang……intinya kita niat ngisi senjatanya gak????wong pkr aja ciws sama mica sam aja belum ada…..percuma nanti destroyer dengan fitur but not with….wakakakaka

      •  

        namanya jg beda kelas bung …
        sesuai jg dgn tentengan dan CMS nya yg masuk kelas berat makanya jd lebih mahal ….

      •  

        Kalau menurut saya kapal gak usah besar besar .. lebih baik kecil kecil tapi banyak yang penting itu rudalnya yang canggih

      •  

        Ada berbagai faktor untuk ini.

        Pertama, harga Iver Huitfeldt itu kan berdasar harga ketika tandatangan kontrak di pertengahan tahun 2000-an. Kapalnya sendiri dibikin mulai 2008. Sedangkan KDX ini kan pake harga 2016-2017. Artinya udah ada perbedaan 10 tahun. Ya jelas harganya juga udah beda jauh karena teknologinya juga udah beda.

        Kedua, lambung Iver Huitfeldt sendiri sebenernya pake desain lambung yang sama persis dengan kapal rumah sakit Absalom Class. Jadi disini juga biayanya bisa ditekan.

        Ketiga, KDX-III ini kan bobot maximalnya 11 ribu ton. Bandingkan dengan iver huitfeldt yang cuma 6500 ton. Belom lagi teknologi radar AEGIS yang lebih canggih. Perlengkapan persenjataannya juga lebih canggih.

        Sekarang apakah Indonesia butuh KDX-III? Kalo analisa saya sih nggak. Kenapa? Karena ini kapal kandungan teknologi USA-nya tinggi banget. Belom tentu USA mau kasi ToT. Terus juga ancaman embargonya.

        Kalo menurut saya sih karena kita udah kerjasama dengan Damen, lebih baik kita ToT kapal yang kelasnya di atas PKR. Mungkin Destroyer De Zeven Provincien versi upgrade bisa jadi pilihan yang tepat. Atau bisa juga versi turunannya yang lebih ringan, misal Frigate di kelas 4000-5000 ton.

  2.  

    kyknya bakal diambil nih…..

  3.  

    koq saya yakin kalau ni barang bakalan di beli sama TNI, cemistry sudah terjalin kuat sama negeri ginseng

  4.  

    msh ingat dlu waktu tragedi air asia jatuh dan ombak yg tinggi serta cuaca buruk.. menhan pernah tertarik pengen punya kapal distroyer ..

  5.  

    Terlalu banyak komponen USA, mulai dari radar hingga rudal CIWS.
    Tetep pilih Iver Huidfeld class, dengan armament “plug and play”.

  6.  

    nyangkut nih

  7.  

    iver huitfeldt uda sesuai dgn cita cita menhan utk suport bencana alam 😀

  8.  

    Kemahalen, jika jadi dibeli, namanya menghambur2kan uang rakyat…dana segitu hanya utk 1 destro??? Jgn lah mengada2…terlalu bgt tawarannya!!,

  9.  

    Edyaaaaaaan kalo ini….benar2 gudang amunisi dilautan..kalo Indonesia punya ini..harus disandingkan dengan 2 kelas Admiral gorshkov pas!!…yg 2 bawa kaliber yang satu kasih payung…untuk rame2 ditambah 3 PKR 105..+2 kapal selam changbogo aja..ane yakin formasi yg sulit dihajar…hehhehe

  10.  

    Mantap..

  11.  

    mantep jg ni destro.. tp mahal jg. manut pemerintah aja ah, mau di beli bgs mau di ambil silahkan mau di borong di haruskan… xexexe..

  12.  

    Klo ESSM dlm format quad pack mungkin lah d kasi.. lha, SM 2 Standard?? Apa yakin d kasih?? Itu juga klo kita mampu belinya.. belum lg SPY 1 Radarnya.. paling realistis ifer aja lh

  13.  

    Pokoke beli beli beli walaupun 20 tahun lagi alias second

  14.  

    setelah kasel hampir selesai tot dgn dibangunnya kasel changbogo ke 3 mungkin kelanjutanya ini nih destro kdx btw yg mau mmberikn ilmu yg utuh hanya ngr kroya ini. tolong bung TN, Phd. dibabar nih berita biar lebih greng gitu.

  15.  

    biasa aja bang
    gak usah bilang borong,basi.

  16.  

    Kalo buat beli pencil nya sih silahkan.tapi jika harus sama kapal nya ya jangan.PT.PAL harus di kasih kesempatan membuat destroyer. Jangan sampai kita beli kapal dari korea. Maaka pt.pal.ga dpt order.untuk pensil pun lebih bagus pakai kalibr rusia atau mbda punya NATO asli.cintailah produk dlm negeri

  17.  

    Hahhh…ini kaprang or gudang amunisi yg sedang berjalan????iver huidfeldt aja nggak segini-gini amet.

  18.  

    ini bukan main, gile abis….berapa tahun lewat ditenggelemin ma wiskey class korut, kapal selam wiskey kita dulu pada dikemanain ya

  19.  

    Harga sebanding kualitas, masalah ToT nya bgmana? Bagusan ini apa iver ?

    •  

      kalau bicara bagus dan kemampuan menyerang dan bertahan jelas Destroyer KDX lebih bagus dari Ivert class.. namun jika bicara kebutuhan dan kemungkinan serta keuangan negara jelas ivert class lebih memungkinkan untuk untuk di akuisisi Indonesia .
      Bayangin saja 1 Destroyer KDX III harga’a US$925 juta , sementara 1 unit frigate ivert clas harga’a US$325 juta…jadi harga 1 Destroyer KDX III Korea ini setara 3 unit real frigate ivert class..atau setara 1 skuadron / 16 unit su35 full armamen ( jika harga Su35 di kisaran Us$ 60 juta )
      Secara Pribadi jika harus memilih saya lebih setuju membeli 1 skuadron su35 mengingat peperangan jika harus terjadi maka angkatan udaralah yang paling memungkinkan untuk bergerak duluan , juga sebagai penyeimbang kekuatan armada tempur TNI di udara dengan negara tetangga . pilihan kedua saya adalah membeli 3 unit ivert class dengan opsi TOT , mengingat kemampuan Pt.PAL yang sudah mampu membangun frigate Sigma dari RE Martadinata Class , dengan TOT Ivert maka kemungkinan Pt . PAL mampu membuat real Frigate sekelas ivert class bukanlah sesuatu yg mustahil , tinggal di buat agak banyak dan menginstal senjata yg sedikit lebig gahar ..maka kemampuan Angkatan laut kita akan lebih bertaji daripada memiliki 1 unit destroyer KDX III

      Salam

  20.  

    Destroyernya bagus, barang bawaannya pun banyak, teknologinya up to date, hanya saja harganya lumayan…

  21.  

    Wah saingan nya terlalu berat masak Iver Class mo di bandingkan dengan Destroyer Kelas berat macam KDX-III..yg ada nanti debat lagi nih kayak SU-35 dibanding Gripen

  22.  

    arleigh burke…john paul john

  23.  

    Karena penasaran, sambil iseng mencoba mempelajari spek yang di instal di Destroyer KDX III ini ternyata saya pada akhirnya saya mengerti kenapa harga kaprang Destroyer KDX III Seojong Class ini jika seharga -+ US$ 1 Milyar.

    Ternyata 1/3 dari perkiraan harga Destroyer KorSel ini adalah di karenakan 1 item barang yang di istalnya, yaitu Rudal SM-2 Block IIIB

    Total jumlah Rudal SM-2 Block IIIB adalah : 48 x 2 (depan – belakang) = 96 unit Rudal SM-2 Block IIIB

    Sedangkan harga per unit Rudal SM-2 Block IIIB adalah -+ US$ 3.762.500

    96 x 3.762.500 = US$ 361.200.000

    Nominal yang yang funtastic hanya untuk 1 item.
    Btw nominal tersebut tidak berikut / termasuk 2 x 48 = 96 tubes VLS MK-41

    Sumber : http://jakartagreater.com/australia-segera-miliki-sistem-anti-rudal-balistik-sm-2-blok-iiib/

    •  

      Iya sepertinya harga $ 1 milyar ini sudah lengkap full armament. Sedangkan Iver yg 325 juta sepertinya hanya hull body dan mesin, tanpa radar dan armament.

    •  

      Sedikit koreksi, ada perbedaan spek di artikel diatas dengan wikipedia:
      https://en.wikipedia.org/wiki/Sejong_the_Great-class_destroyer

      VLS mk41: 48 (depan) + 32 (belakang) = 80 Cell.
      80 cell ini bisa pakai untuk SM-2 (1 rudal per 1 cell) atau ESSM (4 rudal per 1 cell).

      Lalu 48 VLS dibelakang (K-VLS, sepertinya VLS made in korea), digunakan untuk Hyunmoo III land attack cruise missiles atau K-ASROC Red Shark anti submarine missile.

      •  

        @Sigma Lover : Anda benar bung,
        Total depan dan belakang menjadi 80 unit Rudal SM-2 Block IIIB = -+ US$ 301 Juta.

        Sedangkan 48 tubes yang lain sudah tentu di pastikan untuk Rudal Hyunmoo yang memiliki daya jelajah -+ 1000 km.

        Karena 48 tubes yang ada di belakang tidak mungkin di instal dengan fungsi yang sama, misalnya Rudal SSM-700 Hae Sung yang memiliki range -+ 150 km.

        Anyway trims atas koreksinya. 🙂

  24.  

    Model nya jadul

  25.  

    Harga iver $325 sudah termasuk amunisi + radar belum? Mohon pencerahannya

  26.  

    bagusnya sih kt fokus ke Iver Class dulu, setelah dapat TOT dari iver dan kita sdh mulai bisa membangun real fregat sendiri layaknya PKR Sigma, barulah berfikir tuk mencari TOT kelas destroyer sungguhan..
    kl sdh bs membangun 5 atau 6 kapal perang selevel Iver Class, negara semenanjung yg paling terkenal jaguh sekolong langit tidak akan berani lg macam2

  27.  

    tes

  28.  

    Beli satu dulu kan daya jelajahnya jauh…. perawatannya mahal ga?
    diperbanyak Frigate kelas ringan ,Menengah dan berat… bayi belajar bangun lanjut merangkak, berdiri lanjut jalan dan berlari. gak mungkin langsung lari….

  29.  

    Artikel seperti ini yang ane demen..INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!!

  30.  

    yang bisa di tot prosentase besar cuma hull nya aja…senjata… cms… udah mencar2 di pihak ketiga…bahkan mesin..

  31.  

    Beda jauh dengan kelas iver dr denmark..
    Negara yg tidak unggulkan tapi pny kapal siluman..
    Denmark hebat pisan euyy..

  32.  

    Pertamks

  33.  

    this is real destroyer.bungkus mang…

  34.  

    Menurut aku sih harga KDX wajar 3x lebih mahal dibanding iver, selain ototnya KDX lebih kekar, jumlah rudal lebih banyak dan harga itu sudah mencakup semua isinya.

    Sedangkan iver class harga segitu masih rudal kosongan.

    Kalau menurut anda ?

    •  

      wajar sih harga segitu…yg jadi ga wajar kalau kita yg biasanya beli FBNW beli hull sekelas destroyer tapi isiannya cuma sekelas KCR atau korvet opv…..masih mending kalo korvetnya kaya punya rusia…. yg bawa Kalibr-NK sama S-350…..lha nanti destro nya kalau cuma bawa Sam sama Ssm medium range….bisa jadi bulan2an kapal musuh kelas dibawahnya..isian destro banyak dan mahal2…sedangkan kapal kita kelas dibawahnya masih butuh isian yg mumpuni….atau mungkin kita memang lagi ngincer teknologi untuk buat destro biar bisa jualan kapal kaya LPD kita..

  35.  

    bolehlah beli dua biji, biar kita punya kaprang sekelas destro, sisanya banyakin fregrat sama korvet…

  36.  

    Kapal nya model jadul, model oliver hazard perry

  37.  

    PAL harusnya mulai mempersiapkan kerjasama dengan dok perkapalan yang lain. Untuk KCR misalnys, PAL tinggal finishing di armament dan sistem elektronik dan radar. Sehingga lebih cepat proses kerjanya…

  38.  

    Mahal sekali harganya. Kapal destroyer hanya untuk negara maju dan punya dana besar

  39.  

    kalo hanya mengandalkan real frigate dalam pertaruhan battlefield modern ibarat kita sedang bertempur di battle of java sea jilid dua di laut lepas memainkan peranan kapal combat tempur berat ke frontline jika dibandingkan dgn IVER saja tak sanggup tangkis lawan karena daya jelajahnya sedang dan hanya mampu berlayar 28 hari maksimal untuk sekelas frigate, secara system personal senjata KDX III sangat mumpuni secara offensive menahan serangan lawan masuk wilayah teritorial saya rasa kita perlu Destroyer terbukti dgn KRI IRIAN mampu memberikan deterence effect

  40.  

    Emas segunung newmont swasta nasional bisa beli lusinan KDX III Sejong the great bahkan surplus. ACC Deal….!!!

 Leave a Reply