Nov 032017
 

Rudal Balistik Korea Utara (Stefan Krasowski)

Seoul – Korea Selatan tidak akan pernah mengakui atau menenggang Korea Utara sebagai negara nuklir, meski Seoul tidak memiliki senjata nuklir, kata Presiden Moon Jae-in pada 1/11/2017.

Sementara itu, China mengatakan akan bekerja sama dengan Seoul untuk melakukan denuklirisasi di semenanjung Korea.

Moon juga mengatakan bahwa tidak akan ada tindakan militer di semenanjung Korea tanpa persetujuan Korea Selatan. Selain itu, pemerintahnya juga akan terus berupaya mencapai perdamaian di wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri China pada hari sama menyampaikan bahwa Beijing dan Seoul akan terus menggunakan cara diplomatik untuk menangani masalah di Semenanjung Korea, kata pernyataan.

Ucapan Moon dan pernyataan China itu terjadi sehari setelah pertemuan di Beijing antara perwakilan Korea Selatan untuk perundingan nuklir enam pihak Lee Do-hoon dan rekannya dari China, Kong Xuanyou.

Pada pertemuan tersebut, China dan Korea Selatan sepakat untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara dan untuk menormalkan semua perdagangan untuk mengakhiri kebuntuan selama bertahun-tahun karena penggelaran sistem anti-rudal Amerika Serikat.

Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama yang erat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi, kata Seoul.

Media pemerintah Korea Utara tidak berkomentar mengenai pergeseran hubungan antara Korea Selatan dan China pada siang hari ini. Korea Utara belum melakukan uji coba rudal sejak pertengahan September atau uji nuklir sejak yang pertama pada awal bulan itu.

Seorang pejabat senior kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan bahwa hubungan bilateral yang hangat tampaknya muncul dari kepercayaan yang lebih baik di Seoul oleh Beijing, yang telah mengungkapkan keprihatinan mengenai kemungkinan penerapan tambahan dari sistem pertahanan anti-rudal AS dan kerja sama militer antara Korea Selatan, AS, dan Jepang.

Pada awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa mengatakan, meski ada penempatan satu baterai anti-peluru kendali, Korea Selatan tidak berniat bergabung dengan sistem pertahanan peluru kendali AS di wilayah tersebut dan tidak akan menampung baterai tambahan.

Kang menambahkan bahwa Korea Selatan tidak akan memasuki persekutuan militer tripihak dengan Amerika Serikat dan Jepang. (Antara/Reuters).

  7 Responses to “Korea Selatan Tidak Akui Korea Utara Sebagai Negara Nuklir”

  1. Bw rudal kyk bw mahluk halus sj..

  2. Inilah perbedaan Korut dan Korsel

    Korut : semakin mempercepat dan menambah Rudal Nuklir untuk menghilangkan dari peta negara Korea Selatan

    Korsel : sesuatu yang mudah bagi teknologi kami untuk membuat Nuklir, tapi sampai kapanpun tidak akan ada Rudal Nukilr di Korsel karena kami adalah sama bangsa Korea dan berharap Korea Bersatu di suatu saat nanti.

  3. Cie cie … iri ni yee…klo ga bs bikin nuklir, kan udah banyak memproduksi k-pop disana…kirim aja taeyeon ke rmh kim, trus kasi racun di minumannya…haha

  4. Korsel melakukan langkah cerdas dengan mendekati China untuk mendinginkan suhu politik di semenanjung korea sementara korut dan amerika seperti bocah nakal dan bocah tua nakal.

  5. saat waktunya akan tiba juga kembang api raksasa

  6. pada saatnya ya korea bakal bersatu tapi AS akan tetap jadi musuh korea..

  7. Kalo korsel cerdas. Mereka pasti merapat ke indonesia dan china agar korut gak neko2. Perlahan mulai tinggalin amerika pasti bisa damai.

 Leave a Reply