Korea Utara Luncurkan 3 Rudal Balistik

19
Rudal Korea Utara. (KCNA)

Korea Utara menembakkan beberapa rudal jarak pendek ke laut lepas pantai timur pada Sabtu pagi, 26/8/2017, saat militer Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) melakukan latihan militer gabungan tahunan yang dinilai Korea Utara sebagai persiapan perang.

Komando Pasifik militer AS mengatakan telah mendeteksi tiga rudal balistik jarak pendek, yang semuanya gagal dengan salah satunya meledak segera setelah diluncurkan.

Dua rudal Korea Utara gagal setelah terbang dalam jarak yang tidak diketahui pasti, dan yang lainnya meledak sesaat setelah diluncurkan.

“Sehubungan dengan aktivitas di Korea Utara malam ini, Presiden telah diberitahu dan kami memantau situasi,” ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan beberapa jam setelah peluncuran dilaporkan.

Kantor Kepala Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa proyektil diluncurkan dari provinsi Kangwon timur Korea Utara dan terbang ke arah timur laut sekitar 250 km (155 mil) ke laut.

Komando Pasifik mengatakan rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman ke daratan utama AS atau ke wilayah Pasifik Guam, yang telah diancam oleh Korut awal bulan ini untuk mengelilinginya dengan “lautan api”.

Peluncuran ini merupakan yang pertama dilakukan oleh Korut sejak uji coba rudal pada tanggal 28 Juli yang bisa dirancang mencapai 10.000 km (6.200 mil), yang menjangkau sebagian daratan utama Amerika.

Militer Jepang mengatakan proyektil tersebut tampaknya bukan benda yang bisa mengancam keselamatan Jepang.

Militer Korea Selatan dan AS berada di tengah latihan defensif tahunan, yang oleh Korut secara rutin digambarkan sebagai persiapan untuk invasi, yang melibatkan simulasi perang komputer untuk menguji kesiapan dan berlangsung sampai 31 Agustus.

Departemen Luar Negeri AS tidak segera berkomentar mengenai peluncuran rudal pada hari Sabtu. Sekretaris Negara Rex Tillerson awal pekan ini memuji Korea Utara dengan menunjukkan pengekangan dengan tidak meluncurkan rudal sejak uji ICBM akhir Juli.

Tillerson mengatakan dengan dikuranginya peluncuran rudal atau tindakan provokatif lainnya oleh Pyongyang bisa menjadi sebuah jalan terbuka untuk dialog “kapanpun dalam waktu dekat.”

Trump juga mengungkapkan optimisme awal pekan ini tentang kemungkinan peningkatan hubungan. “Saya menghargai kenyataan bahwa dia mulai menghormati kita,” kata Trump tentang Kim.

Media pemerintah Korea Utara melaporkan pada hari Sabtu bahwa Kim telah memimpin sebuah kontes pendaratan amfibi dan serangan udara oleh tentaranya melawan sasaran yang dimodelkan setelah kepulauan Korea Selatan dekat perbatasan laut di pantai barat.

Di saat berkurangnya ancaman perang dari Korea Utara terhadap Amerika Serikat, kantor berita resmi KCNA mengutip Kim Jong Un yang mengatakan kepada Angkatan Darat bahwa “seharusnya memikirkan menghapuskan musuh tanpa ampun hanya dengan senjata dan menduduki Seoul pada satu perjalanan dan bagian selatan dari Korea.”

Pada hari Rabu, Kim memerintahkan produksi lebih banyak mesin roket dan hulu ledak rudal saat berkunjung ke sebuah institut kimia dari Academy of Defense Science, sebuah agen yang dia pimpin untuk mengembangkan program rudal balistiknya.

Diagram dan bagian rudal yang diperlihatkan dalam foto-foto yang diterbitkan di media negara Korea Utara menyarankan Pyongyang menekan ke depan dengan membangun rudal balistik jarak jauh yang berpotensi menjangkau bagian manapun dari daratan AS termasuk Washington.

Hal ini juga diyakini bisa mengembangkan rudal bahan bakar padat yang bisa digunakan untuk peluncuran kapal selam. (CNBC).

7 KOMENTAR