JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 292017
 

dok. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (People’s Daily,China)

JakartaGreater.com – JoongAng Ilbo, salah satu surat kabar harian terbesar di Seoul melaporkan bahwa sumber anonim pemerintah Korea Selatan memberitahu mereka tentang rencana peluncuran satelit baru milik Korea Utara, yang memiliki kemampuan untuk diluncurkan dari peluncur mobile, seperti dilansir dari Sputnik News.

Satelit tersebut diberi nama Kwangmyongsong-5 atau “Lodestar”, sebuah referensi untuk bintang yang tampak bersinar di langit pada hari kelahiran pemimpin Korea Utara Kim Jong-il. Seperti namanya, ini adalah yang kelima dalam serangkaian satelit observasi yang menurut klaim Korea Utara digunakan untuk ramalan cuaca.

Tapi seperti pada Kwangmyongsong sebelumnya, dikhawatirkan peluncuran yang kelima akan menjadi uji coba rudal balistik jarak jauh yang menyamar sebagai peluncuran satelit. Tuduhan tersebut dilayangkan oleh Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat dan PBB setelah peluncuran Kwangmyongsong-4 pada bulan Februari 2016 silam.

Penggabungan kontroversi, keempat peluncuran Kwangmyongsong sebelumnya melintas di atas Jepang dan roket yang digunakan untuk meluncurkan ketiga satelit terakhir sangat mirip dengan rancangan rudal balistik jarak jauh Korea Utara yakni Taepodong-2.

“Peluncuran dan uji coba rudal rezim Korea Utara yang terus berlanjut mengindikasikan penghinaan terhadap Amerika Serikat, tetangganya di Asia dan semua anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam menghadapi ancaman semacam itu, kelambanan tidak dapat diterima oleh negara manapun”, kata Sekretaris Negara AS Rex Tillerson kepada PBB awal Desember.

Korea Utara telah mendapat sanksi ekonomi dan diplomatik yang kuat akibat memaksa untuk terus mengembangkan teknologi rudal dan nuklirnya, dan mereka dilarang menggunakan teknologi rudal balistik untuk melakukan peluncuran apapun termasuk satelit tanpa aplikasi militer.

Tapi Pyongyang membela hak kedaulatan mereka untuk memiliki program luar angkasa. Pada bulan Oktober, Wakil Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim In-ryong, mengatakan bahwa bangsanya bermaksud untuk mengembangkan satelit praktis yang dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan peningkatan kehidupan masyarakat.

Dia menambahkan bahwa Korea Utara memiliki hak untuk meluncurkan satelit, sebuah hak yang tidak akan diubah hanya karena AS menyangkal hal tersebut.

Semenanjung Korea telah menjadi lokasi krisis geopolitik yang berlangsung sejak April 2017, saat uji coba Pyongyang meluncurkan rudal balistik jarak menengah dan Washington menanggapi dengan memulai penumpukan militer yang telah berlangsung hingga akhir 2017.

Korea Utara belum menghentikan uji coba rudal mereka dalam menghadapi tekanan internasional yang signifikan, yang terakhir menguji rudal balistik jarak jauh pada akhir November, dengan mengklaim bahwa satu-satunya jaminan keamanannya adalah kemampuan untuk merespon serangan nuklir apa pun. Rudal terbarunya diklaim mampu menyerang bagian manapun di Amerika Serikat.

Bagikan:

  17 Responses to “Korea Utara Selesaikan Satelit Canggih Terbaru”

  1.  

    waaahhh bung pra itu cowok …kok yaa malah masuk kesana (ngereplay)…!!! piye iki jal… πŸ˜†

  2.  

    Lanjutkan Kim.
    #pantangmundur

  3.  

    Hebat jg Korut walau diembargo sampai rakyatnya menderita masih bs mengembangkan kekuatan militer walau dgn alasan apapun!

  4.  

    Korut yg negara nya introvert gini aja bs bikin satelit canggih, indonesia kapan? dana ada, tenaga ahli ada? trus apa yg ditunggu,..nunggu kiamat mungkin ya,,,,

    •  

      Ini bukti bahwa tekanan asing dan keterbatasan dapat diubah menjadi energi untuk memacu kreativitas bung… Beda dengan negara dengan sumber daya alam yang berlimpah namun terlena dengan semua itu…

      •  

        Sy setuju bung momod…. bahaya dibalik terlena itu adalah kemunduran

        •  

          Yg terpenting itu sdmnya bung. Percuma negaraa kaya sda tp sdmnya gamampu ngolah. Dan satu lg kemauan untuk maju dan berkembang….

          •  

            Nah, betul bung, masalahnya kemauan bisa melemah karena SDA berlimpah sehingga menjadi malas dan hanya mengandalkan SDA saja…

            Beda bila SDA sudah menipis dan hampir habis, disana baru SDMnya terpacu untuk lebih produktif dan kreatif. Semoga negara kita tidak menjadi seperti itu.

    •  

      mereka fokus ngembangin teknologi propulsion, dr dulu..
      kita gk punya teknologinya, kl mau bisa beli lisensi, masih jauh buat mandiri. tetangga ausi aja baru siap 2030..
      lapan bikin roket aja mandek krg support+nya, jarak >200km blum mampu, apalagi spacecraft propulsion yg bisa ribuan km..

  5.  

    Keren lu Kim, gak sia-sia makan lu banyak πŸ˜†
    Lanjutkan Kim!

 Leave a Reply