Apr 292017
 

USS Carl Vinson (Photo : BussinesInsider)

Beberapa waktu lalu Korea Utara sesumbar akan menenggelamkan kapal induk AS USS Carl Vinson yang mendekati perairan Korea hanya dengan satu serangan. Lalu mungkinkah Korea Utara mampu melakukannya? dan dengan senjata apa Korut akan melakukannya?

Sekarang kita coba lihat arsenal persenjataan yang dimiliki Korut dan masih menjadi andalannya hingga kini.

Rudal anti-kapal modern mungkin adalah cara terbaik untuk menenggelamkan kapal induk AS. Korea Utara diketahui memiliki banyak rudal anti-kapal, namun sebagian besar diantaranya sudah usang, seperti rudal Styx era Soviet buatan tahun 1960-an, dan rudal Silkworm buatan China. Styx adalah salah satu rudal anti-kapal pertama yang pernah berhasil menenggelamkan kapal perusak Israel Eilat pada tahun 1967. Sedangkan Silkworm hanya memiliki hulu ledak seberat 450 kg, yang kemungkinan hanya akan merusak lambung kapal induk.

Tapi meski kuat, rudal-rudal korut sudah tua dan rentan terhadap serangan jammer elektronik modern dan sistem pertahanan udara kapal induk. Rudal juga memiliki jarak yang cukup pendek, lebih pendek dari pada jangkauan operasi pesawat tempur yang dimiliki kapal induk. Jadi akan mudah bagi kapal induk Vinson tetap aman di luar garis pantai Korea Utara dengan sambil meluncurkan serangan udara.

Sebenarnya Korea Utara memliki salinan rudal yang seperti rudal anti-kapal Rusia Kh-35. Rudal Kh-35 memiliki kemampuan lebih baik untuk menghantam kapal induk, namun sayang, rudal Korut Kh-35 juga memiliki kelemahan pada jangkauan serang. Membuat Korea Utara mungkin tidak dapat melepaskan beberapa rudal Kh-35 pada satu kesempatan.

Cara lain untuk menenggelamkan kapal induk AS adalah dengan melepaskan roket dan bom menggunakan pesawat tempur. Korea Utara memiliki armada jet tempur dan pesawat tempur yang cukup besar, namun yang terbaru, MiG-29 “Fulcrum” sudah berusia hampir 30 tahun.

Korea Utara juga memiliki 35 pesawat tempur darat Su-25 yang mirip dengan A-10 Thunderbolt II, namun kurang memiliki senjata berat, juga Su-25 lebih berguna untuk mendukung pasukan darat dan Korea Utara harus memilih antara menyerang kapal induk atau menyerang pasukan darat musuh.

Semua 40 unit pesawat tempur dan serang yang dimiliki Korea Utara, dilengkapi dengan bom dan roket, mungkin hanya bisa membuat kerusakan untuk sementara, namun sama sekali tidak bisa menenggelamkannya kapal induk AS. Apalagi menghadapi hadangan dari empat kapal perusak modern dengan sistem pertahanan udara Aegis, yang kemungkinan akan membuat 40 pesawat pesawat tempur Korut tidak akan bisa kembali ke pangkalannya.

Armada kapal selam midget Korea Utara (Photo : Koogle TV)

Cara terakhir adalah dengan menggunakan kapal selam atau bahkan sekelompok kapal selam midget untuk menenggelamkan Vinson. Korea Utara memiliki sekitar 40 kapal selam, termasuk 20 kapal selam lawas Romeo class, 10 kapal selam pesisir Sang-O (“Shark”) yang lebih kecil, dan 10 kapal selam midget Yeo class.

Baru-baru ini, kapal selam midget Yeono class diperkirakan telah menenggelamkan korvet Korea Selatan – Cheonan dengan menggunakan torpedo. Ini adalah prestasi yang cukup besar bagi Korea Utara, namun Cheonan berbeda dengan kapal induk Vinson yang memiliki armada pengawal yang akan mampu mendeteksi kapal selam Korea Utara yang berisik. Vinson juga berbobot sekitar 98.500 ton, jauh lebih berat dari korvet Cheonan, sehingga lebih sulit untuk tenggelam. Apalagi Vinson memiliki lambung ganda yang mampu melindungi diri dari serangan torpedo kapal selam musuh.

Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, sulit bagi Korea Utara ntuk menenggelamkan kapal induk USS Vinson. Dan sesumbar Korea Utara untuk menenggelamkan USS Vinson mungkin tidak akan pernah terbukti.

PopularMechanics

 Posted by on April 29, 2017