Aug 062019
 

dok. Peluncuran rudal Korea Utara. (Photo: KCNA)

Seoul – Jakartagreater.com – Korea Utara menembakkan 2 proyektil yang diyakini sebagai Rudal Balistik jarak pendek ke Laut Timur pada hari Selasa, 6-8-2019, ujar militer Korea Selatan, dalam unjuk kekuatan yang jelas terhadap latihan militer gabungan yang sedang berlangsung antara Korea Selatan dan Washington.

Proyektil itu ditembakkan pada pukul 05.24 dan 5.36 pagi dari kabupaten Kwail di Barat Daya Korea Utara di Provinsi Hwanghae Selatan, dan keduanya meluncur sekitar 450 kilometer melintasi semenanjung sebelum jatuh ke Laut Timur, kata Kepala Staf Gabungan (JCS), dirilis Yonhap News, 6-08-2019.

Ketinggian maksimum mereka adalah sekitar 37 km, dan kecepatan tertinggi di sekitar Mach 6,9, menurut JCS.

“Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS percaya bahwa Rudal jarak pendek ini memiliki fitur penerbangan yang mirip dengan Rudal Balistik yang ditembakkan Korea Utara pada 25 Juli 2019,” kata JCS, seraya menambahkan bahwa analisis sedang dilakukan untuk menentukan jenis pastinya.

“Militer kami memantau situasi jika ada peluncuran tambahan dan mempertahankan postur kesiapan,” kata JCS. Kantor kepresidenan Cheong Wa Dae mengadakan pertemuan darurat untuk membahas peluncuran terbaru, menurut juru bicaranya Ko Min-jung.

“Kami melihat peluncuran itu sebagai pelanggaran semangat perjanjian militer antar-Korea,” kata juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan, Choi Hyun-soo dalam sebuah pengarahan rutin, merujuk pada Perjanjian Militer Komprehensif (CMA) yang ditandatangani pada September tahun lalu.

Kemudian pada hari itu, Chung Eui-yong, penasihat keamanan nasional, mengatakan kepada parlemen bahwa peluncuran Rudal Korut baru-baru ini bukan merupakan pelanggaran terhadap CMA. Chung juga mengatakan bahwa Seoul berkomunikasi “cukup” dengan Pyongyang mengenai peluncuran melalui berbagai saluran.

“Saya tidak bisa menjelaskan konten komunikasi dengan Korea Utara, tetapi kami telah cukup menyampaikan posisi kami,” katanya. Di Washington, seorang pejabat senior AS mengatakan pihaknya terus memantau situasi dan berkonsultasi erat dengan sekutunya mengenai masalah ini.

Sekretaris Pertahanan AS Mark Esper, yang sedang mengunjungi Jepang, mengatakan bahwa meskipun AS tidak akan “bereaksi berlebihan” terhadap serangkaian peluncuran rudal baru-baru ini, AS mengawasi mereka dengan cermat, menurut Reuters.