Jun 232017
 

Rudal Balistik Korea Utara ( Stefan Krasowski)

Washington – Korea Utara telah melakukan uji coba lain dari mesin roket yang diyakini Amerika Serikat sebagai bagian dari program mereka untuk mengembangkan peluru kendali balistik antarbenua, ujar seorang pejabat AS kepada Reuters, Kamis.

Amerika Serikat menilai tes tersebut, yang terbaru dalam sebuah rangkaian uji coba mesin dan peluru kendali tahun ini, kemungkinan merupakan bagian terkecil dari sebuah mesin roket ICBM, kata pejabat tersebut, berbicara dengan syarat tidak disebut jatidirinya.

Pejabat AS kedua juga membenarkan adanya tes tersebut, namun tidak memberikan rincian tambahan tentang jenis komponen roket yang sedang diuji atau apakah itu sesuai dengan program ICBM.

Seorang pejabat mengatakan bahwa dia yakin uji coba tersebut telah dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Pengungkapan uji mesin tersebut datang sehari setelah Amerika Serikat menekan China untuk melakukan lebih banyak tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Korea Utara, untuk membantu mengendalikan program nuklir dan peluru kendalinya selama perundingan tingkat tinggi di Washington.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa “konflik besar” dengan Korea Utara dimungkinkan terjadi atas program senjatanya. Sementara pejabat AS mengatakan, sanksi yang lebih ketat dan tidak melibatkan kekuatan militer, amerupakan pilihan yang lebih disukai.

Diplomat tinggi China, Yang Jiechi, mengatakan pada Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih bahwa Beijing bersedia untuk “menjalin komunikasi dan koordinasi “dengan Amerika Serikat dalam upaya untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China, pada Jumat.

Kepala Badan Intelijen Pertahanan AS mengatakan dalam kongres bulan lalu bahwa Korea Utara, jika dibiarkan, dapat mampu mengembangkan peluru kendali bersenjata nuklir yang mampu menyerang daratan AS.

Namun, para ahli mengatakan Pyongyang masih butuh bertahun tahun lagi untuk memiliki kemampuan ICBM yang andal.

Letak Amerika Serikat sekitar 5.600 mil (9.000 kilometer) jaraknya dari Korea Utara. ICBM memiliki rentang minimal sekitar 3.400 mil (5.500 kilometer), namun ada pula yang dirancang untuk menempuh jarak 6.200 mil (10.000 kilometer) atau lebih jauh.

Setiap solusi militer terhadap krisis Korea Utara akan menjadi “tragis dalam skala yang luar biasa”, ujar Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, bulan lalu.

Amerika Serikat, sedang meningkatkan kemampuan membela diri terhadap ancaman dari Korea Utara. Tindakan uji coba pertama untuk menghalang peluru kendali jenis ICBM, berhasil dilakukan pada Mei lalu.

Namun uji coba 21 Juni 2017, untuk kemampuan baru yang dikembangkan Amerika Serikat dan Jepang untuk mempertahankan diri dari peluru kendali jarak yang lebih pendek, gagal mencapai sasarannya, ujar Badan Pertahanan Rudal AS, pada Kamis, 22/6/2017.

Uji coba tersebut merupakan yang kedua dari sistem penghalang SM-3 Block IIA, yang sedang dikembangkan oleh Raytheon. Uji coba penghalang sebelumnya, yang dilakukan pada Februari, telah sukses dilakukan.

Antara/Reuters

  2 Responses to “Korea Utara Uji Mesin Roket Peluru Kendali Antar-Benua”

  1.  

    Gila itu truknya 16×16 all while drive, percuma uji ini uji itu, jg ga brani serang as duluan…bodo amat dah

  2.  

    Salut buat negara ini, walaupun saya tak yakin itu rudalnya bakal mencapai tanah Uncle Sam..
    Setidaknya mereka punya semangat Harakiri yg bagus, pastinya dengan alasan yg jelas. :thumbup:

 Leave a Reply