Korea Utara Uji Taktik Mengalahkan THAAD dan Patriot

17
16
Sistem anti rudal balistik THAAD buatan AS. © Lockheed Martin

Serangkaian uji peluncuran rudal balistik Korea Utara yang dimulai pada tahun 2016 silam tidak hanya dimaksudkan untuk menyebar ketakutan ke Korea Selatan dan Amerika Serikat, namun juga melakukan gladi resik suatu taktik yang dapat menghindari sistem anti rudal balistik THAAD dan sistem rudal pertahanan udara Patriot buatan AS, seperti dilansir dari China Topix.

Congressional Research Service (CRS), dewan pemikir Kongres AS, dalam sebuah laporan mengatakan bahwa Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik tahun lalu adalah sebagai upaya untuk menghindari pencegatan dengan meningkatkan jangkauan ketinggian.

Sehingga hulu ledak rudal akan turun pada sudut yang lebih curam serta meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga membuatnya berpotensi lebih sulit dicegat oleh  sistem pertahanan rudal. Taktik lain dari Korea Utara adalah peluncuran salvo lebih dari dua rudal secara bersamaan.

“Korea Utara juga telah menunjukkan kemampuan untuk meluncurkan serangan salvo dengan lebih dari satu rudal diluncurkan dalam waktu yang relatif singkat”.

“Ini mungkin sesuai dengan tujuan untuk melakukan serangan rudal balistik berukuran besar secara massal, sebuah kemampuan yang membuatnya terlihat lebih menantang bagi sistem pertahanan rudal untuk mampu menghancurkan setiap hulu ledak yang masuk”, menurut isi laporan tersebut.

Cara kerja sistem rudal THAAD. © Lockheed Matin

Taktik ketiga adalah bahwa Korea Utara telah meluncurkan sebuah kapal selam yang mampu meluncurkan rudal balistik (SLBM) di luar jangkauan sistem radar THAAD maupun Patriot.

CRS berpendapat bahwa uji coba peluncuran rudal tak henti-hentinya yang dilakukan oleh Korea Utara mungkin dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan, efektivitas dan juga ketahanan dari kekuatan rudal balistik mereka.

Sistem rudal THAAD dirancang untuk melawan serangan massal, dapat meluncurkan hingga 72 pencegat dari satu baterai untuk melawan rudal balistik jarak pendek ataupun menengah, menurut klaim Lockheed Martin, sang pembuat sistem rudal tersebut.

Angkatan Darat AS telah memasang seluruh baterai THAAD dan sistem radar canggih yang dapat mengintip hingga jauh ke dalam wilayah Korea Utara dan bahkan hingga wilayah China dan ditempatkan di lapangan golf di sebelah selatan Seoul. Sedang baterai THAAD kedua akan dipasang pada tahun 2018.

17 KOMENTAR