Korem 032/Wirabraja Inovasi Pembangkit Listrik dan Ramuan Organik

26
101
Pembangkit Listrik Korem 032/Wirabraja (All Photos: Puspen TNI)
Pembangkit Listrik Korem 032/Wirabraja (All Photos: Puspen TNI)

4/02/2015 – Pembangunan Kota Padang sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Barat, saat ini sudah cukup maju dan pesat di berbagai sektor, namun masih terdapat Kampung dan Dusun terisolir seperti di Kampung Kalampaian Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung, setiap malamnya hanya diterangi oleh lampu togok minyak tanah. Beranjak dari situasi dan kondisi masyarakat yang cukup memprihatinkan tersebut, Danrem 032/Wirabraja Padang Brigjen TNI Widagdo H. Sukoco terpanggil ikut berpartisipasi aktif membuat pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga kincir air.

Untuk mewujudkan ide tersebut, Danrem 032/Wirabraja langsung membentuk tim dan menunjuk Mayor Czi Karter selaku Ketua Tim Teknisi Pembuatan Kincir Air yang memiliki kekuatan 10 PK. Dengan semangat yang tinggi, tim teknisi bekerja ekstra siang dan malam membuat kincir air sehingga dalam tempo kurang dari satu bulan pembuatan pembangkit listrik tersebut sudah dapat dinikmati oleh 35 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Kalampaian Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Menurut rencana, pembuatan kincir air juga dimanfaatkan untuk mengaliri area persawahan dan akan selesai pada Februari 2015.

Korem 032/Wirabraja

Selain pembangkit listrik, Danrem 032/Wirabraja Padang Brigjen TNI Widagdo H. Sukoco juga memiliki inovasi dan terobosan untuk membantu Pemerintah dalam bidang swasembada pangan, dengan melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik yang diperuntukkan bagi para Babinsa Kodim 0312/Padang dan anggota Satuan Dinas Jawatan wilayah Korem 032/Wirabraja.

Pembangkit Listrik Korem 032/Wirabraja (All Photos: Puspen TNI)
Pembangkit Listrik Korem 032/Wirabraja (All Photos: Puspen TNI)

“Kegiatan pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh Babinsa dan juga personel Satdisjan tentang bagaimana cara membuat Ramuan Organik Tanaman (Rotan), Ramuan Organik Ternak (Roter), Ramuan Organik Hama (Roma) dan Pupuk Organik lainnya”, ujar Danrem 032/Wirabraja.

Lebih lanjut Danrem 032/Wirabraja menjelaskan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan agar para Babinsa dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat/kelompok tani di wilayah binaannya, bagi anggota Satuan Dinas dan jawatan minimal dapat membuat ramuan organik yang penggunaannya untuk tanaman maupun ternak untuk masing-masing individu dengan memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah maupun halaman kantornya.

Dalam aplikasinya di lapangan, Brigjen TNI Widagdo H. Sukoco juga “blusukan” ke Jorong Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguak, Kabupaten Solok untuk mensosialisasikan manfaat pupuk organik. Sosialisasi pemakaian pupuk organik oleh masyarakat melalui kelompok tani di 19 Kota/Kabupaten ini dalam rangka meningkatkan hasil panen dan ikut mensukseskan serta mendukung program swasembada beras yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2017 mendatang.

Korem 032/Wirabraja

Hingga saat ini banyak kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia, yang hasil panen padinya meningkat dua kali lipat jika menggunakan pupuk organik, dari 5 ton per hektare kini ada yang mencapai 10 ton hingga 13 ton per hektare. “Bila hasil panen padi masyarakat petani meningkat, otomatis taraf hidup dan perekonomian masyarakat juga ikut meningkat”, kata Danrem 032/Wirabraja.

Kreatifitas dan inovasi Danrem 032/Wirabraja ini dapat dijadikan contoh bagi para Komandan Satuan TNI yang lainnya, dan sekaligus sebagai aktualisasi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI tentang kerjasama dan pembangunan pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pengirim : Puspen TNI
Autentikasi : Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya

26 KOMENTAR

    • Yang rakyat butuhkan adalah yang bisa mengganjal perut mereka,

      ” BERAS ”

      MBAH MENDUKUNG KEGIATAN TNI, TAPI SARAN MBAH SETIAP KEGIATAN SEBAIKNYA DIADAKAN JUGA BAGI BAGI SEMBAKO, MIE INSTAN DAN JUGA KEBUTUHAN POKOK. AGAR RAKYAT TIDAK TAKUT DAN LEBIH BERMANFAAT.

  1. Kreatif. Tapi warga 4 Kecamatan yang terdiri dari, Sungai Tenang, Jangkat, Lembah Masurai dan Ma.Siau, Kab. Merangin, Prop.Jambi aku rasa lebih kreatif. Sejak puluhan tahun lalu, warga 4 kec tersebut telah menggunakan PLTA sebagai sumber energi listrik. Ada puluhan PLTA yang berkapasitas 50-100 Watt, yang beroperasi di daerah tersebut sampai saat ini.Umumnya PLTA tersebut dibuat secara swadaya, dengan nilai sekitar 350-450 juta/unit. Jika berminat silakan kontak saya. 0813-68947705 (Hadi)