Mar 252017
 

Helikopter CH-53E Super Stallion Korps Marinir AS mengangkat sebuah panser saat latihan taktis di Yuma, Arizona, 30 September 2016. © Korps Marinir

Perwira tinggi Korps Marinir AS mengatakan bahwa dia senang dengan pengembangan dari helikopter angkut berat terbaru CH-53K yang saat ini ini mengalami kemajuan, tetapi ia juga khawatir mengenai harga helikopter yang melambung dan mencari cara untuk mengurangi lonjakan harga, seperti dilansir dari Defense Tech.

Salah satu dari helikopter tersebut mungkin akan menemukan negara-negara lain yang tertarik untuk mengadakan pembelian, katanya.

“Jelas, kita khawatir tentang besaran harganya”, kata Brigadir Jenderal Robert Neller kepada wartawan di Washington, pada hari Rabu. “Kami sekarang berfokus pada kinerja, semua itu sesuai jadwal, dan helikopter itu telah diterbangkan lebih dari 400 jam. Tapi hargalah yang menjadi masalahnya”.

Niki Tsongas, anggota kongres dari partai Demokrat Massachusetts, mengungkapkan dalam sidang kongres awal bulan ini, bahwa unit biaya awal untuk CH-53K King Stallion buatan Lockheed Martin diproyeksikan naik sekitar 22 persen dari perkiraan awal, atau mencapai USD 122 juta per unit.

Sementara kepala Program dan Sumber Daya Korps Marinir AS, Letjen Gary Thomas, mencatat bahwa biaya tersebut diusahakan untuk turun dibawah USD 89 juta saat mereka sudah memasuki produksi massal tahun 2019-2022, titik harga awal akan menempatkan biaya King Stallion setara dengan pesawat tempur generasi kelima JSF F-35A milik Angkatan Udara AS.

Bahkan ketika harganya turun, CH-53K kemungkinan akan tetap menjadi helikopter termahal di dunia.

Neller mengatakan ia belum bertemu dengan para personil Pentagon yang khawatir tentang pelanggaran Nunn-McCurdy, kebijakan akuisisi yang membutuhkan program pertahanan harus dihentikan jika harganya meningkat lebih dari 25 persen diatas tujuan utama kecuali menteri pertahanan menyatakan bahwa program tersebut sangat penting untuk keamanan nasional.

Namun dia mengatakan berencana untuk terus bekerjasama dengan Lockheed Martin guna menemukan cara untuk mengurangi biaya tersebut.

“Jelas, kami sedang di awal program dan kami berharap akan ada orang lain yang akan maju ke depan, potensi lembaga asing yang akan datang membawa biaya tersebut turun”, katanya. “Ini sebuah keprihatinan, dan kami sedang mengerjakannya”.

King Stallion direncanakan untuk menyelesaikan ulasan Milestone C bulan ini, langkah kunci sebelum memulai produksi awal rendah tingkat. Cox mengatakan bahwa program ini berada dijalur untuk mencapai tahap pengembangannya.

Pada akhirnya, Korps Marinir AS berencana untuk membeli sebanyak 200 unit CH-53K King Stallion.

Bagikan Artikel:

  15 Responses to “Korps Marinir AS Menginginkan Pembeli Asing Untuk Menurunkan Biaya CH-53K”

  1. Pertamax

  2. Ayo mana nih sales Lockheed 😆 tawarin tuh ke NATO

  3. Bagusan Mi-16.. Mi-16 aja bisa angkat tuh helikopter… dan tentunya Mi-16 lebih bagus dan lebih murah… :D

  4. Heli mesin tiga…pilote juga tiga (idaman pak supli)

  5. Klu produk2 Lockheed martin harganya kok gila2an ya, apa perusahaan pertahanan lainnya gak ada yg bs ngalahi teknologinya selain dr Rusia?

    • Biar mahal tapi mereka (pemerintah as) mampu membeli dalam jumlah yang layak bung jadeln shg itung2an bisnisnya masuk.

      Mungkin ada juga faktor gengsi sbg mantan. 2 negara adidaya

  6. ..kalau Butuh duit Dan kepepet ..USA ini Cari pembeli Dan baik sekali Kalau ada mau nya ..
    Kalau sudah selesai ..mau nya sudah keturutan ..Kita NKRI Dan TNI di embargo sepihak …
    Jauhi product Alutsista made in USA …
    Jual saja ke Iran and Israel …

 Leave a Reply