Korps Marinir Berencana Beli Tank BT-3F

39
15

Korps Marinir Indonesia berusaha untuk membeli tank amfibi BT-3F, yang merupakan lapis baja airportable pengangkut personel baru buatan Rusia, ujar bmpd.livejournal.com.

BT-3F adalah lapis baja amfibi pengangkut personel dan airportable, yang dirancang oleh perusahaan swasta Rusia, SOE KMDB. kendaraan baru ini diciptakan berdasarkan kendaraan amfibi tempur infanteri BMP-3F.

Direktur Jenderal – Kepala Departemen Ekspor dan perencanaan KTZ, Alexey Losev mengatakan bahwa Indonesia telah menyatakan niatnya untuk membeli BT-3F baru untuk menggantikan pengangkut personel BTR-50 yang telah usang.

Lapis baja yang dapat diangkut pesawat ini, dapat membawa 12 pasukan lengkap, ditambah dua awak.

Pengangkut personel lapis baja ini dipersenjatai dengan remotely-controlled 7.62-mm machine gun untuk pertahanan diri.

Pembukaan resmi ARMY-2016 akan berlangsung pada tanggal 6 September 2016; dibandingkan dengan tahun sebelumnya, durasi acara akan bertambah 2 hari untuk memenuhi animo peserta.

Defence-blog.com

39 KOMENTAR

  1. Masak yang kayak gini aja Pindad tidak bisa buat . Makanya TNI kalau butuh sesuatu tanya dulu BUMN sesuai bidangnya .Tanya Pindad bisa nggak bikin kayak gini ,gitu and so on….Kalau tidak bisa baru cari radi luar. Jangan sampai seperti mau beli Hely kepresidenan dulu ,langsung pesan ke luar padahal DI bisa buat yang lebih canggih.
    Mental pejabat kita masih belum berobah cuma mengejar target FEE….

    • skrg saya tanya balik….Pindad sdh membuat ranpur ampibi???? emg sdh ada Anoa Ampibi tp lom resmi dipakai Marinir karena msh dalam tahap pengembangan…sdgkn Ranpur yg ada sdh tua…emg mw prajurit kita naik peti mati yg ngapung di air?????…. beli gag papa sekalian kita belajar dan membuat….

      • Andaipun bangun sendiri belum mampu ,maka masih bisa dengan Tot dengan negara lain. misal Aselsan Turki bisa di ajak kerjasama .Malaysia kerjasama dengan Turki bikin AV8 dan sukses walau mereka belum pernah sekalipun punya pengalaman buat ranpur.
        Petimati yang ngapung ..?anda merendahkan bangsa sendiri .saya yakin Pindad bisa buat lebih baik dari Ini. Anoa memang tidak pernah dari awal direncanakan untuk punya kemampuan amphibi ,sehingga menambahkan kemampuan kemudian ,itu pasti sulit andaipun berhasil pasti tidak maksimal.
        Nah ini kesempatan buat Pindad membuktikan kemampuannya dalam merancang ranpur versi Amphibi .Kalau kesempatan tidak di kasih tentu kemampuan itu tak kan pernah muncul .

    • @bung Komerat Parewa

      Pindad dah overload bung, copasan diatas belum termasuk Badak, Kodomo, Anoa, Senapan Serbu berbagai versi, SPR, Pistol, granat, mortir, torpedo dll dari 3 matra plus kepolisian…… total kurang lebih sekian ratus juta unit, dgn nilai kontrak kurang lebih sekian triliun Rupiah !!… 😆 😆 😆

      • @Colibri ,sebuah perusahaan adalah sekumpulan orang yang punya keahlian berbeda tapi punya satu tujuan yang sama .Pasti ada pembagiannya ,kalau di perusahaan itu bisa di sebut devisi .Ada bagian yang bertugas ngelas saja sesuai gambar ,ada yang ngecat ,ada devisi integrasi ,ada devisi Perancangan dan pengembangan .
        Bagian yang merancang tugasnya hanya menciptakan konsep dan berusaha mewujudkan dalam satu platform ,setelah satu bentuk selesai di desain maka tugasnya telah selesai.Tinggal tugas bagian lain untuk mewujudkannya menjadi benda nyata. Sementara bagian lain bekerja ,tugas perancang akan memulai proyek baru lagi.Kalau tidak mereka akan nganggur sampai benda yang di rancangnya jadi.
        Makanya tidak aneh kalau kita lihat dalam industri otomotif misalnya ditampilkan desain yang aneh aneh dan tidak selalu di ikuti produksi massal .Tergantung respon konsumen. Jadi alasan overcapacity tidak tepat soalnya tidak seluruh bagian ikut terlibat .Para desainer Pindad bisa merancang dulu sesuai permintaan user ,itu butuh waktu tahunan juga sampai dapat proven desaign ..atau desain baku .
        BT-3F ini kalah dalam segala hal jika di bandingkan dengan AV8 Malon,walau tidak beroda rantai . Lebih ringan dan dapat di persenjatai lebih lengkap .

        • Yang anda uraikan itu memang bener adanya bung Komerat….

          Tapi ada beberapa hal yg ingin ane sampaikan disini, tapi dgn terpaksa ane batalkan….. karena hanya akan memancing kuntilanak bergentayangan…. heeeee…

          Yg jelas dari taun 1983 ada wacana PT. Pindad relokasi ke suatu daerah tertentu, karena area gerak di Bandung sudah semakin sempit, faktor keamanan dan jumlah penduduk yg semakin berjubel.

          Salam Sejahtera bung Komerat….. semoga sehat dan sukses selalu….

  2. Ooh ini pengangkut yg diomongin om marinir pas ketemu diJogja…dia lagi pameran…katanya formasinya 1 BmP3f,3 BT 3F….jadi jumlahnya dihitung sendiri …heheheh…mungkin tidak setara marder..semoga setara armadillo….atau atasnya…

  3. klo gak salah kelebihan dari bt 3f ini adalah airportable. maksudnya bisa diterjunkan langsung dari pesawat ke medan prtempuran. jadi bt 3f ini bersama awak dan personelnya juga terjun dari pesawat angkut militer. pesawat gak perlu mendarat untuk menurunkan bt 3f ini. bisa terjun payung bisa juga berenang