Nov 122017
 

Pertemuan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela pertemuan puncak negara APEC di Danang, Vietnam. (photo : News.CN)

Seoul, Jakartagreater.com – Para pemimpin Korea Selatan (Korsel) dan China pada Sabtu 11 November 2017 sepakat bahwa situasi keamanan di semenanjung Korea perlu dikelola melalui cara yang stabil, kata kantor kepresidenan Korsel. Kedua pemimpin juga setuju untuk menangani ketegangan yang terkait dengan Korea Utara secara damai.

Kesamaan pandangan itu timbul dalam pertemuan antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela pelaksanaan pertemuan puncak negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Danang, Vietnam.

Untuk itu, China dan Korsel akan memperkuat pembicaraan strategis di semua tingkat, kata juru bicara kepresidenan Korsel Yoon Young-chan kepada para wartawan di Danang. Xi mengatakan kepada Moon bahwa ia mendorong Korsel untuk melanjutkan dialog dengan Korea Utara dan bersatu untuk mencapai rekonsiliasi serta denuklirisasi, menurut laporan kantor berita negara China, Xinhua.

Ketegangan di semenanjung Korea meningkat bulan lalu ketika pemimpin Korut Kim Jon Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbalas ancaman bernada perang serta saling mencaci terkait nuklir dan program pengembangan peluru kendali Korea Utara.

China sudah didesak, baik oleh Korea Selatan maupun Amerika Serikat, untuk menjalankan peranan lebih aktif dalam usaha mengekang nuklir dan ambisi Rudal Korut. Beijing mengatakan pihaknya mematuhi sanksi-sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa dan sedang melakukan segala usaha untuk mengendalikan tindakan-tindakan provokatif Korea Utara.

Selama pertemuan puncak APEC pada Sabtu 11- November 2017, Moon dan Xi juga setuju untuk segera menjalankan kembali pertukaran bilateral di semua bidang, tambah Juru bicara kepresidenan Yoon Young-chan.  Yoon Young-chan mengulang isi kesepakatan yang diumumkan bulan lalu ketika kedua negara setuju untuk mengakhiri ketegangan yang sudah berlangsung selama satu tahun terkait penempatan sistem antirudal buatan AS, THAAD.

Kedua pemimpin menyepakati agar Moon mengunjungi Xi di China pada Desember 2017 untuk melakukan putaran pembicaraan tingkat tinggi berikutnya. Sementara itu, Moon juga mengundang Xi ke Korsel sewaktu pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, yang akan berlangsung pada Februari 2018 tahun depan, kata juru bicara kepresidenan Korsel Yoon Young-chan. (Antara/Reuters).

  7 Responses to “Korsel dan China Sepakat Tangani Masalah Korut Secara Damai”

  1. China lebih baik tanpa Korut
    China tidak lebih baik dengan Korut
    Gangbang aja rame2

  2. oh gitu yah

  3. Cuma apa AS iklas gak klu kedua Korea rekonsiliasi dan menyelesaikan masalah Asia oleh interen masyarakat Asia tanpa campur tangan AScs?

  4. KORUT COBA MENGETES SEBESAR APAKAH KEMAMPUAN US DI BAWAH PIMPINAN TRUMP

  5. Kalau dua orang di poto atas sudah berjabat tangan, sudah rumayan dingin situasi di semenanjung Korea, si gendut Kim pasti nurut apa kata Jin-ping…cuman biang kerok AS ini pinginnya bikin geger saja, pokoknya ngancam perang, dengan mencari cara apapun, sudah puas goyang Timteng mulai dari Irak, Syria, Yaman, Palestina, Libya, Mesir….sekarang pingin goyang wilayah Asia….

 Leave a Reply