Korsel – Indonesia Komitmen Lanjutkan Kerja Sama KFX

Alutsista – Indonesia telah meminta Korea Selatan untuk membantu para insinyurnya yang terlibat dalam proyek pengembangan jet tempur bersama KFX untuk mengejar kemajuan teknologi yang dibuat yang saat ini mereka sedang pergi pulang karena masalah virus corona, kata ujar kementerian pertahanan Korea Selatan, Rabu, 24/4/2021, dikutip Yonhap News Agency.

Indonesia adalah mitra dari proyek 8,8 triliun won (US $ 7,9 miliar) Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur supersonik buatan sendiri yang pertama, meskipun Jakarta telah berhenti melakukan pembayaran untuk 20 persen dari total biaya pengembangan yang telah dijanjikan untuk ditanggung.

Insinyur Indonesia telah berpartisipasi dalam pengembangan di Korea Selatan, tetapi mereka kembali ke rumah pada Maret tahun lalu di tengah pandemi virus corona. Insinyur Korea Selatan melanjutkan pengembangan dan meluncurkan prototipe pertama pesawat KFX awal bulan April 2021.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap proyek tersebut selama kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Korea Selatan untuk menghadiri upacara peluncuran, setelah kegagalannya untuk melakukan pembayaran menimbulkan spekulasi bahwa negara tersebut dapat keluar dari program tersebut.

“Indonesia menyambut baik proposal yang dibuat oleh Korea Selatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara dan menyatakan harapan atas dukungan Korea Selatan untuk membantu pejabat Indonesia mengejar ketertinggalan teknologi dalam proyek pengembangan bersama KF-21 / IF-X,” kata kementerian itu dalan laporannya ke parlemen.

Kemungkinan kerja sama termasuk penyediaan pasokan militer yang tidak terpakai ke Indonesia, kata kementerian itu.

“Presiden Joko Widodo sendiri menyetujui kelanjutan bisnis KF-21 / IF-X, dan menteri pertahanan juga telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan yang terbaik demi keberhasilan proyek tersebut,” kata kementerian tersebut.

Kerja sama itu diharapkan kembali ke jalurnya dalam beberapa bulan, kata para pejabat, dengan kedua belah pihak mendorong untuk mengadakan putaran negosiasi berikutnya tentang berbagi biaya pengembangan di paruh pertama.

Menurut situs news.v.daum.net Korea, pihak Indonesia telah menyampaikan posisinya bahwa staf teknis Indonesia akan kembali ke Korea pada paruh kedua tahun ini untuk menormalkan pembangunan bersama jet tempur KFX.

Kedua negara melancarkan negosiasi proyek jet tempur pada 2018 setelah Presiden Indonesia Joko Widodo berusaha menyesuaikan beban negaranya, dengan alasan kesulitan keuangan. Mereka terakhir melakukan negosiasi pada September 2020.

Badan pengadaan senjata mengatakan KF-21 akan menjalani berbagai uji lapangan mulai bulan depan. Tes penerbangan pertama dijadwalkan pada 2022, dengan seluruh pengembangan akan selesai pada 2026.

*Foto: Prototype Jet tempur KFX (@Republic of Korea Armed Forces).