Korsel Merasa Diperas Korut Lewat Ancaman Nuklir

10
2886

Korea Selatan (Korsel) menuding Korea Utara (Korut) melakukan pemerasan dengan ancamam kekuatan nuklirnya.

Menurut Kementerian Unifikasi Korsel, negara yang dipimpin Kim Jong-Un itu mengancam akan menghancurkan pangkalan Amerika Serikat (AS) di Korsel, jika Negeri Gingseng itu menolak ajakan dialog yang diinginkan Korut.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Jeong Joon-Hee menyatakan, Pyongyang mendesak Seoul agar menerima tawaran untuk mengadakan pembicaraan militer. Korut juga menginginkan adanya langkah-langkah bersama kedua negara dalam melaksanakan tindakan-tindakan untuk terciptanya persatuan nasional. Namun Korsel menolak dengan tegas desakan dari korut tersebut.

seperti dikutip Sputnik, Korsel menganggap ajakan perdamaian dari Korut merupakan bentuk propaganda terang-terangan terhadap mereka.

“Adalah penting bahwa Korut mengambil langkah-langkah yang jelas untuk menolak penggunaan senjata nuklir,” kata Jeong Joon-Hee.

Jeong Joon-Hee menambahkan, tawaran perdamaian dari Korut tersebut gagal mengecoh Korsel.

“tawaran itu adalah palsu, orang-orang dari utara menggunakan ancaman untuk mengubah sikap kami,” pungkas Jeong.

Korut Ancam Serang Pangkalan Militer AS
Korut Ancam Serang Pangkalan Militer AS

Atas penolakan tersebut, Komite Pertahanan Korut mengancam melakukan serangan nuklir terhadap pangkalan militer AS yang berada di Korsel.

Korut juga mengancam akan menyerang apabila Amerika Serikat(AS) menempatkan senjata strategis di Semenanjung Korea, termasuk kapal selam bertenaga nuklir, ‘Mississippi’.

Korut menyatakan AS telah mengancam mereka dengan nuklir dan hal tersebut telah melanggar kedaulatan dan kepentingan utama Pyongyang dan memperuncing kembali permusuhan.

Militer Korut juga telah lama mengkalim mampu menjangkau target serangan hingga ke pangkalan pertahanan, termasuk pangkalan Angkatan Udara di Guam dan juga pangkalan di perairan laut di mana kapal selam bertenaga nuklir di tempatkan.

10 KOMENTAR

  1. Kalian saudara kembar yang dipisahkan ego,,memang kalian harus bikin negara yang baru untuk mempersatukan diri.jangan bendera yang memisahkan kalian..
    Klo kalian bersatu betapa kuatnya kalian.
    Kasian wargamu sendiri.

    Indonesia juga pernah mengalami,,sama kayak timor timor,, dipisahkan ama kepala daerah membelot, sparatis dan diadu domba pihak asing..