Apr 142017
 

USS Carl Vinson (CVN 70) (Official U.S. Photograph)

Seoul – Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se mengatakan 13/4/2017, ia yakin Amerika Serikat akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Korea Selatan jika mereka mempertimbangkan untuk melakukan serangan terhadap Korea Utara.

Komentar Byung-se pada sidang parlemen Korea Selatan itu hadir di tengah meningkatnya ketegangan kawasan itu, atas adanya kemungkinan Korea Utara melakukan uji coba nuklir atau peluru kendali baru mereka.

Kemungkinan aksi militer AS terhadap Korea Utara dalam menanggapi uji coba itu dapat terjadi seperti yang dilakukannya terhadap Suriah pekan lalu, sebagai aksi menanggapi serangan gas mematikan yang diduga dilakukan oleh pemerintahan Bashar.

Armada AS Bergerak ke Semenanjung Korea

Gugus Tempur Kapal Induk Carl Vinson dari AL Amerika Serikat kini sedang menuju semenanjung Korea, untuk memamerkan kekuatan militer yang bertujuan menghalangi rezim Korea Utara melakukan uji coba peluru kendali lanjutan.

Menyambut aksi militer AS tersebut, Jepang mengatakan Angkatan Laut mereka akan bergabung dengan Armada AS, untuk latihan bersama.

Pasukan Bela Diri Laut Jepang (MSDF) kemungkinan akan melaksanakan pendaratan helikopter di kapal masing-masing, serta latihan komunikasi, sebagaimana USS Carl Vinson dan kapal-kapal pengawalnya melewati perairan dekat wilayah Jepang, ujar sejumlah sumber.

“Jepang ingin mengirimkan beberapa kapal perusak saat Carl Vinson memasuki Laut China Timur,” ujar salah satu sumber.

Penampilan kekuatan AL AS-Jepang dekat dengan China bisa mengganggu Beijing, yang terjebak dalam sengketa wilayah dengan Tokyo di kawasan pulau tak berpenghuni yang dekat dengan Taiwan.

Unjuk kekuatan AL Jepang terjadi akibat adanya keprihatinan di Jepang atas begitu cepatnya pengembangan rudal balistik Korea Utara dan ancaman Presiden AS Donald Trump berupa tindakan sepihak untuk memecahkan masalah dengan Korea Utara.

Korea Utara Siap Menyerang

Media pemerintah Korea Utara mengancam melakukan serangan nuklir kepada Amerika Serikat jika ada tanda agresi akan dilakukan.

Trump, yang telah mendesak China untuk berbuat lebih banyak agar mengendalikan sekutu dan negara tetangganya itu mengatakan melalui akun Twitternya bahwa Korea Utara “mencari masalah” dan Amerika Serikat akan “memecahkan masalah” dengan atau tanpa bantuan Beijing.

PLT Presiden Korea Selatan Hwang Kyo-ahn telah memperingatkan provokasi besar yang dilakukan Korea Utara dan memerintahkan militernya untuk mengintensifkan pemantauan dan memastikan komunikasi yang erat dengan Washington.

Ketegangan telah meningkat tajam di Semenanjung Korea di tengah kekhawatiran bahwa Korea Utara akan segera melakukan uji coba nuklir yang keenam.

Korea Utara menembakkan rudal Scud bulan ini dalam serangkaian tes yang menunjukan kemampuan rezim Pyongyang untuk meluncurkan serangan dan menggunakan roket berbahan bakar padat yang sulit dideteksi dan kendaraan peluncur beroda rantai.

Pejabat Korea Utara, termasuk Kim Jong Un, telah menunjukan gelagat akan dilakukannya uji coba rudal balistik antarbenua atau dengan kemampuan serupa, kemungkinan setelah hari Sabtu, yang menjadi hari ulang tahun ke-105 dari presiden pendiri Korea Utara.

Secara teknis Korea Utara masih berperang dengan Amerika Serikat dan sekutunya Korea Selatan setelah konflik pada tahun 1950-1953 dan berakhir dalam gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Kedua pihak kerap mengancam untuk saling menghancurkan.

Deck USS Carl Vinson (CVN 70) (United States of America MC2 Lori D. Bent/U.S. Navy)

Gugus Tempur Kapal Induk Carl Vinson

Gugus Tempur Carl Vinson, yang membatalkan rencana kunjungan ke Australia saat ini berlayar dari Singapura. Kapal dari Kelas Nimitz seberat 100.000 ton ini didukung oleh dua reaktor nuklir dan membawa hampir 100 pesawat tempur.

Di bawah komando Armada Ketiga, gugus tempur tersebut telah berpatroli di Asia selama beberapa bulan setelah Armada Ketujuh yang dipimpin Kapal Induk USS Ronald Reagan di Yokosuka, Jepang, menjalani pemeliharaan rutin.

Angkatan Laut Jepang, yang menjadi AL terbesar kedua di Asia setelah China, sebagian besar armada kapal perangnya terdiri dari kapal perusak-kawal, dan termasuk empat Kapal Induk Helikopter Serang.

Antara/Reuters

  6 Responses to “Korsel Yakin AS Konsultasi Sebelum Serang Korea Utara”

  1. PERTAMAX

  2. Pertanda perang dunia ketiga. ini as maunya apa sih, kok demen amat usik negara lain yg lagi tenang

  3. tak akan terjadi perang hanya gertak saja,konsekuensinya jika korut diserang asu,setengah bumi korsel bahkan lebih akan rata dan hangus,bisa* tranmigrasi ke Indonesia…

  4. Dimana ada kekacauan disitu ada andil AS! Hadeuh sampe kapan nih negara jumawa selagi masih dipuncak kekuatan?

  5. Seharusnya Amerika yang dihabiskan, supaya negara-negara bisa hidup tenang..

 Leave a Reply