Nov 302016
 
Helikopter Apache

Helikopter Apache

Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Brigjen Teddy Hernayadi karena terbukti bersalah telah melakukan tindakan korupsi di Kementerian Pertahanan saat menjabat sebagai Kepala Bidang Pelaksana Pembiayaan Kemenham periode 2010-2014.

“Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian terhadap alusista milik TNI yang seharusnya bisa digunakan untuk menjaga NKRI,” ujar ketua majelis hakim Brigjen Deddy Suryanto dalam sidang terbuka di Pengadilan Milliter Tinggi II, Cakung, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Ketua majelis hakim mengatakan anggaran tersebut seharusnya dapat digunakan untuk modernisasi alutsista TNI sehingga bisa melindungi kedaulatan Indonesia. “Alutsista TNI menjadi terhambat kemajuannya karena Kemenhan kesulitan melakukan pembayaran yang jatuh tempo,” ujarnya.

Menurut majelis hakim, Teddy telah menyalahgunakan wewenangnya dengan membagikan dana pengadaan alat utama sistem pertahanan tahun anggaran 2010-2014 kepada rekanan sebesar US$ 12 juta. Atas tindakan tersebut majelis hakim memvonisnya dengan hukuman penjara seumur hidup dan dipecat secara tidak hormat dari kesatuan TNI.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Teddy menyelewengkan anggaran pembelian helikopter Apache dan pesawat tempur F16. Anggaran yang diambilnya digunakan untuk berfoya-foya dengan perusahaan rekanan dan juga digunakan untuk investasi valas. Padahal dana itu berasal dari APBN 2010-2014.

Sumber : Mediaindonesia.com

jakartagreater.com

  166 Responses to “Korupsi Alutsista, Brigjen Teddy Divonis Penjara Seumur Hidup”

  1.  

    ..CONTOH ORANG YANG TIDAK BERIMAN…APAPUN AGAMANYA…SALAH SATU SIFAT TUHAN ADALAH “MAHA SEGALANYA”..TERMASUK MAHA MENGUBAH NASIB SESEORANG/SUKU/BANGSA/GOLONGAN”…dan saya pribadi disini hanya mengingat pada teman2 kalian semua…Semoga orang2 seperti ini lekas tersingkir dan tersungkur dari bangsa Indonesia,dan semoga tetap jaya sampai akhir jaman bangsa Indonesia..AAMIIN!!…

  2.  

    dah mulai satu persatu terkuak…ayo pak brantas modus2 seperti ini…

  3.  

    Hanya mo bilang bahwa”beliau ini’hanya Kolonel’ waktu itu.”

    Jadi….
    Imho ada yang lain.

  4.  

    Jaman 2010-2014 jaman melampiaskan hawa nafsu

  5.  

    Untung presidennya kita bukan Kim Jong Un.
    Sudah ditembak pake rudal anti pesawat kalo di Korut…

  6.  

    S=S

  7.  

    B[]

  8.  

    Hadew….ini baru Yang Ketahuan Bintang satu. Dan sisa nya kemana..??
    Yang ikut”an Rapat dan Atasan yang Tanda tangan Anggaran 2010-2014..?? Ga mgkn cuma satu orang yg terlibat dan ikut menikmati Korupsi ini.
    Pasti ada Jendral atasan beliau ini yang Cuci Tangan dan Pura” ga tau…
    Ayo Bapak Presiden… Bongkar Korupsi ini. Rakyat Indonesia selalu ada dibelakang mu

  9.  

    TIDAK ADA ANAK BUAH YANG SALAH !!!!!!!!!!! ….. jadi SIAPA YANG SALAH ???????

  10.  

    si akil mochtar seumur hidup..

  11.  

    Hmmmm… Ini bintang 1 yah? Sudah handle budget dan dikorup sebesar itu. Yang berbintang-bintang handle budget sebesar apa yah? Sepertinya harus di cek semua nih tubuh TNI. Bisa jadi belanja TNI ngeteng-an dan refurbish karena banyak sunatan. PR dan uji nyali buat kemenhan, kemenkeu, KPK, dkk..

  12.  

    Ini…. yang seperti ini harus dirudal

  13.  

    @ubed

    Ubed…mana mang ubed…?!!!

    Yang ane herankan, stiap pembelian yang dicicil kan ada tembusan Term Of Paymentnya ke bagian keuangan, yang artinya banyak pihak bisa memantau terlaksananya pembayaran tepat dg waktunya

    Tapi ini kok bisa lolos begitu saja…apakah para penilep uang negara ini pake modus bikin kuitansi dan bukti transfer palsu…?

    •  

      Ayo kita tanya aja sama si tedi, gimana modus operandinya ??…. kalo ga ngaku, getok aja kepalanya pake baling2 Apache !!….. 😆

    •  

      udah diset dari awal (kontrak) bersama rekanan / makelar alutsista.

      tapi gak tahu apa yang sebenarnya terjadi, katanya dana alutsista yang berada di bawah otorisasi teddy dipinjamkan ke pihak lain, dan gak bisa dibalikkin..

      •  

        @ubed

        Kalo pake skema FMS seharusnya tanpa melibatkan perantara.

        Hal ini membuktikan lemah/joroknya kontrol keuangan didepartemen tsb…atau kalo gak mau dibilang “ngentit rame-rame alias TST”

        Soal duit yang gak bisa dibalikin ke kas negara karena kalah maen valak…heeee

        •  

          emang beritanya sangat terbatas, diatas katanya;
          “membagikan dana pengadaan alat utama sistem pertahanan tahun anggaran 2010-2014 kepada rekanan”

          di barita lain: dipinjamkan kepada pihak ketiga

          tapi saya cenderung setuju “ngentit rame-rame alias TST”, main valas, mau untung malah buntung, lha amatiran, bank duta aja bangkrut gara2 main valas..

        •  

          @laki: sepertinya di tilep sebelum masuk ke FMS. Entah bagaimana mekanisme kontrol di internal kementerian, sepertinya tidak ada dual control untuk meminimalisasi fraud. Disinyalir atasannya Teddy ini juga terlibat. BTW di kementerian pertahanan ada inspektorat juga kan? Kok bisa terjadi hal begini.

  14.  

    Siapa menhan era 2010 – 2014 jadi Prihatin hahahah #lebaran kuda

  15.  

    Di warung sebelah, penyembah bapak besar, rame gak yaw

  16.  

    Wah ini nih yg ane tunggu goib goibnya pade keluar..kah kah kah

  17.  

    Contoh yg ndak baik nih…haduhh

  18.  

    alhamdulilah , semoga ga di kasih remisi sama presiden dan pas naik banding kalah dan hukumannga ditambah jadi hukuman mati, korupsi 100 milyar lebih, otaknya di selangkangan, masuk tni nyogok,

  19.  

    Mungkin Bung TN@Phd bisa ngitung, anggaran MEF 1 sebesar 150T itu dapat apa saja, klop apa tidak dengan alutsista yg didapat. sebagai rakyat awam, dengan terbongkarnya korupsi dana pembelian alutsista F16/apache pada periode MEF 1, jadi bertanya jangan2 ada penyelewengan lainnya. Bisa jadi isu alutsista ghoib adalah utk mengaburkan penggunaan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. xixixi.

  20.  

    ADA YG ABSEN KOMEN 😀

  21.  

    di TNI sudah ada vonis seumur hidup dan denda dalam bentuk dollar, sipil dan polisi mana nih? mau contoh pola vonis seperti TNI gak?

  22.  

    ehm…ehm…aja deh……