Nov 182017
 

dok.Rudal ICBM Korea Utara. (KCNA / BNO Newsroom)

Jenewa, Jakartagreater.com – Korea Utara pada Jumat 17 November 2017 mengesampingkan perundingan dengan Washington selama latihan militer gabungan AS-Korea Selatan berlanjut, dan mengatakan bahwa program senjata atom Pyongyang akan menjadi penangkis ancaman nuklir AS.

Dalam wawancara dengan Reuters, Han Tae-song, Duta Besar Korut untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, menepis sanksi baru yang diputuskan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, juga kemungkinan Korut ditambahkan dalam negara penyokong terorisme pada daftar AS.

Korsel dan AS pada Jumat 17 November 2017 sepakat terus berusaha mengakhiri kemelut nuklir Korut secara damai, tetapi utusan AS mengatakan bahwa sulit mengukur maksud Korut, yang tertutup, karena “tidak ada sinyal”.

Han Tae-song ketika ditanya tentang pembicaraan dwipihak di Seoul menjawab, “Selama ada kebijakan bermusuhan terus-menerus melawan negara Korut oleh AS dan selama ada permainan perang terus menerus di depan pintu kami, maka tidak akan ada perundingan.

“Ada pelatihan militer lanjutan yang menggunakan aset nuklir dan juga kapal induk, dan pembom strategis dan kemudian melakukan latihan militer semacam itu untuk melawan negara saya,” ujar Han Tae-song.

Han Tae-song, yang merupakan duta besar untuk Konferensi Perlucutan Senjata PBB, berbicara di Kedutaan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) di Jenewa, di mana DPRK dan AS menyepakati kesepakatan nuklir pada 1994, yang kemudian hancur berantakan.

Han Tae-song mengatakan bahwa dia tidak mempunyai informasi kapan Korut akan mengadakan uji coba misil balistik lagi, setelah yang terakhir 2 bulan lalu.

“DPRK, negara saya, akan terus membangun kemampuan pertahanan diri, yang merupakan poros dari kekuatan nuklir dan kemampuan untuk sebuah kejayaan serangan selama pasukan AS dan pasukan musuh mempertahankan ancaman nuklir dan pemerasan,” ujar Han Tae-song.

“Negara kita merencanakan penyelesaian akhir dari kekuatan nuklir,” ujar Dubesar Korea Utara  untuk PBB Han Tae-song. (Antara/Reuters)