Korvet Gowind 2500 Mesir Mulai Diluncurkan

26
10

Galangan kapal DCNS di Lorient Perancis meluncurkan korvet Gowind 2500 (El Fath-971). Acara peluncuran dihadiri oleh Komandan Angkatan Laut Mesir, Wakil Laksamana Osama Rabi yang sehari sebelumnya di Saint-Nazaire juga ikut ambil bagian dalam penerimaan kapal kedua Mistral class, yang disebut Anwar al-Sadat.

DCNS Perancis membangun empat korvet Gowind 2500 untuk Angkatan Laut Mesir senilai 1 miliar euro (kosongan) yang ditandatangani pada bulan Juli tahun 2014. Sesuai dengan kontrak, korvet pertama sepenuhnya dibangun di DCNS Lorient (dan harus dikirimkan pada akhir tahun 2017), tiga korvet lainnya dibangun di galangan kapal Alexandria, Mesir dengan dukungan penuh DCNS. Pemotongan baja pertama korvet Gowind yang dibangun di Mesir sudah dimulai pada 16 April 2016.

3543670_1000

Korvet Gowind 2500 berukuran cukup besar di kelasnya dengan bobot 2600 ton, memiliki panjang 102 m dan lebar 16 m. Korvet ditenagai dengan dua mesin diesel dan dua motor listrik yang berkapasitas 10 MW dengan kecepatan penuh 25 knot dan daya jelajah hingga 3.700 mil pada kecepatan 15 knot.

Diawaki oleh 65 kru, korvet juga dapat menampung 15 personel pasukan khusus yang menggunakan dua boat supercepat 6,5 meter.

Korvet Gowind Mesir dipersenjatai delapan rudal anti-kapal Exocet MM40 Block 3, peluncur vertikal dengan 16 rudal anti pesawat VL MICA, meriam utama Superrapid Oto Melara 76 mm, dua RWS (remote weapon systems) Nexter Narhwal 20 mm, tabung torpedo MU90- 324 mm. Korvet juga dilengkapi hanggar helikopter medium 10 ton (kemungkinan Kaman SH-2G Super Seasprite).

3544244_1000

Korvet Gowind Mesir menggunakan sistem tempur ASBU SETIS (mirip yang terpasang pada fregat FREMM) terintegrasi dengan menara radar tiga poros Thales SMART-S, kompleks Vigile 200 ESM (Electronic Support Measures) dan satu set decoy Lacroix Sylena. Untuk kemampuan peperangan anti kapal selam Gowind dilengkapi Thales Kingklip sonar system dan depth sonar Thales CAPTAS 2.

Mesir menjadi pelanggan kedua Project Gowind dari DCNS setelah kontrak pertama senilai US$ 2,8 miliar untuk pembangunan enam fregat Angkatan Laut Malaysia. Fregat Gowind Malaysia akan dibangun di galangan kapal Lumut Boustead Naval Shipyard, Malaysia dengan dukungan penuh DCNS. Fregat Gowind Malaysia secara resmi akan diselesaikan pada tahun 2019. Gowind Malaysia akan lebih besar dari Gowind Mesir dengan bobot total 3.100 ton dan panjang 111 m.

26 COMMENTS

    • Bung Tukang Ngitung

      kalau menurut saya ukuran , bobon dan lebar kapal yang tidak jauh berbeda dengan produk terbaru PT.PAL , telah menunjukan Indonesia mampu memproduksi kapal sejenis..masalah yang di hadapi Indonesia adalah belum mampu membuat komponen inti dan kebiasaan menginstal senjata ala kadar’a .
      Semoga kedepan’a kapal sekelas RE.Martadinata di pasangi rudal2 kelas berat sebagai senjata andalan’a…..Merdeka & jayalah NKRI

      Salam

    • Kok aneh? Mesir pesanan kedua tapi sudah jadi dan akan terus berdatangan.

      Malaysia sebagai pemesan pertama kali, kenapa masih 2019 baru jadi?

      Lagian bukannya tidak jadi tuh galangan boustead rakit ini gowin?

      • GOWIND MALAY BERMASALAH

        DCNS juga telah memenangkan kontrak pengadaan korvet Gowind pertama untuk Angkatan Laut Malaysia, yang meliputi desain dan pembangunan enam korvet di Malaysia, pada galangan kapal Shipyard Boustead Naval melalui transfer teknologi. Kapal ini akan diklasifikasikan sebagai kapal frigate lokal.

        Namun hingga kini, pembangunannya seolah terhambat. Seperti diketahui Malaysia lebih dahulu memotong baja memulai pembangunan korvet spesial ‘Gowind” dengan ukuran yang lebih besar, 4 bulan lebih cepat dari pembangunan kapal Gowind Mesir. Namun hingga kini tidak ada berita kapan kapal tersebut siap diluncurkan.

        Menurut situs the star, Galangan kapal Boustead Naval menghadapi masalah keuangan dalam menyelesaikan kapal korvet pertama untuk Malaysia. Jadi kemungkinan peluncuran kapal bakal tertunda.

        ? Garuda Militer

    • Kalau mesin, sistem management (radar, avionic, sonar dan lainnya) dan canon serta rudalnya ataupun torpedonya tergantung keinginan pihak pemesan / pembeli.
      Mengenai jarak jelajah kembali lagi kepada ukuran, karena dimensi berpengaruh dengan barang yang akan di bawa, seperti : kapasitas bahan bakar, kapasitas air minum dan sebagainya.

  1. Dari ukurannya jelas tidak jauh berbeda dengan PKR Sigma Class…
    Ada beberapa catatan yang patut kita catat yaitu bukan soal siapa yang lebih berat ataupun yang lebih panjang dan lebar dibandingkan Korvet Class milik Malaysia, melainkan bagaimanakah kesiapan PKR Sigma Class kita menghadapi perang moderen yang menuntut sistem elektronika lebih kompleks serta persenjataan lebih tahan jebakan jaming dari musuh…
    Jika kita sudah handal dalam sistem management radar berikut avioniknya, saya jamin hanya untuk menghadapi kapal kelas Korvet Malaysia kita hanya membutuhkan kapal KCR 60 – KCR 80 yang di tunjang persenjataan (rudal) yang sama meskipun hanya dapat di instal sdikit rudalnya…
    Perlu di ingat adalah jarang terjadi combat jarak dekat antar kapal laut seperti halnya “dog fight” pesawat di udara….
    Intinyanya adalah, “siapa yang pertama mengetahui keberadaan musuh, dialah yang pertama menerbangkan rudalnya menuju sasarannya…
    Itupun jika tidak delay dan tepat sasaran…

    Peace

  2. “DCNS Perancis membangun empat korvet Gowind 2500 untuk Angkatan Laut Mesir senilai 1 miliar euro (kosongan) yang ditandatangani pada bulan Juli tahun 2014”
    Yg kemaren bilang PKR-105 lebih Mahal bial dibandingak Filipina dapat Fregate dari Korea selatan mending dicek dulu datanya dapat dari mana kok bisa PKR-105 TNI-AL dibilang Kemahalan

LEAVE A REPLY