Jul 052017
 

Rusia baru saja melakukan uji tembak dengan meriam A-190 kaliber 100mm dan operasional helikopter Ka-27 pada Korvet ”Perfect” Project 20380.

Korvet kelas berat, karena memiliki bobot dan ukuran setara fregat tersebut sukses merontokkan rudal jelajah dengan menggunakan meriam A-190 pada uji tembak pada 20 Juni 2017. Korvet keempat dari Project 20308 juga sukses melakukan uji pendaratan dan penerbangan helikopter Ka-27.

Korvet ‘Sempurna’…… tidak salah Rusia memberi nama korvet siluman terbarunya yang memiliki kemampuan sempurna sebagai kapal perang berkemampuan multifungsi, dirancang sebagai kapal perang pesisir, anti kapal perang permukaan dan anti kapal selam, Perfect dipersenjatai dengan satu meriam utama A-190, dua canon otomatis AK-630, sistem peluncur VLS Redut dengan 32 rudal SAM, torpedo diameter 533mm, roket anti kapal selam SSN-29 dan 16 rudal jelajah Kalibr.

Angkatan Laut Indonesia yang kala itu diwakili oleh Laksamana Marsetyo juga pernah tertarik dengan korvet Steregushchy Project 20308, meski akhirnya tidak terdengar kelanjutan dari proses kunjungan Laksamana ke Rusia saat itu.

Bagikan:

  20 Responses to “Korvet Project 20308, Korvet dengan Rasa Destroyer”

  1.  

    Hmm

  2.  

    Mantap nih korvet……coba jadi di akuisisi TNI AL……

  3.  

    good lah

  4.  

    Semoga TNI AL tertarik….Dan Ada kelanjutan nya…
    Tidak tertarik apakah karena Tidak compatible dengan standard NATO yang Ada pada fasilitas armada TNI AL…

  5.  

    Tambah freegat sajalah… Gimana kabarnya si iver aatu yg diwarin dcns ayo pak buru diterima… Kecuali yg scorpene ambil aja itu tawaran iver sm dcns

  6.  

    Yg bener min, masa meriam bisa merontokan rudal jelajah? Bukannya ad misil anti ruda jelajah dengan teknologi aegis…. Kl gk salah min…

    •  

      Pertama, sistem Aegis hanya dipake buat beberapa jenis kapal buatan AS dan sekutunya, Rusia gak pake Aegis tapi radar dg sistem AESA yg kemampuan pencarian dan jangkauan lebih baik dari AEGIS walo AEGIS lebih baik dalam integrasi sistem radar dan komunikasi dg semua platform arsenal/alutsista lewat datalink16. Kedua, meriam memang bisa dipake buat nembak jatuh rudal lawan termasuk rudal jelajah. Pertahanan pertama biasanya pake SAM/rudal anti serangan jarak jauh/sedang, kalo rudal musuh masih lewat baru ditembak secara serempak pake rudal SAM/anti udara jarak pendek, meriam kapal (jangkauan 26-1km) dan disambung CWIS (0-3000/5000m). Ketiga, kendali penembakan meriam kapal biasanya sudah pake radar dan komputer, tinggal liat perkiraan jalur rudal musuh terus cegat diarea kemungkinan bisa ditembak secara otomatis. Kecepatan rudal jelajah apalagi buatan barat rata2 dibawah mach 1, kecepatan tembakan peluru meriam kapal biasanya antara mach 1,5-2. Jadi masih memungkinkan. Hanya rudal Yakhont,Brahmos, dan Kalibr yg kecepatannya lebih dari mach 2,5. Secara teori rudal2 buatan Rusia itu sulit dicegah oleh kaprang biasa. Hanya Destroyer AEGIS Alreigh Burke dan Cruiser AEGIS Teconderoga punya AL AS yg harus ditenggelamkan pake 8-16 rudal Yakhont/Brahmos/Kalibr karena kedua jenis kapal tsb punya lebih dari 75 rudal khusus buat pertahanan udara dan anti rudal kapal. Sisanya mereka bawa Harpoon dan Tomahawk. Sedangkan korvet Project 20308 bisa ditenggelamkan pake 4-8 Tomahawk/Harpoon (akurasi Tomahawk 40% untuk benda diam, Yakhont perkiraan 60-70% untuk benda bergerak). Karena jangkauan rudal yg dipake Rusia rata2 jangkauannya 600-1500 km sedangkan rudal Harpoon cuma 180-200 km dan cuma Tomahawk yg bisa sampai 3000km makanya kalo perang laut tanpa bantuan pespur F18/35 dari kapal induk AS, AL AS bukan lawan sepadan AL Rusia baik dari segi senjata, kerugian maupun kerusakan strategis yg bakal didapat AS bakal jauh lebih banyak.

      •  

        Jangankan Pake Rudal Supersonik 8 Unit Bung Lha Wong Sistem AEGIS Aja KO Di Jamer Sama Pesawat Tua Su-24 Dan Paling 1 Unit Pesawat Dgn Pod Jamer Dan 2 Unit AShM Sejenis KH-35 KO Itu Kapal…

        •  

          Kalo dah melibatkan pespur bakal beda strategi. Gimana kalo kaprang AS juga ditemani pespur dari kapal induk AS. Kita hanya bisa melihat/belajar dari pengalaman PD 2 khususnya perang Pasifik.

  7.  

    rada alot-alot susah dpt ToT dr Rusia

  8.  

    Bungkusssss…

  9.  

    Beli 3 biji dapat lesensi ToT gx yah Kaya sigma DEMEN dari Belanda?..

  10.  

    Perlu juga indonesia punya kapal perang bervariasi dari negara pembuat yg berbeda ..

  11.  

    Vietnam dapat lisensi rudal russia kct 15

  12.  

    Semoga Indonesia bisa Membeli,dapat Tot,Memproduksi

  13.  

    :2thumbup :2thumbup :2thumbup

  14.  

    Sangar tapi nggak bakal dibeli

  15.  

    Ihhhh… Korvet ini gedenya sama dg Light Frigate yg d bangun PT. PAL dg DSNS… lbh panjang korvet ini & lbh lebar Light Frigate PT.PAL… tp kalo liat persenjatannya…. Korvet ini jauh lbh mengerikan…

  16.  

    Mantap isiannya…perbanyak udah light fregat kita..(kalo bisa isiannya setara ini)…gak perlu mahal2 beli fregat…ntar sekalian light destroyer…ini menunjukan…bahwa sekelas light fregat dapat dimaksimalkan persenjataannya…nah..yg jd masalah..apa daya jelajahnya berkurang jauh…(biasanya berkurang)…

 Leave a Reply